
Dasar centil batin Juan.
"Ela dekat banget yah dengan Farel sekarang, aku pikir dia masih mendekati kamu loh Juan, karena aku lihat Ela sangat menyukai kamu waktu itu, emang yah perasaan bisa berubah di saat tidak di hargai, tidak di balas cintanya," ucap Kenan kepada Juan sedangkan Juan semakin tidak terima melihat itu, namun dia juga terus melihatnya.
Kenan hanya menggelengkan kepalanya melihat Juan yang tidak menggubrisnya malah fokus melihat Ela dan Farel yang sedang bahagia-bahagia di motor.
Untung ini masalah perasaan Juan coba kalau masalah kerjaan terus kamu nggak menggubris aku, heem jangan harap aku bisa maklumi batin Kenan.
Kenan benar-benar bingung melihat Juan, yang selalu bilang menganggap Ela hanya adik tapi juga marah jika melihat Ela bersama pria lain.
Panas banget nih pasti Juan, bodoh banget sih masih juga dia lihatin, udah tahu nggak suka melihat Ela begitu masih juga dia lihat, sakit pasti tuh hati pasti dia hanya mencoba tegar ajah batin Kenan yang semakin yakin bahwa Juan menyukai Ela setelah melihat kejadian hari ini.
"Mau kemana sih nih kita?" tanya Salsa.
"Nggak tahu juga, ikuti mereka ajah," jawab Friska.
"Oke dahh," ucap Salsa.
"Loe masih video call Fris?" tanya Salsa.
"Kepo loe," jawab Friska asal padahal jelas Salsa tahu kalau Friska masih video call.
Salsa pun hanya nyengir.
"Ela dan Farel semakin dekat yah, jangan-jangan mereka udah pacaran lagi," ucap Salsa heboh sendiri sambil melihat Ela dan Farel yang memang terlihat dekat.
"Yah nggak tahu juga sih, tapi kalau mereka pacaran bagus juga," ucap Friska.
"Iyalah Fris bagus, aku mau minta pajak jadian juga, atau jangan-jangan mereka baru jadian lagi sekarang," ucap Salsa lagi-lagi yang hanya menebak saja.
"Hidihh pajak jadian loe pasti ngeri deh," ucap Friska.
"Nggak kok, cuma traktir ajah nggak ada yang ngeri menghabiskan uang mereka banyak-banyak," ucap Salsa lagi sambil nyengir.
"Hemm nggak percaya gue, ehh atau jangan-jangan Ela mau di tembak lagi sebentar," ucap Salsa yang semakin ngawur menurut Friska, namun ketika Friska melihat Juan timbulah ide Friska.
"Iya pasti atau benar yang loe katakan Sal jangan-jangan mereka udah pacaran karena sekarang mereka sweet banget, ya ampun gue nggak pernah bayangin ini sebelumnya tapi mereka cocok banget kok," ucap Friska.
#######
__ADS_1
Friska dan yang lainnya pun sudah sampai di tempat tujuan mereka, Kenan segera menutup video call dengan istrinya dengan banyak pesan terlebih dahulu dan itu sukses membuat Friska geleng-geleng kepala.
Kenan juga menyuruh bawahannya diam-diam untuk menjaga istrinya.
Sedangkan Juan benar-benar tidak fokus setelah panggilan video call itu. Juan memikirkan semuanya, semua yang di lihatnya, Ela yang terlihat biasa saja dengannya, bahkan Ela yang terang-terangan bersama laki-laki lain padahal biasanya Ela tidak seperti itu. Juan juga bingung dengan apa yang dia rasakan, dia sakit hati kalau melihat Ela bahagia bersama laki-laki lain. Foto saja sudah membuatnya kesal apalagi yang dilihatnya tadi benar-benar sangat membuatnya kesal, ingin rasanya dia pulang ke Indonesia.
Kenan yang melihat Juan benar-benar tidak fokus langsung menggeleng-gelengkan kepalanya. Kenan heran saja ternyata masih ada lagi yang lebih bodoh dari dirinya kalau tentang percintaan.
"Juan kalau cinta akui saja sebelum terlambat jangan kebanyakan bilang tidak, nanti Ela di ambil orang kamu sendiri yang akan sakit hati, dan kamu tahu nggak sakit hati itu nggak enak banget, lebih baik sakit gigi daripada sakit hati," saran Kenan.
"Tidak tuan saya tidak sakit hati," ucap Juan padahal jelas sekali kalau dia seperti kekasih yang sedang cemburu.
"Ya udahlah bagus deh kalau kamu nggak sakit hati, ayo kita lanjut lagi kerjanya, itu kertas yang kamu remas-remas itu bukan kertas pentingkan?" tanya Kenan penuh selidik.
Juan pun baru menyadari kalau tadi dia melakukan itu, dan dia segera mengeceknya.
Syukurlah bukan kertas penting batin Juan.
"Bukan tuan," jawab Juan.
"Oh baguslah, ayo lanjut lagi kerjanya Juan nggak usah lemas-lemas begitu," ledek Kenan.
Juan pun hanya diam entahlah pikirannya sedang tidak berada di pekerjaan.
########
"Kalian pacaran yah?" tanya Haris.
"Siapa?" tanya Salsa.
"Ela dan Farel, mereka ini terlihat beda sekarang," ucap Haris.
"Kepo banget loe Haris," ucap Jojo.
"Yah emang, pacaran yah loe berdua?" tanya Haris lagi pada Ela dan Farel.
"Haris loe nggak usah nanya sembarangan deh, lagian kalau pacaran gue bakalan bilang kok," jawab Farel yang membuat semua mata tertuju padanya.
"Wah berarti ada rencana nih," goda Ardi.
__ADS_1
Farel dan Ela pun hanya diam.
"Iishh dasar yah loe berdua, jawab woi," desak Haris yang memang sangat kepoan orangnya.
"Oh," jawab Farel dan Ela bersamaan.
"Idiihh barengan lagi," ledek Friska.
"Nggak sengaja," jawab Ela.
"Oh iya kurang Dafa yah sekarang," ucap Ela mengalihkan pembicaraan.
"Iya nih, dia emang sibuk orangnya, sibuk belajar lah kita pergi nongkrong," ucap Haris lalu tertawa begitupun dengan sahabat-sahabatnya yang lain ikut tertawa.
"Gue sih belajar juga, kalian ajah tuh yang nggak belajar kerjaannya game melulu," ucap Friska lalu meminum-minumannya.
"Gue juga belajar kali Fris," ucap Farel.
"Ehh tapi gini ada yang gue mau tanyain sama loe Fris," ucap Haris serius.
Friska mengernyitkan keningnya bingung.
"Apaan?" tanya Friska.
"Loe masih suka sama Dafa nggak sih?" tanya Haris.
"Astaga Haris semuanya loe kepoin yah, tapi iya juga sih Fris, loe pernah suka banget sama Dafa, tapi sekarang loe seperti berubah gitu nggak seperti dulu lagi, masih suka atau gimana loe sama Dafa?" tanya Ardi.
"Mau jawaban jujur atau bohong?" tanya Friska sambil menahan tawanya.
"Jujur dong Friska Halwatuzahra," jawab Ardi gemas.
"Ya udah gue jawab kalau gue suka sama Dafa," ucap Friska.
"Tapi suka gue sama dia sama kayak gue suka sama loe semua, kitakan sahabat," ucap Friska lagi.
"Yang benar Fris, bukannya dulu loe suka lebih dari sahabat yah sama Dafa?" tanya Ardi lagi.
"Itu dulu sekarang udah nggak kok, sudahlah nggak usah tanyain itu intinya gue suka sebagai sahabat ajah sama Dafa nggak lebih, lebih baik buruan deh kalian habiskan biar gue yang bayar, gue mesti cepat pulang karena om gue pasti bentar lagi bakalan ribut suruh gue pulang, dia mungkin udah balik ke apartemennya sekarang malahan udah dari tadi kayaknya" ucap Friska sambil melihat jam tangannya.
__ADS_1
Sementara di tempat lain Kenan sedang ngomel-ngomel sambil melihat Juan yang lagi mabuk.