
Ela dengan segera menolak panggilan telfon dari Juan sambil melihat tantenya.
Syeila sempat melihat nama Juan. Jadi Syeila tahu bahwa Juan yang menelepon Ela,, Syeila benar-benar kesal,, dia tidak terima Juan menelepon Ela,, karena sebelum-sebelumnya Juan selalu mengikuti ucapan Syeila untuk tidak menelepon Ela,, tetapi sekarang Juan sudah menelepon Ela tanpa meminta saran lagi padanya. Juan sudah bergerak sendiri.
Loh kok Ela tolak sih panggilan telfon dari aku,, apa dia sibuk,, batin Juan penuh tanda tanya.
Juan kembali teringat dengan kata-kata Raka,, untuk terus mendekati Ela apapun yang terjadi kalau dirinya benar-benar mencintai Ela.
"Oke Juan mungkin dia masih kesal sama kamu,, kan dia juga sudah tidak mencintai kamu lagi,, usaha-usaha mulai sekarang supaya dia cinta sama kamu lagi,, hilangkan dulu gengsi,, Ela lebih berarti daripada gengsi,, lagian pernah Ela mencintai kamu kan," gumam Juan pada dirinya sendiri,, lalu segera menghubungi Ela lagi.
Ela yang mendengar bunyi ponselnya, langsung melihat siapa lagi yang meneleponnya,, dan dia lagi-lagi terkejut begitu melihat Juan yang meneleponnya.
Ini kak Juan kenapa sih nelfon aku,, bukannya tadi dia sudah bicara dengan tante Syeila dan mereka membahas yang begitu-begituan,, aku benci sama kak Juan,, dan juga kalau tante Syeila tahu dia pasti akan sakit hati, batin Ela.
Syeila melihat itu,, walaupun Ela menyembunyikan tapi dia melihat dan meskipun Syeila tidak sempat melihatnya,, dia tahu pasti telfon itu dari Juan karena dia melihat dari ekspresi Ela yang terlihat sangat tegang.
Juan kamu benar-benar menjengkelkan, kenapa kamu masih menghubungi Ela sih,, dia itu tidak pantas buat kamu Juan,,, batin Syeila.
Ela lagi-lagi menutup panggilan telfon dari Juan membuat Juan mengernyitkan keningnya.
"Telfon dari siapa sayang?" tanya Syeila yang masih berusaha terlihat baik-baik saja padahal di dalam hatinya dia sangat kesal pada Ela.
"Kenapa kamu menutup terus panggilan telfon dari orang itu?" tanya Syeila lagi.
Ela tampak gugup karena dia sangat tidak ingin ketahuan tantenya,, bisa-bisa tantenya akan sangat sakit hati mempunyai pacar seperti Juan yang masih menghubungi wanita lain bahkan berkali-kali,,, Ela tidak mau tantenya sakit hati,,, dia akan berusaha menjaga perasaan tantenya.
"Emm ini tan,, telfon dari orang yang nggak penting kok,, biasalah fans,, aku kan jomblo, makanya aku tutup terus panggilan telfon dari orang ini," ucap Ela sambil meneruskan aktivitasnya yang sedang mengatur barang-barang yang dia buang tadi akibat sakit hatinya.
Namun ponsel Ela lagi-lagi berdering dan Syeila melihatnya.
"Kak Juan," ucap Syeila pura-pura tidak tahu apa-apa.
Ela dengan cepat mengambil ponselnya yang dia simpan tadi. Ela pikir Juan tidak akan menelepon lagi.
Kak Juan kenapa sih nelfon lagi,, batin Ela kesal.
Ela dengan segera menutup panggilan telfon dari Juan lagi.
__ADS_1
"Kak Juan itu siapa?" tanya Syeila pada Ela yang masih bertahan dengan tidak tahu apa-apanya,, padahal di dalam hatinya benar-benar sudah terbakar api cemburu.
"Emm itu tan seperti yang aku bilang tadi hanya fans saja,, tapi aku tidak menyukainya,, jadi dia terus menelepon aku,, ini bukan orang yang sama dengan pacar tante kok," jawab Ela sambil senyum yang di buat-buat agar Syeila tidak curiga.
Syeila langsung tertawa begitu mendengar ucapan Ela,, membuat Ela mengernyitkan keningnya bingung.
Dasar pembohong kecil,, kamu tidak tahu sekali berbohong ponakanku,, tapi masih usaha juga untuk berbohong,,, aku nggak menyangka Juan segitunya menghubungi kamu,, padahal kamu sudah menolak panggilan telfon dari dia,, cinta Juan besar banget yah sama kamu,, tapi aku tidak perduli itu,, kamu harus berpisah dengan Juan bagaimana pun caranya,, batin Syeila.
"Kenapa tante tertawa?" tanya Ela.
"Tante pikir mereka orang yang sama sayang,, tapi nggak mungkin juga kan mereka orang yang sama,, Juan tidak suka tipe cewek seperti kamu dan juga kamu tidak mungkin melakukan itu pada tante,, mengambil pacar tantemu sendiri," ucap Syeila.
Deg....
Ela benar-benar merasa deg-degkan mendengar ucapan tantenya.
"Kenapa sayang,, kamu terlihat pucat?" tanya Syeila lagi.
"Emm nggak kok tan,, itu hanya penglihatan tante ajah aku nggak pucat kok,,, dan memang benar kok yang tante katakan,, aku nggak mungkin tipenya pacar tante,, dan aku juga nggak akan merebut pacar tante," ucap Ela dengan senyumnya.
Kak Juan itu yang aku gebet pernah tan,, tapi benar yang tante bilang aku bukan tipenya makanya kak Juan memilih tante,,, dan aku nggak mungkin merebut pacar tante,, hanya kak Juan ajah nih yang sok playboy pakai telfon-telfon aku segala lagi disaat sudah punya tante,, batin Ela.
Juan lagi-lagi menelepon Ela.
"Emm tan aku keluar dulu yah buat angkat telfon,, jangan sampai ini penting," ucap Ela sambil berjalan keluar kamar karena lagi-lagi dia melihat Juan yang meneleponnya.
Ela langsung kepikiran dengan Friska,, jangan sampai Juan menelepon terus dirinya karena ada hubungannya dengan Friska,, begitu yang ada di pikiran Ela.
Begitu Ela keluar,, Syeila lagi yang akhirnya menghamburkan di kamar Ela,,, karena dia benar-benar marah.
Jangan sampai penting,, bilang saja Ela kalau kamu tidak bisa menolak panggilan telfon dari Juan lagi,, karena kamu gatal,, batin Syeila yang benar-benar marah.
Syeila melempar apa saja padahal Ela sudah menyusunnya tadi dengan rapi.
"Halo kak Juan,, ada apa sih nelfon terus?" tanya Ela sambil melihat-lihat jangan sampai Syeila menyusulnya keluar kamar.
Juan langsung tersenyum bahagia begitu Ela mengangkat panggilan telfon dari dirinya.
__ADS_1
Benar juga kata Raka,, dekati terus nanti juga luluh,, nih sekarang aku telfon terus akhirnya dia angkat juga,, walaupun judes-judes dia bicara tapi aku kok senang yah,, batin Juan.
"Kak Juan dengar aku nggak sih,, kenapa nelfon?" tanya Ela lagi.
"Apa ini berhubungan dengan Friska?" tanya Ela.
"Emm nggak,, ini nggak ada hubungannya dengan Nona Friska,, tapi ini ada hubungannya dengan aku makanya aku nelfon kamu, aku rindu dengar suara kamu, akhir-akhir ini kamu judes tapi ngangenin," jawab Juan.
Astaga,, aku belajar kata-kata itu darimana,, kenapa aku bisa mengucapkan kata-kata seperti itu,, ini pasti karena Raka dan Kenan nih yang lebay akhirnya aku ketularan,, batin Juan yang malu sendiri.
Ela tidak bisa membohongi perasaannya sendiri ada perasaan bahagia di dalam hatinya begitu mendengar ucapan Juan,, seandainya mereka masih seperti dulu,, Juan masih jomblo pastilah Ela akan loncat-loncat tidak jelas lagi ketika mendengar ucapan Juan barusan dan sudah pasti kepedean Ela akan keluar lagi,, Ela juga pasti akan mengeluarkan rayuan mautnya pada Juan.
#############
Sekedar lewat mengingatkan visual Kenan,,, gantengnya semakin meresahkan authorππππππππ.....
__ADS_1