
"Istriku sayang ini itu urusan laki-laki, kamu nggak cocok berada disana, banyak pria disana dan aku nggak mau kalau sampai mereka menyukai kamu" ucap Kenan sambil mencubit hidung Friska gemas.
Maafkan aku istriku disana memang ada pria tapi hanya satu orang saja yaitu dokter wajah, selain aku nggak mau dia melihatmu karena jangan sampai dia menyukaimu, aku juga nggak mau dia melihatmu yang jauh lebih muda dari aku, dan yang lebih penting lagi aku nggak mau kamu mengetahui aku mau perawatan karena aku yakin kamu pasti ledekin aku batin Kenan.
"Yah sayang padahal aku benar-benar sangat bosan di rumah, aku ingin ikut, boleh yah sayang aku nggak bakalan centil-centil kok dan aku nggak akan melihat-lihat pria lain selain kamu" rengek manja Friska.
Ya ampun kenapa dia harus manja di saat seperti ini batin Kenan.
"Sayang boleh yah" rengek Friska lagi lalu mengecup bibir Kenan.
"Emm sayang" ucap Kenan bingung sendiri.
"Oh sayang nggak usah deh aku ikut, aku ajak sahabat-sahabat aku ajah ke rumah ini, boleh yah" rayu Friska lagi.
"Boleh sayang tapi jangan cowok yang cewek ajah yah, kalau yang cowok nanti ajah kalau aku ada di rumah supaya aku bisa menjaga kamu" ucap Kenan.
"Yah kok gitu sih nanti mereka ngambek lagi kalau aku tidak mengajak mereka, lagian untuk apa juga kamu menjaga aku sayang, mereka kan sahabat-sahabat aku jadi mereka tidak berbahaya sama sekali" ucap Friska.
"Mereka berbahaya sayang kalau versi laki-laki, kamu nggak akan mengerti. Jadi yang cewek ajah yah kamu ajak ke rumah ini sekarang jangan yang cowok" ucap Kenan.
"Baiklah, ayo kita makan kalau gitu" ucap Friska sambil duduk di sebelah kursi Kenan.
Mereka pun sarapan pagi bersama.
######
"Sayang ingat yah teman cewek ajah, jangan teman cowok" ucap Kenan lagi mengingatkan Friska ketika dia ingin masuk ke dalam mobilnya.
"Iya, aku ingat kok" ucap Friska.
"Baguslah istriku" ucap Kenan lalu mencium kening Friska dan Friska salam kepadanya kemudian dia segera masuk ke dalam mobil untuk segera ke tempat dokter wajah pribadinya.
Sebelum itu tak lupa dia memberikan sarapan pagi buat satpam di rumahnya.
"Pak kalau ada cowok yang kesini jangan kasih masuk yah" pesan Kenan kepada pak satpam.
"Baik tuan"
"Biarpun istriku yang menyuruh, jangan kasih masuk cowok itu yah"
"Siap tuan"
"Oke"
Kenan segera mengemudikan mobilnya menuju ke tempat dokter wajah pribadinya.
#####
__ADS_1
Friska segera menghubungi sahabatnya Salsa.
"Halo Sal, loe lagi dimana?" tanya Friska begitu Salsa mengangkat panggilan telfonnya.
"Lagi di rumah nih, kenapa memangnya?" tanya Salsa.
"Loe kesini dong" ajak Friska.
"Kemana?" tanya Salsa.
"Ke rumah gue"
"Rumah loe yang mana?" tanya Salsa lagi.
"Rumah gue dan om Kenan" ucap Friska yang membuat Salsa langsung heboh seketika karena dia akan ke rumah Kenan, pengusaha kaya raya.
"Serius loe Fris?" tanya Salsa memastikan.
"Iya dong gue serius, mau nggak loe?" tanya Friska.
"Mau banget dong, gue pengen banget lihat rumah om loe Fris, pasti bagus banget kan" ucap Salsa.
"Iyalah pasti, loe kok tiba-tiba jadi kampungan sih Sal" ledek Friska lalu tertawa.
"Ihh dasar loe, ini tuh suatu kebanggaan ajah buat gue Fris bisa ke rumah Kenan Mahardika" ucap Salsa dengan bangganya.
"Terserah loe deh mau bilang apa, yang penting gue senang banget kalau bisa ke rumah om loe, buruan sebutin alamat rumah om loe, supaya gue langsung kesana" ucap Salsa dengan semangatnya.
"Santai dong loe, nanti gue wa alamatnya lagian pasti loe pernah melewatinya hanya loe nggak sadar ajah" ucap Friska lagi.
"Iya memang gue nggak sadar, buruan loe wa gue langsung kesitu"
"Loe ajak Ela dulu dong"
"Oke deh, yang lain juga gue ajak kan?" tanya Salsa.
"Jangan pokoknya loe ajak Ela ajah dan yang lain nggak boleh tahu" ucap Friska mengingatkan Salsa.
"Loh kenapa Fris, gue nggak boleh ajak yang lain?" tanya Salsa bingung.
"Karena om Kenan melarang cowok datang ke rumahnya kalau nggak ada dia, jadi dia nyuruh gue ajak sahabat cewek gue ajah" ucap Friska.
"Oh gitu yah, iya juga sih pasti nggak bagus juga kalau dia nggak ada di rumahnya terus banyak pria yang ke rumahnya" ucap Salsa.
"Ya sudah berarti loe jangan sampai di tahu sama yang lain, dan jangan lupa loe beritahu Ela juga yah" ucap Friska lagi.
"Beres sih itu"
__ADS_1
Friska pun menutup panggilan telfonnya dengan Salsa.
Friska segera ke kamar mandi untuk mandi terlebih dahulu, kemudian dia menunggu sahabatnya datang dengan duduk santai di sofa.
######
"Sal, ini beneran alamatnya disini?" tanya Ela.
Salsa dan Ela berboncengan ketika ke rumah Kenan, jadi mereka hanya menggunakan satu motor saja.
"Iya beneran" jawab Salsa.
"Ya ampun kita suka lewati rumah ini loh dan gue penasaran besarnya rumah ini seperti apa karena gerbangnya ajah tinggi dan tertutup gini" ucap Ela.
"Iya gue juga nggak nyangka kalau ini ternyata rumah Kenan Mahardika dan Friska sahabat kita tinggal disini" ucap Salsa.
"Ya udah ayo kita masuk"
Satpam yang mendengar bel segera membuka gerbang tapi sebelum itu dia lihat dulu, karena Kenan sudah memberi perintah kepadanya agar tidak mengizinkan pria masuk ke dalam apabila dirinya tidak ada di rumah.
Satpam itu melihat ternyata perempuan dia pun segera mempersilahkan mereka masuk, setelah menanyakan keperluan mereka terlebih dahulu.
"Wah ya ampun ini rumah atau apaan gede banget Sal" ucap Ela takjub.
"Iya Ela ya ampun berbeda banget dengan rumah kita, iya kan"
"Iya, Friska nggak kesasar nih tinggal disini" ucap Ela.
"Mungkin awal-awalnya dia kesasar" ucap Salsa lalu tertawa.
Salsa dan Ela segera membunyikan bel rumah Friska lagi, Friska yang mendengar bunyi bel segera berlari membuka pintu karena dia tahu itu pasti Salsa dan Ela.
"Kalian udah datang, ayo masuk" ajak Friska setelah membuka pintu.
Mereka pun segera masuk sambil takjub setelah melihat isi dalam rumah Friska.
"Kalian berdua santai ajah dong" ucap Friska heran sambil menggelengkan kepalanya.
"Gila Fris, rumah pak Kenan bagus banget Friska" ucap Salsa.
"Biasa ajah" ucap Friska.
"Ini nggak biasa Fris" ucap Ela juga.
"Ya udah terserah kalian, kita mau ngapain yah bagusnya kalau di rumah?" tanya Friska.
"Karaoke" ucap Ela dan Salsa bersamaan karena mereka sudah rencana memang.
__ADS_1