
"Hai Friska,, nggak nyangka akan ketemu kamu disini," ucap Rio mantan Adelia.
"Dek cantik," ucap Raka sambil nyengir.
Ya ampun dek,, dek,, kamu makin cantik aja,, kapan lah abang bisa move on dari kamu,, sekarang dia makin dewasa lagi,, batin Raka sambil melihat Friska.
"Friska kamu ada disini juga,," ucap Dafa sambil tersenyum pada Friska.
Kenan yang masih asik memperhatikan istrinya bicara tiba-tiba terkejut begitu mendengar ucapan bersamaan ketiga pria itu kepada istrinya.
Kenan langsung melihat tidak suka kepada ketiga pria itu sedangkan Juan langsung menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Haduhh gawat ini,, pasti cemburu banget nih tuan Kenan,, batin Juan sambil melihat Kenan.
Friska pun langsung menoleh kepada ketiga pria itu,, dan ketiga pria itu saling melihat begitu mereka datang secara bersamaan kepada Friska.
"Loh,, kak Rio,, kak Raka,, Dafa,, kalian disini juga,, aku nggak nyangka banget bakalan ketemu dengan kalian disini,,, apalagi kak Rio udah lama banget kita nggak pernah ketemu loh,,," ucap Friska yang tampak sangat bahagia melihat ketiga pria itu tanpa menyadari disampingnya sudah ada yang kepanasan.
"Iya udah lama banget yah,, kamu jadi makin cantik saja Friska," ucap Rio sambil tersenyum dan melirik Kenan,, dia benar-benar berusaha menahan tawanya ketika melihat ekspresi wajah Kenan.
Hahaha pernikahan mereka pasti masih disembunyikan,,, asik nih kerjain Kenan,, tapi Friska memang semakin cantik sekarang,, aku berusaha melupakan dia dengan pergi jauh-jauh dari dia tapi pas bertemu aku jadi semakin menyukai dia,, astaga proses move on yang aku jalani selama ini sia-sia saja kalau seperti ini,, batin Rio.
"Tolong yah jangan gombalin ponakan saya,, dia masih polos,, kasihan," ucap Kenan dingin.
"Ponakan kamu memang cantik kok,, benar kata dia,," ucap Raka juga sambil menahan tawanya.
"Iyakan?" tanya Raka lagi pada Dafa walaupun mereka belum saling mengenal.
"Iya cantik banget,, aku benar-benar kaget melihat Friska yang cantik begini,, dia nggak dandan aja udah cantik banget," ucap Dafa yang benar-benar terpesona melihat Friska yang sangat berbeda malam ini.
Friska langsung tersenyum malu-malu begitu mendengar pujian Dafa,, karena dulu dia sempat sangat mencintai Dafa namun sekarang dia sudah sangat mencintai suaminya yaitu Kenan.
"Tuh kan,, oh iya di samping kamu kosong yah,, aku duduk di samping kamu yah dek cantik," ucap Raka yang langsung mendapatkan pelototan mata dari Kenan.
"Emmm aku juga boleh gabung disini kan?" ucap Rio sambil melihat Friska.
__ADS_1
Apa-apaan mereka ini,, batin Kenan sambil menahan kekesalannya.
"Aku juga boleh kan Fris? kita kan udah lama nggak ketemu semenjak selesai ujian,," ucap Dafa sambil melihat Friska juga.
Friska tampak melirik sedikit pada Kenan,, terlihat jelas Kenan sedang kesal,, di kepalanya seperti sudah mengeluarkan asap.
Tapi Friska juga merasa tidak enak kepada Raka,, Rio dan Dafa.
"Iya boleh kok," ucap Friska sambil tersenyum.
Nggak enak banget kalau aku nggak bolehin,, jarang-jarang bisa bertemu dengan mereka seperti ini di tempat yang sama,, aku juga kan nggak mungkin ketemu mereka hanya berdua saja,, jadi ini bagus karena suami aku juga ada disini,, jadi dia nggak akan salah paham,, batin Friska.
Kenan tampak menghembuskan nafasnya kasar dan itu membuat Raka benar-benar melihat Kenan yang tampak kesal.
"Kursi udah nggak ada,, kembali saja ke tempat kalian," ucap Kenan dingin.
Istriku ini kenapa mengizinkan mereka,, nggak tau apa kalau suaminya cemburu,, batin Kenan.
"Itu sih gampang,, di sana kursi kita,, yah tinggal aku menyuruh aja supaya dipindahkan kesini,, beres kan,, lagian di sana nggak enak,, disini enak kalau duduk bersama dengan orang yang kita kenal," ucap Raka lagi.
"Kalian kembali aja ke partner kalian,, ngapain mau duduk disini," ucap Kenan lagi.
"Hmm aku datang sendiri,, karena aku jomblo jadi nggak bawa partner,, bebas kan aku mau duduk dimana saja," ucap Raka cepat.
"Iya aku juga nggak punya partner kalau aku jomblo,," ucap Rio.
"Sama aku juga nggak ada partner,, aku jomblo,, aku datang tadi bersama ayahku,, tapi ayahku lagi bicara dengan rekan bisnisnya juga dan itu sangat membosankan,, aku juga mau duduk disini karena ada Friska teman sekelas aku," ucap Dafa sambil tersenyum pada Friska.
Astaga cobaan macam apa ini,, cukup sekali aku membawa kamu istriku,, batin Kenan meronta-ronta.
Juan sangat berusaha menahan tawanya karena melihat Kenan yang tampak sangat kesal.
"Bisa-bisanya kalian jomblo semua,," cibir Kenan.
"Yah itulah takdir,, aku lagi menunggu istri orang masalahnya jadi gitu deh aku jomblo sampai sekarang," ucap Raka sambil duduk di dekat Friska.
__ADS_1
"Heh Raka awas kamu jangan duduk dekat ponakan aku," ucap Kenan cepat.
"Udah terlanjur pak Kenan,," ucap Raka lagi.
"Ponakan ku sayang,, kita tukaran tempat duduk yah,, banyak buaya disini kamu harus dijaga," ucap Kenan sambil melihat Raka dengan tatapan kesalnya.
Friska pun mengikuti kemauan suaminya.
"Kak Raka beneran lagi menunggu istri orang sekarang?" tanya Friska yang sedikit terkejut.
"Iya dek cantik,," jawab Raka sambil menahan tawanya karena melihat ekspresi wajah Kenan,, Raka yakin Kenan pasti sudah mengerti dengan maksud dirinya.
Sepertinya dia juga menyukai Friska,, batin Rio sambil melihat Raka.
Sedangkan Dafa tidak pernah terpikir kalau yang dimaksud Raka itu adalah Friska.
"Hah nggak boleh gitu dong kak Raka,, kan dia udah punya suami,, kak Raka nyari aja cewek yang masih single," ucap Friska.
"Kamu mau nggak?" tanya Raka.
"Raka,," ucap Kenan cepat sambil melihat kesal pada Raka.
"Kak Raka pasti hanya bercanda saja om,," ucap Friska yang memang tidak menganggap serius ucapan Raka.
Kak Raka udah tau kalau aku sudah menikah dengan kamu rasanya nggak mungkin dong yang dia maksud istri orang itu aku,, walaupun dia bilang lagi menunggu istri orang,, aku kan istri teman dia sendiri,,, suami ku ini terlalu menganggap serius candaan kak Raka,, batin Friska.
"Aku nggak suka candaannya dalam bentuk apapun kalau tujuannya untuk merayu kamu ponakan ku sayang,," ucap Kenan sambil menekankan kata sayang.
"Hmm pak Kenan baperan,," ucap Raka.
Sementara Rio dan Dafa sedang pergi ke tempat duduknya semula untuk menyuruh orang memindahkan kursi mereka ke dekat Friska.
"Raka kamu jangan godain istri aku yah,, mau kamu aku sunat dua kali," ucap Kenan sambil menatap tajam Raka.
"Nggak mau dong,, dek cantik kan pasti mengerti kalau aku hanya bercanda saja,, iyakan?" ucap Raka sambil melihat dengan tatapan penuh cinta pada Friska,, namun Friska tidak pernah menyadari tatapan Raka pada dirinya berbeda dengan Kenan yang sudah tentu menyadari itu semua.
__ADS_1
Situasi semakin memanas,,, si Raka ini emang suka banget buat Kenan kepanasan,, nggak tenang,, Raka,, Raka si jomblo ngenes,, batin Juan sambil menahan tawanya.