
Jeki dan Raka langsung melongo tak percaya begitu mendengar ucapan Juan.
"Juan ini serius?" tanya Raka.
"Iya,, kenapa tidak,, aku nggak akan pernah mau kehilangan Ela,," ucap Juan.
"Juan kamu tega banget sama aku,, Juan please mengalah sama aku untuk kali ini saja,, masih ada Ela yang lain kok,," ucap Jeki.
"Kamu saja yang mengalah biar bagaimanapun aku kekasihnya Ela,, kenapa kamu malah menyuruh aku mengalah," ucap Juan.
"Biasanya kan kamu selalu mengalah,, lagian kamu tega banget main belakang sama aku,, katanya kamu nggak suka sama Ela,, eh tapi ternyata kamu malah seperti ini,, udah jadian aja kamu sama Ela,, tega banget kamu Juan,," ucap Jeki.
"Sakit nih hati Juan,, sakit,," ucap Jeki.
"Kita ke rumah sakit dulu Jeki untuk mengobati sakit hati kamu,," ucap Raka.
"Raka aku lagi nggak bercanda,, kenapa sih kamu itu selalu bercanda bukan pada waktunya," sewot Jeki.
"Supaya hati kamu nggak terlalu sakit,," ucap Raka sambil berpura-pura menangis.
"Ngeselin banget nih anak," ucap Jeki lagi pada Raka.
"Juan,, kamu nggak kasihan apa sama aku,, lagian aku tulus sama Ela,, aku benar-benar mencintai Ela,, please kamu mengalah,," ucap Jeki.
"Ya ampun Jeki,,, biarpun Juan mengalah,,, tapi kalau Ela cinta sama Juan,, kamu bisa apa?" ucap Raka.
"Nah benar banget yang dikatakan Raka,, tumben Raka kamu ada manfaatnya,," ucap Juan.
Raka hanya mencebikkan bibirnya begitu mendengar ucapan Juan sambil melihat Juan.
"Aku akan buat dia cinta sama aku,, yang penting Juan mau mengalah saja dulu,," ucap Jeki dengan penuh keyakinan.
"Nggak akan,, aku akan menikahi dia kalau kamu masih ngotot untuk mendapatkan dia,, sekarang juga aku otw untuk melamar dia,, nggak tunggu sampai besok lagi,,," ucap Juan.
"Astaga Juan kamu gitu amat sih sama sepupu sendiri Juan,," ucap Jeki.
"Kamu juga begitu amat sama sepupu sendiri,," ucap Juan tidak mau kalah.
"Oke mulai ronde pertama,," ucap Raka yang langsung membuat Jeki dan Juan melihatnya.
__ADS_1
"Raka kamu diam aja," ucap Juan dan Jeki bersamaan.
"Astaga aku baru bicara juga,, jelas-jelas kalian yang ribut sejak tadi,," sewot Raka.
"Makanya kamu diam aja,, kamu nggak tau rasanya jadi aku,, jadi diam aja,," ucap Jeki.
"Apa kamu bilang,, aku nggak tau rasanya jadi kamu?" ucap Raka.
"Aku tuh paling tau rasanya jadi kamu tau nggak,, karena aku yang lebih dulu merasakannya,, lupa kamu yah wanita yang aku cintai itu siapa?" ucap Raka.
"Kamu mahh masih enakan dikit baru punya nomor telfon dia,, belum jalan bareng kan pasti? lahh aku udah jalan bareng,, udah bahagia-bahagia dan udah berharap dia akan menjadi istriku tapi apa aku tertampar kenyataan kalau wanita yang aku cintai sudah menikah,, dan sama teman sendiri lagi,, kebayang nggak betapa sakitnya nih hati,," omel Raka.
"Raka jangan menangis dong kamu,, maaf yah kan aku lupa sama kisah percintaan kamu yang menyakitkan itu,," ucap Jeki sambil menahan tawanya.
"Sembarangan aja,, dimana aku menangis,, dan nggak usah gangguin aku karena kisah cinta kamu juga tak kalah menyakitkan,," ucap Raka tak mau kalah.
"Udah deh pokoknya kalian sama aja,," ucap Juan.
"Juan supaya aku tidak sama dengan Raka,, kamu biarin aku deketin Ela yah,, mengalah sama aku,," ucap Jeki yang masih berusaha merayu Juan.
"Itu nggak akan terjadi,, aku kekasihnya Ela,, dan nggak akan pernah melepaskan dia,," ucap Juan.
"Nggak sampai dimana-mana kok,, baru juga mau makan malam bersama malam ini,, tapi udah begini aja nasib aku,," ucap Jeki.
"APA!!! ucap Juan shock seketika begitu mendengar ucapan Jeki.
"Berapa kali kalian telfonan?" tanya Juan.
Jeki tampak mengingat-ngingat berapa kali dia telfonan dengan Ela.
"Nggak tau lupa,," jawab Jeki sambil nyengir.
"Wah Ela nggak bilang yah sama kamu Juan,, hemm kasihan banget sih kamu Juan masa kamu nggak tau apa-apa,,, makanya dijaga dong ponsel pacar kamu jangan hanya kerjaan saja yang dijaga,, giliran di ambil sama Jeki baru deh kamu menangis di pojokan," ucap Raka yang sengaja menjadi kompor.
"Ingat baik-baik,, berapa kali kalian telfonan tanpa aku tau," ucap Juan.
"Astaga Juan aku mana ingat,, aku lupa tau,, lagian kamu jadian dengan Ela belum lama ini,,, sepertinya aku duluan yang mendapatkan nomor ponsel Ela baru kamu jadian dengan dia,,, hemm seharusnya waktu itu langsung aku nembak aja biar nggak di tikung sama sepupu sendiri,," ucap Jeki.
"Ponsel kamu sini," ucap Juan sambil mengulurkan tangannya pada Jeki.
__ADS_1
"Buat apa?" tanya Jeki.
"Buat aku periksa,, kali aja ada pesan berlebihannya,," ucap Juan yang tujuan sebenarnya ingin menghapus nomor ponsel Ela dari ponsel Jeki.
"Nggak ada Juan,, percaya sama aku," ucap Jeki.
"Nggak bisa di percaya kamu,, sini ponsel kamu,," ucap Juan lagi.
"Jangan Jeki,, pasti Juan mau menghapus nomor ponsel Ela yang sudah kamu dapatkan dengan bersusah payah,," ucap Raka sambil menahan tawanya.
Astaga Raka ini bibirnya begini amat,, cerewet banget bibirnya nih anak,, batin Juan.
Juan hanya melihat kesal pada Raka.
"Benar Juan?" tanya Jeki.
"Nggak," jawab Juan.
"Berarti benar kalau kamu bilang seperti itu,, aku nggak bakalan berikan ponsel aku,,, enak aja kamu mau menghapus nomor ponsel Ela,," sewot Jeki.
"Jeki nggak usah cari masalah,," ucap Juan serius.
"Nggak kok,, aku nggak cari masalah,, aku hanya mencintai Ela,, aku nggak bisa mengontrol perasaan aku Juan,, aku cinta sama dia,," ucap Jeki.
"Tapi dia pacar aku,, tega banget kamu mencintai pacar sepupu kamu sendiri," ucap Juan.
"Kita bersaing secara sehat saja,, kan kamu belum menikah juga dengan dia,, dan aku yakin kamu hanya bercanda saja akan menikahi Ela besok,," ucap Jeki.
"Aku akan menikahi dia hari ini,, kalau kamu seperti ini,, kamu di kantor dulu,," ucap Juan sambil ingin berjalan ke luar ruangan,, namun Jeki dengan cepat menahannya.
"Ehhh,, mau kemana?" tanya Jeki.
"Mau melamar Ela dan langsung menikahi dia hari ini,, biar nggak ada yang ganggu dan mengharapkan dia lagi,,, coba saja kalau masih berani mengharapkan istri aku,," jawab Juan serius.
Raka dan Jeki lagi-lagi melongo tidak percaya begitu mendengar ucapan Juan.
Gila,, Juan memang benar-benar mencintai Ela,, sampai-sampai dia begini amat,, batin Raka.
"Nggak usah Juan,, lebih baik menikahi Ela sesuai rencana awal saja,, kamu memang sangat mencintai Ela,, dia pasti bahagia kalau bersama kamu,, aku mundur alon-alon saja,," ucap Jeki dengan berat hati dan dia juga harus belajar merelakan Ela bersama Juan,, biar bagaimanapun dia sudah kalah start begitu pikir Jeki.
__ADS_1
Sementara di waktu yang sama Syeila sudah sampai di perusahaan Kenan,, dia sudah berjalan masuk ke dalam perusahaan menuju ke tempat Juan berada.