
"Ya ampun nggak terasa masa-masa SMA akan berlalu,," ucap Ela pada dirinya sendiri.
"Sangat banyak kenangan yang nggak akan terlupakan,, bahkan mungkin nanti aku akan sangat merindukan masa-masa SMA ku,, dan aku akan pisah dengan sahabat-sahabat ku,, tapi aku akan usahakan agar kita bisa satu kampus lagi,," ucap Ela lagi.
Sedangkan Salsa tampak sangat tidak bersemangat,, pikirannya masih dipenuhi oleh Jeki,, Salsa selalu merasa dirinya sangat bersalah dengan meninggalnya Jeki.
Dan dihari itu ada manusia yang sangat bahagia siapa lagi kalau bukan Kenan. Kenan tampak senyum-senyum terus membuat Friska khawatir akan kejiwaan suaminya itu.
"Sayang,, kamu nggak gila kan?" tanya Friska sambil melihat Kenan.
Kenan pun langsung tersenyum lalu mengecup pipi istrinya itu.
"Bagaimana bisa aku gila sayang disaat hari ini adalah hari yang sangat aku tunggu-tunggu,, istriku ini ada-ada saja, aku memang bisa gila jika kehilangan kamu,," ucap Kenan sambil tersenyum lembut melihat Friska.
"Hmm dasar tukang gombal,, udah tua masih aja gombal,," ejek Friska lalu tertawa.
"Bisa-bisanya yah bilangin suami seperti itu, aku nggak gombal istriku sayang," ucap Kenan sambil memeluk dari belakang tubuh Friska.
"Baiklah,, suamiku nggak gombal,, tapi sayang aku deg-degan nih,, aku takut nggak lulus,, dan itu pasti akan mengecewakan kamu dan membuat kamu malu," ucap Friska lagi.
"Mana mungkin istriku nggak lulus,, nggak usah berpikiran aneh-aneh sayang,, aku yakin kamu pasti lulus,, istriku ini pintar," ucap Kenan.
Tidak ada perlakuan khusus mengenai Ujian Friska,, meskipun Friska istri dari Kenan pemilik sekolah itu. Kenan sangat percaya dengan otak istrinya.
"Yang perlu kamu siapkan itu mental sayang,, karena sayang sebentar lagi akan dipenuhi dengan banyak pertanyaan,, dan juga semakin banyak yang iri,, karena kamu istriku,, itu saja yang sayang persiapkan yah," ucap Kenan lagi.
"Hmm baiklah,, aku duluan ke sekolah karena kamu pasti datangnya ketika pengumuman kan?" tanya Friska.
Kenan pun menganggukkan kepalanya.
"Hati-hati yah,,,, naik mobil jangan naik motor," ucap Kenan.
"Iya suamiku," ucap Friska lalu mengecup bibir Kenan.
################
Sekolah....
"Akhh kita akan pisah setelah ini,, tapi kalian jangan jauh-jauh yah menuntut ilmunya,, kalau perlu kita satu kampus aja," ucap Ela yang sudah memikirkan kedepannya.
"Tapi pasti Dafa nggak disini,, kamu kan udah pernah bilang akan kuliah ke luar Negeri," ucap Ela lagi sambil cemberut.
__ADS_1
Dafa pun hanya menggaruk kepalanya yang tak gatal melihat Ela yang sudah berpikiran kesitu sementara pengumuman pun saja belum. Dafa juga merasa deg-degan.
"Hmm Ela pasti udah mau nikah tuh," ucap Haris.
"Iya,, tapi kan bisa setelah nikah lanjut kuliah,," ucap Ela lagi.
"Maaf yah aku duluan menikah,, tapi aku akan tetap ada waktu buat kalian," ucap Ela lagi sambil melihat Friska dan Salsa.
"Nggak yakin," ucap Friska karena melihat Juan hampir sama kelakuannya dengan Kenan.
"Hmm susah sih bicara sama jomblo,, pasti nggak bakalan percaya kalau aku bisa membagi waktu,, kamu kan belum pernah pacaran," ledek Ela.
Yang lain pun ikut tertawa begitu mendengar ucapan Ela. Sementara Friska hanya kepikiran mengenai pengumuman,, Friska takut tidak lulus dan itu akan mempermalukan Kenan.
"Ehh ayo bertaruh,, siapa lulusan terbaik tahun ini,, Dafa atau Friska? karena yang menonjol pintarnya hanya mereka berdua aja," ucap Ela.
"Aku nggak tau,, karena keduanya sama-sama pintar," ucap Ardi.
"Aku juga nggak tau," ucap Farel.
"Aku takut nggak lulus guys," ucap Friska yang langsung membuat tawa sahabat-sahabatnya pecah.
"Itu adalah sesuatu yang nggak mungkin Friska," ucap Ela.
Friska pun langsung menonyor kepala Ela.
"Pikiran kamu itu," ucap Friska sambil geleng-geleng kepala. Entah kenapa Friska akhir-akhir ini merasa sangat sensitif.
"Normal kali pikiran aku,, kamu mah enak karena ponakan pak Kenan,, jadi sudah biasa pegangan tangan dengan om kamu yang dingin seperti kulkas dan juga tampan,, pasti sebentar aura pak Kenan semakin di atas rata-rata ketampanannya," ucap Ela lagi.
"Hmm kalau om Juan tau habislah kau," ucap Friska.
"Eitts jangan gitu dong,, pacarku itu cemburuan tau," ucap Ela sambil nyengir.
Mereka pun langsung geleng-geleng kepala sambil melihat Ela.
##############
Dengan wajah sumringah Kenan akan memanggil tiga orang lulusan terbaik,, Kenan semakin bahagia begitu melihat ada nama istrinya diantara tiga orang itu.
Seperti dugaan ku istriku pasti masuk dalam tiga orang lulusan terbaik,, batin Kenan yang bangga pada Friska.
__ADS_1
Para wartawan pun sejak tadi meliput,, karena sebelum pengumuman ada banyak rangkaian acara.
Pertama-tama Kenan memberikan kata-kata perpisahan sekaligus motivasi untuk para siswa dan siswi yang akan segera lulus dengan mata yang selalu tertuju pada istrinya yang terlihat sangat tegang.
Para wanita-wanita yang berada di ruangan itu tentu saja sangat terpesona dengan ketampanan Kenan,, dan Cika pun sedang duduk santai melihat Kenan melalui layar Televisi. Adelia pun sama sedang melihat Kenan. Tampak Adelia yang sangat ingin Kenan seperti dulu lagi padanya.
Kenan harus menjadi milikku,, kenapa dulu aku nggak tinggal sedikit lebih lama di Indonesia menunggu Kenan menyatakan perasaannya barulah aku pergi,, karena jika sudah memiliki hubungan dengannya sudah pasti Kenan akan sesekali ke tempat ku,, akhh bodohnya aku,, batin Cika sambil melihat Kenan yang sangat sempurna dimatanya.
"Tumben acara pengumuman kelulusan disiarkan di Televisi,, hmm mau heran tapi dia Kenan Mahardika,, jika dia mau itu yah berarti itulah yang akan terjadi,,, makanya dia adalah pria yang cocok untuk ku,," ucap Cika lagi.
"Selamat tahun ini kalian lulus 100%," ucap Kenan yang langsung membuat para siswa dan siswi bersorak senang.
Friska pun langsung benar-benar lega.
"Saya akan memanggil tiga orang lulusan terbaik,, yang merasa namanya dipanggil silahkan maju ke depan," ucap Kenan.
"Urutan Ketiga lulusan terbaik atas nama Farel Sebastian,, silahkan maju ke depan," ucap Kenan yang langsung membuat sahabat-sahabat Farel benar-benar tidak menyangka,, Friska pun ikut tidak menyangka Farel masuk tiga besar.
Terdengar suara tepuk tangan dari siswa dan siswi begitu nama Farel disebut.
Nilai Farel pun tertera dengan jelas dilayar dan memang nilainya tinggi.
"Hilang sudah harapan menyentuh tangan pak Kenan,, aku yakin yang kedua dan pertama antara Friska dan Dafa,, tikungan mu sangat tajam Farel sampai aku nggak menyadarinya," ucap Ela sambil melihat Farel dengan tatapan tersakiti dan itu membuat Farel langsung tertawa.
"Aku maju dulu Ela,, bye,, kamu ditakdirkan menyentuh tangan pak Juan aja," ejek Farel lalu segera maju.
Dengan segera Farel menerima hadiah dan juga ucapan selamat dari Kenan.
Ela benar-benar iri melihat Farel yang memiliki kesempatan langka itu.
"Ya ampun hadiahnya banyak banget," ucap Ela.
Kenan memang memberikan sangat banyak hadiah karena hari ini hari yang sangat bahagia untuknya.
"Urutan kedua lulusan terbaik atas nama Dafa Alexander,, silahkan maju ke depan," ucap Kenan lagi dan membuat siswa dan siswi langsung bertepuk tangan.
"Kalau ini memang tidak diragukan,," ucap Ela begitu nama Dafa dipanggil.
"Berarti yang pertama Friska dong,, hadiahnya kasih ke aku aja yah Fris,, kamu kan sudah banyak hadiah dari pak Kenan," ucap Ela yang sejak tadi selalu heboh.
"Mungkin yang pertama kamu Ela,, karena aku nggak terlalu belajar waktu ujian," ucap Friska yang tak percaya diri.
__ADS_1
"Hmm itu adalah sesuatu yang nggak mungkin,, harapan aku itu cuma diurutan ketiga tapi sudah pupus karena Farel ternyata orangnya,," ucap Ela.
"Baik,, inilah yang kalian tunggu-tunggu dan aku juga sangat tunggu-tunggu,, mengumumkan nama yang dapatkan nilai tertinggi bahkan nilainya hampir sempurna,, dan aku sangat-sangat bangga padanya, orang itu adalah ISTRIKU tercinta Friska Halwatuzahra, silahkan maju ISTRIKU," ucap Kenan sambil tersenyum lembut pada Friska dan menekankan kata-kata istriku.