Cinta Presdir Tampan

Cinta Presdir Tampan
Kenan cemburu


__ADS_3

"Ihh dasar yah si Jojo ini main asal nutup telfon lagi, awas ajah yah loe kalau sampai loe suka sama gue, gue tolak mentah-mentah tahu nggak" ucap Salsa kesal sambil melihat ponselnya.


"Gue sih yakin Jojo pasti nggak bakalan suka sama loe karena tipe dia itu nggak ada di loe" ledek Friska lalu tertawa.


"Iya Fris, benar yang loe bilang" ucap Ela lalu tertawa juga.


"Heem bagus yah kalian berdua belain Jojo, seharusnya salah satu dari kalian itu belain gue dong biar adil" ucap Salsa sambil berpura-pura sedih.


"Iya deh kita berdua belain loe sekalian, udah senang sekarang?" tanya Friska.


"Udah alhamdulillah" jawab Salsa lalu tertawa.


"Dasar loe, jadi gimana nih di rumah siapa kita ngumpulnya?" tanya Ela yang teringat dengan perkataan Jojo tadi.


"Iya Fris, di rumah siapa nih, kalau gue sih sarannya disini ajah tapi pak Kenan melarang heem" ucap Salsa.


"Bentar gue telfon om gue dulu" ucap Friska.


"Mau kemana loe Fris?" tanya Ela yang melihat Friska ingin keluar dari dalam ruangan.


"Mau nelfon om gue, gimana sih loe gue kan udah bilang tadi" ucap Friska gemas.


"Harus gitu loe keluar, disini ajah loe nelfon dong" ucap Ela.


"Gue keluar ajah kalau disini gue nggak konsentrasi bicara lihat muka kasian kalian berdua" ucap Friska lalu segera keluar ruangan.


"Ya ampun untung dia sahabat kita yah" ucap Salsa.


"Iya" ucap Ela lalu tertawa.


#####


Setelah Friska rasa sudah cukup jauh dari kedua sahabatnya, dia pun segera menelepon Kenan.


"Duh kok ponselnya nggak aktif sih" ucap Friska sambil terus menghubungi Kenan.


Ponsel Kenan tidak aktif-aktif juga membuat Friska bingung.


"Heem aku telfon om Juan ajah deh" ucap Friska lalu segera menelepon Juan.

__ADS_1


"Halo Nyonya, ada apa?" tanya Juan dari balik telfon.


"Ihh om Juan jangan panggil Nyonya dong" protes Friska.


"Itu sudah perintah Nyonya dari tuan Kenan" ucap Juan.


"Kan nggak ada orangnya jadi nggak usah panggil Nyonya" ucap Friska lagi.


"Nggak boleh Nyonya, walaupun tuan Kenan tidak ada tapi tetap saya harus melaksanakan perintahnya" ucap Juan sambil menahan tawanya karena dia tahu pasti Friska sekarang sedang kesal dengan perintah suaminya itu.


"Terserah om deh, aku yang muda mengalah sama yang tua" ledek Friska yang membuat Juan mengelus dadanya.


Sabar,, sabar batin Juan sambil mengelus dadanya.


"Oh iya Nyonya, ada yang bisa saya bantu?" tanya Juan mengalihkan pembicaraan, dia paling tidak mau berlama-lama kalau sudah membahas tua dan muda.


"Iya ada om, ini aku mau nanya suamiku lagi dimana yah kok nomor ponselnya nggak aktif?" tanya Friska yang yakin pasti Juan mengetahuinya.


Juan pun mengernyitkan keningnya bingung begitu mendengar pertanyaan Friska, karena Juan pikir Kenan sedang berada di rumah.


"Om Juan dengar nggak sih aku tanya" ucap Friska lagi karena Juan tak kunjung menjawabnya.


"Ya ampun om kan asistennya, gimana sih om masa nggak tahu kemana perginya, aku pikir tadi dia lagi bersama dengan om Juan atau setidaknya om tahu" ucap Friska.


"Saya benar-benar tidak tahu Nyonya, tapi kalau tuan Kenan sudah kesini saya akan mengabari Nyonya, atau saya akan memberitahukan kepadanya dengan cepat bahwa istri cantiknya meneleponnya tapi nomor ponselnya tidak aktif" ucap Juan.


"Heem benarkan aku cantik om, aku harus memberitahukan kepada suamiku kalau om Juan juga sadar bahwa aku cantik, tapi emang sih aku cantik" ucap Friska lalu tertawa.


Juan seketika panik mendengar ucapan Friska karena kalau sampai dia memberitahukan Kenan tentang yang dia ucapkan tadi, Kenan pasti berpikir bahwa dia sedang merayu istrinya atau bahkan berpikiran yang lebih parah lagi dan sudah pasti ada konsekuensi yang akan di dapatkan Juan.


"Nyonya sebaiknya jangan ucapkan itu kepada tuan Kenan, agar kehidupanku tetap aman, tentram dan damai" ucap Juan.


Suamimu itu cemburuan, posesif bisa gawat kalau dia tahu batin Juan.


"Yah baiklah kalau nggak lupa" ucap Friska.


"Ya udah aku tutup dulu yah telfonnya om" ucap Friska lagi.


"Iya Nyonya" ucap Juan sambil berdoa di dalam hatinya agar Friska tidak memberitahu Kenan.

__ADS_1


Friska pun segera kembali ke ruangan tempat karaoke mereka.


"Gimana Fris?" tanya Salsa begitu Friska duduk di sebelahnya.


"Di izinin nggak?" tanya Ela juga.


"Nggak tahu nomor ponsel om Kenan nggak aktif nih" ucap Friska.


"Haa terus loe lama banget ngapain?" tanya Ela.


"Hem gue bicara dengan om Juan, nanyain keberadaan om Kenan tapi om Juan juga nggak tahu" ucap Friska.


Salsa dan Ela langsung heboh seketika begitu mendengar nama Juan membuat Friska bergidik ngeri.


"Fris loe kalau mau nanya sama kak Juan seharusnya bilang sama gue ajah biar gue yang tanyain supaya ada alasan gitu buat mendengar suara kak Juan" ucap Ela dengan centilnya.


"Ya ampun jangan dengarkan dia Fris, lebih baik loe bilang sama gue" ucap Salsa yang tidak mau kalah.


"Centil banget sih kalian berdua" ucap Friska heran.


"Kayak loe nggak ajah Fris, padahal loe kan lebih centil, kita kan belajar dari loe" ucap Ela lalu tertawa.


"Iya benar banget Ela yang loe bilang" ucap Salsa lalu ikut tertawa juga.


"Jadi intinya gimana dong nih?" tanya Salsa yang teringat dengan rencana mereka setelah menghentikan tawanya.


"Gue telfon lagi deh, gue tuh nggak boleh keluar sebelum izin tahu nggak, sedangkan izin ajah untung kalau di bolehin" ucap Friska.


"Pasti loe tobat yah di angkat seperti karung beras" ucap Ela.


"Sembarangan ajah" ucap Friska lalu ingin menelepon Kenan namun ponselnya duluan berdering dan ternyata Kenan yang menghubunginya.


"Ehh panjang umur nih om Kenan nelfon gue"


"Gue keluar angkat dulu" ucap Friska lalu berjalan keluar dari dalam ruangan lagi.


Salsa dan Ela pun melanjutkan ngemilnya.


Kenan mengetahui kalau Friska meneleponnya dari CCTV yang berada di rumahnya. Dia memutar rekaman selama ponselnya dia nonaktifkan dan disitu dia mengetahui kelakuan Juan yang membuat Kenan ingin memakan Juan, dia juga mendengar kalau Dafa akan ulang tahun. Istrinya dan sahabat-sahabat istrinya ingin merayakan ulang tahun Dafa yang tentu saja membuat Kenan cemburu.

__ADS_1


"Halo sayang, kenapa ponselmu tidak aktif tadi, kamu lagi dimana? kok om Juan nggak tahu sih kamu lagi berada dimana sekarang" tanya Friska pada Kenan setelah mengangkat panggilan telfon dari Kenan.


__ADS_2