
Juan pun segera pergi dari rumah pasangan suami istri itu yang membuat matanya terkontaminasi dengan kemesraan mereka.
Setelah Juan pergi dan Kenan menutup pintu rumah, Friska langsung saja ngomel-ngomel.
"Om kenapa sih cium pipi dan peluk-peluk aku di saat ada om Juan" ucap Friska dengan omelan dan cemberutnya.
Yang di omeli pun hanya santai sambil menarik tangan Friska menuju sofa, kemudian dia pun duduk di sofa dan menarik tubuh Friska lagi agar kembali duduk di pangkuannya, namun kali ini berbeda dengan sewaktu ada Juan tadi.
Sekarang Friska duduk di pangkuan Kenan berhadapan dengan Kenan.
Kenan mengelus bibir Friska.
"Masih untung di pipi istriku kalau di bibir gimana" ucap Kenan sambil mengelus bibir Friska.
"Ihhh om apaan sih pokoknya jangan cium-cium kalau ada om Juan, wajahku ini aku nggak tahu lagi mau di simpan dimana om" ucap Friska sambil mengalungkan kedua tangannya di leher Kenan.
"Simpan di tempatnya dong, lagian kenapa mesti malu sama Juan bukankah dia pernah melihat kita berdua ciuman di restoran dan waktu itu kamu yang memulainya istriku" ucap Kenan sambil mengelus lembut wajah Friska dan menatapnya dengan lembut lalu Kenan tersenyum melihat wajah merah merona Friska.
"Ihhh om itu udah lama jangan kasih ingat aku lagi, aku malu om" ucap Friska dengan manjanya lalu ingin segera turun dari pangkuan Kenan karena dia sudah benar-benar malu dan wajahnya sudah benar-benar seperti kepiting rebus.
Namun Kenan menahannya dan mengalungkan kembali tangan Friska di lehernya.
"Kamu jangan kemana-mana dulu istriku, aku ingin lihat wajah merah merona kamu kalau lagi malu" ucap Kenan lalu tersenyum.
"Om nyebelin banget, aku ngambek nih" ucap Friska.
"Jangan ngambek dong aku hanya bercanda, kalau kamu ngambek, kamu mau jadi istri durhaka heem" ucap Kenan.
"Nggak mau dong om, om tuh andalannya ngomong gitu tahu nggak" ucap Friska dengan cemberutnya yang sangat menggemaskan di mata Kenan.
Kenan pun menatap Friska yang sedang mengalungkan kedua tangannya di leher Kenan dengan wajah cemberut lalu tangan Kenan mengeratkan pelukannya di pinggang Friska membuat Friska yang di pangkuan Kenan semakin maju kepada Kenan, Kenan pun ingin mencium bibir Friska. Namun belum sampai mencium bibir Friska tinggal sedikit lagi baru sampai.
__ADS_1
"Astagfirullah" ucap kedua orang tua Kenan ketika melihat pemandangan itu, mereka langsung masuk ke dalam rumah karena pintu rumah Kenan dan Friska yang tidak di kunci.
Friska dan Kenan yang mendengar suara itu langsung terkejut.
Friska dengan segera turun dari pangkuan Kenan lalu melihat siapa yang berbicara ternyata mertuanya membuat Friska benar-benar malu dan salah tingkah.
Kenan pun ikut salah tingkah ketika melihat ternyata mama dan papanya yang datang.
"Mama, papa ini nggak seperti yang kalian lihat dan kalian pikirkan" ucap Friska gelagapan.
Mama dan papa Kenan pun saling pandang.
"Mama dan papa kok datang kesini nggak bilang-bilang" ucap Kenan berusaha terlihat biasa saja padahal terlihat jelas kalau dia juga salah tingkah.
Kedua orang tua Kenan memutuskan untuk datang ke rumah anak dan menantunya karena menerima kabar dari Juan kalau mereka sudah tidur sekamar, jadi karena terlalu senang mereka pun memutuskan untuk ke rumah anak dan menantunya tidak bilang-bilang untuk memberi kejutan kepada anak dan menantunya namun ternyata mereka berdua yang mendapat kejutan yang membahagiakan hati mereka.
"Kita sengaja sayang mau memberi kalian kejutan, ehh ternyata kita yah pa yang dapat kejutan" ucap mama Kenan sambil melirik suaminya dan tersenyum.
"Iya ma, kalau tahu begini kita lama-lama dulu tadi di luar, kita jadi merasa nggak enak nih mengganggu pengantin baru, biar di sofa pun bisa yah berarti di kamar kurang atau jangan-jangan sofa berasa kayak kamar" ucap ayah Kenan yang asal ceplos membuat Friska benar-benar merasa malu.
"Udah mama sama papa jangan ngomong seperti itu, lihat nih istriku benar-benar merasa malu" ucap Kenan.
"Om aku benar-benar malu, aku ingin menghilang dari sini" bisik Friska kepada Kenan dengan wajah yang benar-benar sudah memerah karena malu.
Kenan yang mendengar bisikan Friska langsung saja tersenyum.
Mama Kenan pun mendekati Friska.
"Sayang kamu nggak usah malu, lagian kalian udah sah, Kenan suamimu" ucap mama Kenan lalu tersenyum.
"Tetap ajah malu ma, tapi ini kita nggak mau ngapa-ngapain kok tadi" ucap Friska sambil melihat mama Kenan.
__ADS_1
Lagi-lagi mama Kenan terkejut melihat tanda kissmark di leher Friska. Kenan yang melihat ekspresi mamanya sudah tahu dan Kenan hanya tersenyum.
"Istriku ayo kita ke kamar, mandi dulu baru kita temuin mama dan papa lagi" ucap Kenan.
Mama Kenan pun tersadar dari keterkejutannya.
"Oh kalian belum mandi, ya sudah mandilah dulu, mama dan papa menunggu di bawah yah sayang" ucap mama Kenan sambil tersenyum penuh arti.
Friska yang melihat senyum mertuanya langsung menyadari kalau ucapan Kenan itu bisa membuat mertuanya salah paham.
"Om mandilah duluan biar aku temani mama dan papa dulu disini, masa mama dan papa kita tinggalin disini" ucap Friska mencari alasan supaya mertuanya tidak salah paham lagi.
"Nggak apa-apa sayang, kalian pergilah mandi bersama biar kami menunggu di sini, lama juga nggak apa-apa kok sayang kita akan sabar menunggu" ucap mama Kenan.
"Haa, tapi...ucapan Friska terhenti karena Kenan memotong bicara Friska.
"Ayo istriku kita mandi cepat" ucap Kenan lalu menggendong tubuh Friska ala bridal style.
"Mama dan papa tunggu sebentar yah" ucap Kenan lagi lalu berjalan menuju anak tangga lalu menapaki anak tangga satu persatu.
"Iya sayang kalian lama-lama saja nggak apa-apa kok sayang" ucap mama Kenan yang masih terdengar sedikit di telinga Kenan dan juga Friska.
Sedangkan papa Kenan hanya tersenyum bahagia melihat Kenan memperlakukan Friska seperti itu.
"Om udah turunin aku, mama sama papa nggak lihat kita lagi, nggak usah drama lagi" ucap Friska karena Friska tiba-tiba teringat sama pernikahan mereka yang di dasari perjodohan dan ada perjanjian di antara mereka, itulah Kenan pasti sengaja berbuat berlebihan di depan kedua orang tuanya.
"Siapa yang lagi drama, aku memang ingin menggendong istriku, jadi kamu diam ajah yah" ucap Kenan sambil berjalan menapaki anak tangga.
Friska pun mengikuti ucapan Kenan. Setelah masuk di dalam kamar Kenan pun mendudukan Friska di tempat tidur mereka.
"Kamu rebahan dulu saja, aku mandi duluan yah" ucap Kenan lalu mencium kening Friska kemudian segera masuk ke kamar mandi.
__ADS_1
Friska hanya bengong saja dengan perlakuan Kenan kepada dirinya.
"Mama sama papa ganggu ajah sih, padahal kan rencananya hari ini pengen menghabiskan waktu berdua bareng istriku yang habis kabur dari rumah" gumam Kenan di dalam kamar mandi.