Cinta Presdir Tampan

Cinta Presdir Tampan
Semua mata pun tertuju pada Kenan


__ADS_3

Aduh gawat nih kumat deh cemburu akutnya batin Juan.


"Emm begini tuan saya tidak bermaksud untuk menggoda istri tuan, saya hanya bilang yang sejujurnya kalau istri tuan itu cantik dan tuan jangan marah-marah, memang tuan mau cepat tua, dan kalau tua yah tuan tahu sendiri akibatnya" ucap Juan dan berharap Kenan tidak akan memperpanjang lagi kesalahannya.


"Memang kalau orang marah-marah bakalan cepat tua?" tanya Kenan kepada dokter.


"Iya tuan dan perawatannya akan sia-sia saja" jawab dokter itu.


Kali ini aku bantuin kamu Juan daripada masalahnya semakin panjang dan tuan Kenan semakin lama selesai bicara dengan kamu, pasti sebentar aku yang salah nih kalau melakukan perawatan pada wajahnya padahal jelas-jelas tuan Kenan yang buat lama batin dokter itu.


Juan terkejut sekaligus ingin tertawa setelah mendengar suara dokter pribadi Kenan, Juan ingin sekali tertawa tapi tentu saja itu akan membuat Kenan murka, Juan mau tidak tertawa tapi sangat susah menahannya. Akhirnya Juan menyimpan ponselnya lalu segera menjauh dari ponselnya kemudian dia tertawa terbahak-bahak.


Ya ampun dia itu beneran bos aku dan anak dari tante Aliyah, kok lebay banget pakai perawatan segala lagi seperti cewek ajah padahal jadwalnya padat, waktu pacaran dengan Adelia dia nggak seperti itu nggak perawatan mungkin karena Adelia nggak ada yang suka kali yah jadi Kenan biasa ajah, berbeda dengan istrinya lengah sedikit di ambil orang, pantas saja dia tidak menyuruhku dan juga menyembunyikan dari istrinya pasti karena dia nggak mau di tertawakan, dasar Kenan bucin, kalau tante tahu semua ini pasti dia rayakan batin Juan yang masih tertawa sambil membayangkan Kenan yang sedang perawatan seperti cewek-cewek.


Kenan sempat ingin marah begitu dokternya bilang tentang perawatan dan itu sudah pasti di dengar oleh Juan, namun Kenan membatalkan niatnya untuk marah begitu dia mengingat kata tua. Kenan hanya menarik lalu membuang nafas sambil mengelus dada membuat dokter itu sangat ingin tertawa namun di tahannya.


"Juan" ucap Kenan namun tidak ada jawaban, karena Juan masih menyelesaikan tawanya.


"Juan" ucap Kenan lagi.


"Juan"


"Iya tuan, maaf tuan tadi saya tidak mendengar suara tuan" ucap Juan yang telah menyelesaikan tawanya.


Tidak mendengar atau kamu sedang menertawakanku, hufft sabar Kenan sabar jangan marah-marah nanti cepat tua, kamu kan tidak mau jalan bersama istrimu terus di kira om dan ponakan atau yang lebih parahnya di kira Ayah dan anak, jadi sabar supaya kalau kamu jalan bersama istri tetap kelihatan seperti sepasang kekasih batin Kenan.


"Juan kamu jangan sampai merayunya lagi, kamu selamat dari kemarahanku karena aku lagi perawatan dan tidak mau cepat tua, tapi gajimu bulan ini tidak selamat aku akan memotongnya, jadi kemarahanku aku limpahkan ke gajimu saja, lagian kamu jomblo tidak perlu banyak uang" ucap Kenan yang membuat dokter itu benar-benar kelepasan dan akhirnya dia tertawa.


"Maaf tuan" ucap dokter itu cepat lalu segera menghentikan tawanya karena melihat tatapan heran Kenan.


Ya ampun status jomblo ini menyakitiku secara perlahan-lahan, tapi memang benar sih aku nggak perlu banyak uang karena tidak ada istri juga yang mau aku biayai, kekasih juga yang bisa di bawah belanja aku tak punya batin Juan.


"Oh iya dan satu lagi tidak boleh ada yang tahu kalau aku sedang perawatan, hanya kita bertiga saja yang tahu," ucap Kenan lagi.


"Iya tuan saya tidak akan bilang-bilang pada siapapun," ucap Juan.


"Oke" ucap Kenan lalu menutup panggilan telfonnya dengan Juan.


Lalu setelah itu Kenan mengirimkan pesan kepada satpam yang ada di rumahnya, agar membiarkan masuk jika ada teman cowok istrinya yang ingin masuk ke dalam rumahnya.


"Ayo lanjutkan lagi, aku ingin cepat selesai karena aku ingin cepat pulang," perintah Kenan kepada dokter pribadinya setelah mengirimkan pesan kepada satpamnya.


Dan dengan segera dokter itu melakukan yang di perintahkan Kenan.

__ADS_1


#####


"Fris gimana, kenapa loe senyum-senyum nggak jelas seperti itu, kesambet loe?" tanya Salsa heran melihat Friska yang masuk ke dalam ruangan sambil senyum-senyum tidak jelas.


"Iya Fris loe kenapa, kesambet beneran?" tanya Ela juga.


"Enak ajah loe berdua ngomong, gue mana bisa sih kesambet setannya kan takut sama gue" ucap Friska lalu tertawa.


"Iya juga yah, loe kan lebih mengerikan daripada setan" ucap Salsa lalu tertawa.


"Jadi gimana Fris?" tanya Ela penasaran.


"Om gue bolehin mereka kesini, jadi Salsaku sayang telfon deh mereka suruh kesini" ucap Friska.


"Seriusan di bolehin?" tanya Salsa dan Ela bersamaan.


"Iya cepetan telfon sebelum om gue berubah pikiran" ucap Friska.


Salsa pun segera menelepon Jojo.


"Hallo Jo" ucap Salsa begitu Jojo mengangkat panggilan telfonnya.


"Heem, jadi gimana, kita ngumpul dimana nih?" tanya Jojo.


"Oh oke" ucap Jojo lalu menutup panggilan telfonnya dengan Salsa.


"Yee nih anak main menutup panggilan telfon ajah, emang dia udah tahu rumah loe ini Fris?" tanya Salsa kepada Friska.


"Belum sih" jawab Friska.


"Ya udah loe telfon lagi Sal, pasti dia mengira rumah Friska bareng orang tuanya" ucap Ela.


"Iya loe benar" ucap Salsa.


Salsa pun kembali menelepon Jojo.


"Kenapa lagi sih, kita udah mau kesitu nih, nggak ada yah pesan makanan, cemilan atau apa segala macam" cerocos Jojo begitu mengangkat panggilan telfon dari Salsa, karena dia sudah tahu kebiasaan Salsa yang suka nitip makanan dan gratisan pula.


"Santai loe ngegas banget sih, pelit lagi, cowok tuh nggak boleh pelit" ucap Salsa.


"Aduh Salsa cantik gue tuh nggak bermaksud buat pelit, hanya gue lagi nggak mau singgah-singgah terus nenteng belanjaan lagi, naik motor pula, nggak ada boncengan gini masa gue yang harus pegang, terus motor gue bagus begini nggak cool banget kalau pegang belanjaan" ucap Jojo.


"Ahh makasih Jojo udah bilangin gue cantik, gue terharu banget" ucap Salsa.

__ADS_1


"Khilaf" ucap Jojo.


"Issh akui ajah susah banget," ucap Salsa.


"Oh iya gue nelfon loe lagi bukannya mau nitip tahu nggak, tapi gue mau bilang kalau kalian itu ke rumahnya pak Kenan, kan Friska tinggal sama pak Kenan" ucap Salsa.


"Seriusan loe?" tanya Jojo yang langsung membuat Haris, Farel, dan juga Ardi menatapnya heran karena ekspresi Jojo.


"Iya dong serius banget, gue wa alamatnya yah, bye Jojo jelek" ucap Salsa lalu menutup panggilan telfonnya.


Jojo hanya geleng-geleng kepala mendengar ucapan Salsa.


"Ayo kalian ikut gue ke rumah pak Kenan, mimpi apa gue bakalan ke rumah pak Kenan" ucap Jojo dengan semangatnya.


Ketiga temannya tak kalah terkejutnya dan juga senangnya.


Setelah mendapatkan pesan wa dari Salsa mereka pun segera ke rumah Kenan.


#####


Rumah Kenan


"Ya ampun Fris, gue bisa kan abadikan momen terindah dalam hidup gue ini," ucap Farel yang sedang melihat-lihat ruang tamu rumah Kenan.


"Iya Fris, foto kita dong" ucap Jojo.


"Iya Fris foto kita dong," ucap Ardi.


"Gila Fris gue nggak nyangka loe ternyata tinggal di rumah semewah ini, nggak kesasar loe" ucap Haris.


"Kampungan" ledek Salsa, Ela dan juga Friska secara bersamaan.


"Tega banget kalian" ucap Jojo sambil berpura-pura sedih.


"Udah deh, ayo kita bahas tentang ultah Dafa, kalau mau foto nanti bentar, lagian rumah kalian kan juga bagus" ucap Friska.


"Kan beda, ini tuh rumah Kenan Mahardika dan mewah banget" ucap Farel.


"Nggak usah berisik, ayo kita bahas sekarang ultahnya Dafa" ucap Friska.


Masih asik berbicara sambil ngemil, tiba-tiba pintu terbuka dan yang membukanya adalah Kenan, rumah itu hanya bisa di buka oleh Kenan, Friska, dan Juan. Langsung semua mata pun tertuju pada Kenan.


"Waahhhh"

__ADS_1


__ADS_2