Cinta Presdir Tampan

Cinta Presdir Tampan
Harapan palsu


__ADS_3

Syeila segera menelepon Juan lagi,, karena mengingat Juan yang akhir-akhir ini sangatlah berubah pada dirinya.


Juan yang masih duduk-duduk dengan Ela dan Salsa sedikit terlonjak kaget begitu mendengar bunyi ponselnya,, dengan segera Juan melihat siapa yang menelepon dirinya.


Jangan-jangan tuan Kenan yang menelepon untuk membahas kerjaan,, duhh semoga saja bukan dehh aku baru juga jalan sama-sama Ela,, walaupun ada Salsa sih,, batin Juan yang sedang menduga-duga.


"Syeila nih,," ucap Juan begitu melihat nama orang yang meneleponnya dan ternyata Syeila.


"Ela gimana dong tante loe tuh nelfon pacar loe," ucap Salsa pada Ela.


"Yah angkat ajah seperti biasa,, speaker yah, aku ingin dengar tuh gimana tanteku bersandiwara,," ucap Ela.


Juan segera mengangkat panggilan telfon dari Syeila,, lalu dia juga mengaktifkan speaker ponselnya.


"Halo,, Syeila ada apa?" tanya Juan.


"Emm nggak ada apa-apa kok,, hanya saja aku rasa aneh, akhir-akhir ini kamu jarang menelepon aku lagi,, nggak minta saran aku lagi,, apa kamu tidak percaya sama aku lagi? kamu takut kalau semua saran aku tuh nggak berguna untuk kamu?" tanya Syeila.


Iyalah Syeila saran kamu itu nggak ada yang berguna untuk aku,, nggak ada sama sekali,, malahan aku ingin sekali memberikan kamu pelajaran tapi aku mengikuti cara Ela saja,, batin Juan.


"Emm nggak gitu kok Syeila,, aku hanya lagi sibuk saja makanya aku nggak menghubungi kamu lagi atau meminta saran kamu lagi,," ucap Juan.


"Lalu bagaimana dengan perasaan kamu,, apa kamu masih mencintai Ela?" tanya Syeila lagi.


"Iya tentu saja,, aku masih sangat mencintai dia Syeila walaupun dia sangat menghindar padaku,, dan aku benar-benar bingung kenapa dia menghindar dari aku,, padahal aku sudah mengikuti cara kamu semua,, tapi aku akan tetap mencintai dan mengejar dia," ucap Juan sambil melihat Ela.


Sialan,, Ela semakin jauh dari kamu karena aku sudah memfitnah kamu Juan,, tapi kenapa kamu masih saja mencintai dia,, seharusnya kamu mundur,, lupakan Ela dan cintai aku Juan,, cintai aku,, batin Syeila kesal.


"Syeila apa kamu nggak salah cara? aku benar-benar merasa semakin jauh dari dia,," tanya Juan.

__ADS_1


"Tentu tidak Juan,, wanita itu terkadang suka begitu marah-marah tidak jelas sudah biasa kok kalau wanita,, tapi sebenarnya Juan jika di pikir-pikir kalau Ela begitu terus sama kamu mungkin dia itu sudah tidak mencintai kamu lagi, tidak menginginkan kamu,,, dia pasti sudah memiliki kekasih Juan,,,, karena kalau kamu terus mengikuti cara aku sudah pasti kamu itu sudah bersama dengan dia sekarang jika dia belum mempunyai kekasih tapi nyatanya sekarang dia semakin menjauh,,, kenapa kamu tidak berpikir untuk mundur saja terus cari wanita lain,," ucap Syeila.


Isshh dasar tante gatal,, aku menganggap dia tante yang sangat baik dan juga paling mengerti aku,, tapi ternyata dia tante bermuka dua,, menjauhkan aku dengan pria yang jelas-jelas mencintai aku hanya karena dia mencintai pria itu juga,, seharusnya dia mau mengalah dong karena dia tahu pria itu mencintai aku,,, batin Ela.


Ela kemudian berbisik pada Juan.


"Kak Juan bilang saja mungkin aku akan mencari wanita lain nanti," bisik Ela pada Juan.


Awalnya Juan tidak mau bilang seperti itu tapi Ela terus mengisyaratkan supaya Juan mengatakan apa yang dia bisikan.


"Juan kenapa kamu diam?" tanya Syeila.


"Emm nggak kok Syeila,, aku hanya sedang memikirkan kata-kata kamu barusan,," jawab Juan.


"Kata-kata aku yang mana?" tanya Syeila penasaran.


Syeila sangat berharap jika yang dipikirkan Juan adalah kata-kata dia yang menyuruh Juan mencari wanita lain.


"Nah begitu yang bagus Juan,, masa kamu mau dimain-mainkan dengan anak seperti Ela,, anak labil seperti itu,, kamu itu nggak cocok sama dia,, kamu cocoknya pada wanita yang sudah dewasa bukan seperti Ela anak labil seperti itu," ucap Syeila.


Ela lagi-lagi berbisik pada Juan.


"Kak Juan bilang saja,, yang dewasa seperti kamu," bisik Ela lagi,, yang membuat Juan lagi-lagi keberatan,, namun Ela tetap memaksa Juan untuk bilang seperti itu.


"Juan kok kamu diam lagi?" tanya Syeila bingung.


"Hemm aku nggak bermaksud diam kok Syeila,, aku hanya lagi berpikir saja wanita dewasa yang kamu maksud,,, mungkin wanita dewasa itu seperti kamu yah?" tanya Juan sambil melihat Ela.


Syeila yang mendengar ucapan Juan benar-benar sangat bahagia,, dia sangat senang Juan akhirnya sedikit menyadari kehadiran dia.

__ADS_1


Hemm tante jika tante mengerjai aku dengan kesedihan,, aku akan balas mengerjai tante dengan kebahagiaan,,, baik kan aku sebagai ponakan tante,, batin Ela.


"Menurut kamu ajah Juan,, masa tanya aku sih kamu," ucap Syeila sambil tersenyum malu-malu.


"Yah menurut aku kamu wanita dewasa Syeila,, berarti seharusnya yang aku cari itu wanita dewasa seperti kamu," ucap Juan lagi.


"Yah mungkin Juan,," ucap Syeila.


"Yah udah aku tutup telfonnya dulu yah,, aku mau berpikir dulu,," ucap Juan karena sebenarnya dia sangat malas berbicara dengan Syeila,, apalagi berbicara seperti tadi karena dia sudah sangat membenci Syeila,, tapi karena Ela yang menyuruhnya jadi mau tidak mau dia menurut saja.


"Ya sudah Juan,, kamu berpikir saja dulu,," ucap Syeila.


Hingga kamu sadar sepenuhnya kalau akulah yang pantas untuk kamu Juan bukan Ela,, aku yang memenuhi semuanya,, aku yang cocok bersanding dengan kamu,, batin Syeila.


"Oke bye Syeila,," ucap Juan lalu segera menutup panggilan telfonnya dengan Syeila.


"Sayang kok kamu menyuruh aku berbicara seperti tadi,, aku benar-benar nggak ikhlas untuk mengatakan itu semua tahu nggak," ucap Juan sambil melihat Ela.


"Iya Ela kok gitu sih,, dan kak Juan tolong jangan panggil Ela sayang kalau masih ada aku karena aku jomblo,," ucap Salsa.


"Iya deh Salsa yang jomblo maaf yah tidak menghargai kamu yang jomblo,," ucap Juan sambil menahan tawanya.


Ela langsung tertawa begitu mendengar ucapan Juan.


"Kak Juan yah mentang-mentang sudah tidak jomblo lagi sekarang jadi menghina-hina aku yang jomblo ini,, nyesek tahu kak Juan," ucap Salsa.


"Iya deh Salsa maafin aku yah,, yang gangguin kamu tadi,," ucap Juan lagi.


"Oke kak aku maafkan karena udah di belanjain juga tadi," ucap Salsa.

__ADS_1


"Jadi Ela loe ngapain tadi menyuruh kak Juan berbicara seperti itu?" tanya Salsa.


"Karena aku mau kak Juan beri harapan palsu pada tanteku," jawab Ela.


__ADS_2