Cinta Presdir Tampan

Cinta Presdir Tampan
Mau curhat sama kamu


__ADS_3

Ela yang mendengar bunyi ponselnya lagi segera melihat siapa yang menelepon dirinya dan ternyata tantenya yang meneleponnya dengan segera Ela mengangkat panggilan telfon dari Syeila.


"Halo tanteku sayang, ada apa?" tanya Ela begitu sudah menjawab panggilan telfon dari Syeila.


Syeila tersenyum begitu mendengar ucapan Ela. dan terlintas bayangan Juan yang sedang memuji-muji ponakannya Ela dan juga Juan yang mengatakan kalau dia sangat mencintai Ela yang membuat hati Syeila sakit.


"Tante kenapa diam?" tanya Ela bingung karena tidak mendengar jawaban dari Syeila padahal telfon masih tersambung.


"Mmm nggak kok sayang tante nggak bermaksud diam, hanya tadi ada Juan tapi sekarang dia udah balik ke ruangannya, dia itu sangat tidak ingin kalau perhatianku teralihkan harus dia dulu yang di perhatikan baru yang lain, maaf yah sayang," ucap Syeila.


Ela mencoba untuk biasa saja setelah mendengar ucapan Syeila tapi apalah daya dia tetap tidak bisa, karena Juan habis memperlakukan dia dengan lembut jadi ada perasaan sakit lagi yang Ela rasakan pada hatinya walaupun dia berusaha untuk menyangkal semua itu, tapi tetap saja sangat susah.


Kenapa kak Juan harus setega ini sih, maksud dia apa semalam, marah-marah padaku seperti pria yang sedang cemburu sekaligus lembut padaku seperti pria yang sangat mencintaiku, tapi sekarang dia juga begitu romantis pada tante Syeila batin Ela.


"Iya tante nggak apa-apa kok, ya udah tante urus pacar tante dulu baru deh tante telfon lagi, aku nggak mau ganggu waktu tante," ucap Ela.


"Dia udah ke ruangannya sayang, tante kan udah bilang tadi, aku sudah mengurusnya tadi, sekarang tante tinggal sendiri jadi nggak usah berpikir kamu bakalan mengganggu waktu tante bermesraan dengan pacar tante yah, lagian tante yang menelepon kamu bukan kamu yang menelepon tante," ucap Syeila sambil tersenyum sinis.


Kamu sudah mengganggu kisah percintaanku Ela keponakanku, dari sekian banyak wanita di dunia ini kenapa harus kamu yang dicintai Juan, kenapa aku kalah sama ponakan aku sendiri, kenapa Juan nggak mencintai aku saja, padahal aku jauh lebih baik daripada kamu, sangat jauh, kamu nggak punya apa-apa yang bisa di banggakan batin Syeila.


"Oh gitu yah tante, bagus deh kalau aku tidak mengganggu waktu tante dengan pacar tante, oh iya tante lagi dimana memangnya sekarang?" tanya Ela yang kepo.


"Aku lagi di kantin perusahaan sayang, aku tadi makan bersama pacar aku, dia itu sangat manja, tidak mau makan sendiri maunya di temani terus dengan aku, jadi aku bela-belain datang ke kantor hanya untuk menemani dia makan siang, karena kalau tidak di temani dia nggak mau makan siang kan nggak baik kalau dia sakit nanti," ucap Syeila yang jelas-jelas berbohong, karena dialah sebenarnya yang ingin makan bersama Juan.


Juan sebenarnya tidak mau karena akan merepotkan Syeila, lagian Syeila juga tidak bisa lagi di tanyakan solusi karena dia terus menyuruh Juan untuk melupakan Ela dan mengikhlaskan Ela bersama pacarnya yang Juan belum tahu apa-apa tentang kebenarannya, makanya Juan tidak mau lagi merepotkan Syeila begitu pikir Juan.


Sedangkan Syeila terus memaksa, dia melakukan itu untuk terus mempengaruhi Juan agar mau mengikuti ucapannya dan akhirnya tidak mencintai Ela lagi.

__ADS_1


Kak Juan ternyata begitu jika sudah mempunyai kekasih, kok aku kesal sih, begini yah rasanya cemburu tapi bukan siapa-siapa, batin Ela.


"Sweet banget yah pacar tante, dia pasti sengaja melakukan itu biar bisa bertemu tante terus, bisa melihat tante" ucap Ela.


"Iya begitulah sayang, kamu juga pengen punya pacar yang sweet?" tanya Syeila.


"Iya pengen lah tan, kan romantis kalau punya pacar yang sweet, hanya aku belum menemukan pria yang aku suka tan dan menyukai aku juga," ucap Ela.


Dasar pembohong bilang saja kalau kamu mengharapkan Juan, makanya tidak mau mencari pria lain, batin Syeila yang kesal sendiri pada Ela.


"Banyak kok pria yang begitu sayang, tante carikan buat kamu yah biar kamu nggak jomblo lagi, pokoknya kamu harus mau nggak boleh nolak, tante itu nggak mau kamu kuliah nggak ada penyemangat sayang, kan kalau ada pacar kamu bisa lebih semangat lagi apalagi kalau kalian lagi kuliah bersama pasti seru" ucap Syeila.


Kamu harus segera mempunyai kekasih Ela biar Juan berhenti mengharapkan kamu, batin Syeila.


"Emm nggak usah tante carikan aku, biar aku cari sendiri saja, aku nggak biasa kalau dicarikan pria tan, biar aku saja yang menemukan sendiri pria yang cocok dengan aku, lagian kalau masalah penyemangat kuliah banyak kok tan yang bisa menjadi penyemangat aku kuliah, nggak mesti memiliki kekasih juga" tolak Ela secara halus karena tidak ingin menyakiti hati tantenya.


"Kamu nggak percaya sama pilihan tante yah?" tanya Syeila dengan nada bicara yang berpura-pura sedih dan kecewa yang membuat Ela benar-benar merasa tidak enak pada tantenya.


"Nggak kok tan aku nggak bermaksud begitu, aku percaya banget sama pilihan tante cuma aku nggak mau saja dicarikan biar aku sendiri saja yang mencari, tante jangan sedih yah Ela benar-benar nggak bermaksud begitu tan," ucap Ela.


"Iya deh tante nggak memaksa kamu lagi sayang, tante mengerti kok sama maksud kamu" ucap Syeila.


"Terima kasih tan sudah selalu pengertian dengan aku," ucap Ela sambil tersenyum walaupun Syeila juga tidak melihatnya.


Kalau cara ini tidak bisa maka harus pakai cara lain batin Syeila.


"Kamu lagi dimana sekarang sayang?" tanya Syeila.

__ADS_1


"Lagi di rumah ajah tan, kan sekarang aku udah libur mau keluar rumah juga bosan, ada apa, tante mau kesini?" tanya Ela antusias karena dia sangat senang jika Syeila datang ke rumahnya meskipun terkadang hati dia sakit kalau Syeila membicarakan tentang Juan.


"Iya tante mau ke rumah kamu sekarang, tante mau curhat sama kamu tentang pacar tante" ucap Syeila.


Ela mendadak lemas karena hatinya pasti akan sakit lagi begitu mendengar curhatan Syeila tentang Juan yang sangat romantis pada Syeila.


"Oke tante aku tunggu, tante hati-hati yah," ucap Ela berpura-pura biasa saja.


"Iya sayang," ucap Syeila.


"Tante tutup dulu telfonnya yah," ucap Syeila lagi.


"Oke tan," ucap Ela.


Syeila segera menutup panggilan telfonnya dengan Ela lalu segera ke rumah Ela.


#########


Rumah Ela.


Syeila yang sudah sampai di rumah Ela segera turun dari mobil lalu berjalan masuk ke rumah Ela, tepatnya berjalan ke kamar Ela, Syeila yakin Ela pasti sedang berada di dalam kamarnya dan memang benar Ela sedang berada di dalam kamarnya.


"Tante udah datang," ucap Ela begitu melihat Syeila masuk ke dalam kamarnya sambil berjalan ke dekat Ela


"Iya sayang," ucap Syeila sambil tersenyum kepada Ela.


Deg....

__ADS_1


Hati Ela benar-benar sakit begitu melihat cincin di jari manis Syeila.


__ADS_2