Cinta Presdir Tampan

Cinta Presdir Tampan
Setengah gila,,,


__ADS_3

"Astaga wanita itu,, berani-beraninya dia berniat kabur,," ucap Raka sambil mengejar mobil Syeila sementara Syeila langsung menyadari bahwa dirinya sekarang sedang dikejar.


Ya ampun mereka sudah tau pasti kalau aku lah pelakunya,, aku nggak boleh tertangkap,, nggak boleh banget,, bisa-bisa aku mendekam di penjara kalau tertangkap,, atau bahkan aku akan mendapatkan siksaan terlebih dahulu,, batin Syeila sambil menambah kecepatan mobilnya dan tetap fokus untuk menyetir mobil walaupun dia sekarang sedang benar-benar panik.


Dan aksi kejar-kejaran pun tidak dapat terhindarkan.


Sementara di rumah sakit semuanya terlihat masih sangat khawatir karena dokter belum juga selesai dalam menangani Salsa dan Jeki.


Friska dan yang lainnya benar-benar tidak bisa tenang.


"Kenapa dokternya lama sekali Fris? aku benar-benar takut banget dengan keadaan mereka,," ucap Ela.


Friska yang mendengar ucapan Ela,,, langsung menoleh ke arah Ela begitu pun dengan yang lainnya.


"Sama Ela aku juga takut banget dengan keadaan mereka,," ucap Friska.

__ADS_1


"Kalian harus tenang dan berdoa sayang agar Salsa dan Jeki baik-baik saja,," ucap Mama Kenan.


"Iya Fris,, Ela,, kita harus berdoa,, mereka pasti akan baik-baik aja kok,," ucap Dafa yang sejak tadi hanya diam dan baru berbicara sekarang.


Friska langsung teringat dengan keadaan terakhir Salsa dan Jeki yang dilihatnya.


Aku juga ingin banget berpikiran seperti itu bahwa mereka akan baik-baik saja tapi sangat susah karena aku melihat langsung keadaan mereka tadi,, kenapa kalian bisa mengalami ini,,, batin Friska.


Friska pun hanya menganggukkan kepalanya sambil berusaha tersenyum kepada Dafa.


"Yah karena mereka lagi jalan berdua,, mereka lagi pendekatan tapi malah kecelakaan seperti ini,, loe kok masih nggak peka sih,,, akkhh gue benar-benar nggak menyangka kalau bakalan seperti ini,, padahal tadi siang gue masih tertawa-tawa bersama Salsa,," ucap Ela sambil mengingat canda tawanya bersama Salsa.


Yang lainnya pun langsung tampak terkejut sedikit begitu mengetahui itu semua. Sebenarnya sejak dulu mereka sudah tau,, tapi mereka pikir itu hanya candaan saja mereka tidak benar-benar sedang dekat,, walaupun di acara lamaran Ela juga terlihat jelas Salsa dan Jeki sangat dekat hanya mereka masih nggak menyangka saja kalau Salsa bisa dekat beneran dengan seseorang seperti Jeki yang terlihat sudah mapan dan dewasa juga.


"Yah namanya juga musibah,, kita nggak bisa minta untuk dibatalkan kalau udah musibah,," ucap Farel sambil melihat Ela.

__ADS_1


"Iya juga sih,," ucap Ela sambil menghembuskan nafasnya kasar.


"Kira-kira siapa yah pelakunya?" ucap Friska lagi dan semua mata pun langsung tertuju pada Friska.


"Mereka ada kemungkinan kecelakaan karena perbuatan orang lain loh yang sengaja ingin membuat mereka kecelakaan," ucap Friska lagi.


"Apa mungkin Tante gue?" ucap Ela lagi sambil mengingat Syeila yang habis berkunjung ke rumahnya.


"Hah ini beneran mereka kecelakaan karena perbuatan orang lain?" tanya Ardi seakan tak percaya ada yang ingin mencelakai Juan karena Ardi sudah tau bahwa mobil yang digunakan Jeki adalah mobil Juan yang itu berarti Juan lah sebenarnya yang menjadi sasaran.


"Iya ada kemungkinan besar,," ucap Friska.


"Dan sangat mungkin pelakunya adalah Tante gue yang udah setengah gila itu,," ucap Ela yang benar-benar kesal pada Syeila.


Sementara mama Kenan benar-benar shock begitu mendapatkan telfon dari anak buahnya.

__ADS_1


"Kenan kecelakaan,," ucap Mama Kenan dengan ponsel yang sudah jatuh dari genggamannya.


__ADS_2