
"Loh Renata," ucap Friska juga seakan tidak percaya dengan yang di lihatnya, walaupun Friska tahu Renata tidak menyukai dirinya tapi Friska tidak menyangka saja kalau Renata akan tega berbuat seperti itu.
Juan juga sama terkejutnya karena melihat Renata lah pelakunya, dia sempat melihat Renata yang mengikuti Kenan pagi harinya.
Kenan langsung tertawa tapi tertawanya itu sangat berbeda.
"Jadi kamu Renata yang ingin membunuh istriku," ucap Kenan setelah selesai dengan tawa mengerikannya.
"Kenan maafkan aku, aku mohon Kenan maafkan aku, aku khilaf hingga menyuruh orang untuk menabrak istrimu," ucap Renata dengan berlinangan air mata.
"Apa khilaf kamu bilang, kamu pikir nyawaku ada banyak," ucap Friska.
Kenan pun ingin segera memberi pelajaran kepada Renata, namun Friska menahannya.
"Biar aku saja," ucap Friska sambil tersenyum penuh arti pada Renata.
"Baiklah istriku sayang, aku lagi ingin melihat pertunjukan sekarang," ucap Kenan lalu segera duduk menghadap kepada Renata begitupun dengan Juan.
Habislah kau Renata, kamu pasti akan sama dengan Adelia batin Juan sambil melihat Friska yang sudah tersenyum penuh arti kepada Renata.
Friska segera berjalan mendekati Renata. Friska berjalan pelan namun pasti hingga sampai kepada Renata.
Renata tertunduk tak berdaya, dia benar-benar merasa takut sekarang.
"Lihat sini, kemana tatapanmu yang biasa itu, yang terlihat sok banget itu," bentak Friska yang seperti sedang MOS adik kelasnya.
Renata pun melihat kesal kepada Friska. Friska pun memerintah bawahan Kenan agar menjauh biar dia yang mengurus Renata. Bawahan Kenan pun mengikuti perintah Friska karena Kenan juga sudah menyetujuinya.
Renata langsung berdiri berhadapan dengan Friska dengan tatapan tidak sukanya kepada Friska.
__ADS_1
Apa sih yang Kenan sukakan dari wanita ini, tinggi juga lebih tinggian aku, oke aku akui dia masih muda batin Renata sambil melihat kesal pada Friska.
"Kenan apa yang kamu lihat dari wanita ini, dia pendek juga tinggian aku, dia tidak cocok sama sekali denganmu," ucap Renata.
Friska pun semakin kesal kepada Renata dan itu terlihat menggemaskan di mata Kenan.
"Sayang apa aku pendek?" tanya Friska pada Kenan sambil cemberut.
"Iya sayang tapi kamu tipe idealku," ucap Kenan sambil menahan tawanya karena melihat ekspresi istrinya itu.
"Ayo apa lagi yang mau kamu bilang sebelum aku menghajarmu, ayo hina lagi, keluarkan unek-unekmu, aku masih punya sedikit kesabaran nih," ucap Friska.
"Kamu itu wanita sok cantik yang pernah aku lihat," bentak Renata.
"Idihhh aku cantik memang yah, mau di vote juga antara aku dan kamu yah jelas cantikan aku lah, ngigo yah kamu," ledek Friska.
Juan pun hampir tertawa setelah mendengar ucapan Friska yang masih sempat-sempatnya bercanda.
"Iya aku memang menyukai Kenan sejak dulu, tapi ketika Kenan datang lagi dia bilang sudah menikah aku sama sekali tidak percaya, dan begitu aku melihat kamu sangat dekat dengan Kenan aku sangat membenci kamu, aku sangat ingin menghabisi kamu," ucap Renata jujur tanpa mau menutupi lagi semua perasaannya, karena dia juga sudah ketahuan biarlah Kenan tahu semuanya sambil berharap siapa tahu Kenan mau memaafkannya karena mendengar pengakuan dari dia, alasan dia melakukan itu.
Plakkk....
Friska langsung menampar pipi Renata setelah Renata selesai mengatakan itu semua.
Renata langsung memegang pipinya yang terasa sakit dan panas itu.
Kenapa dia menampar sangat sakit sekali batin Renata.
"Gimana enak?" tanya Friska.
__ADS_1
"Bisa-bisanya yah kamu menyukai suami aku, kamu pikir kalau aku nggak ada dia akan suka padamu, suamiku mana mau sama orang tua," ucap Friska yang benar-benar membuat orang disitu dengan susah payah menahan tawanya.
Kenan semakin serius melihat mode cemburu istrinya, walaupun Friska tidak bilang kalau dia cemburu tapi Kenan tahu, dan dia juga bisa melihat bahwa istrinya itu sedang cemburu sambil marah-marah kepada Renata.
"Ya ampun tadi itu baru tamparan pemanasan, belum tamparan yang sebenarnya kamu sudah seperti ini, lemah banget sih, pantas saja suamiku tidak suka sama kamu sejak dulu, dia itu suka yang ganas apalagi kalau ganas di ranjang dia sangat suka, kalau model kayak kamu ini nggak akan bisa," ucap Friska asal yang membuat Kenan menepuk jidatnya sedangkan yang lainnya benar-benar berusaha keras menahan tawanya.
Nona Friska tolonglah jangan melawak dulu sekarang, aku sangat susah menahan tawaku ya ampun, mau tertawa juga tapi sekarang kondisinya lagi tidak memungkinkan untuk tertawa batin Juan sambil melihat wajah paksa seriusnya bawahan-bawahan Kenan yang lain yang lagi berusaha juga menahan tawa mereka.
Renata yang mendengar perkataan Friska benar-benar sangat marah. Dia pun ingin menjambak rambut Friska namun Friska dengan cepat menahannya dan memelintir ke belakang tangan Renata dengan santainya tapi berbeda Renata yang sudah meringis kesakitan bahkan sampai teriak kesakitan.
"Lepaskan aku," bentak Renata, dia tidak habis pikir akan di perlakukan seperti itu oleh wanita yang sangat jauh berbeda dengan umurnya, dan jelas-jelas Renata lebih tua darinya.
Wah gila istri tuan Kenan, sepertinya dia pandai bela diri dari caranya memelintir tangan yang terlihat santai keren banget, belum lagi tamparan tadi aku tahu itu pasti sangat sakit, padahal dia bilang baru pemanasan batin bawahan Kenan.
"Tadi kamu mau menjambak rambut aku kan yang udah aku bawa ke salon enak ajah kamu yah, kamu pikir enak duduk lama-lama di salon, terus cara jambak kamu itu heem masih perlu di ajar supaya tepat sasaran," ucap Friska.
"Gini cara jambak rambut yang bagus dan tepat sasaran, kalau perlu sampai rontok rambut, nanti kamu bisa praktek yah sekarang aku ajarin dulu" ucap Friska sambil menjambak rambut Renata dengan kerasnya bahkan sampai rambutnya ada yang rontok, Renata pun benar-benar kesakitan dengan perlakuan Friska itu.
"Kenan tolong aku, aku mohon Kenan, aku juga masih teman kamu kan," mohon Renata.
"Idihh masih berani kamu yah berbicara seperti itu sama suami aku," ucap Friska lalu memberikan tendangan kepada Renata, membuat Renata terlempar cukup jauh.
Bawahan Kenan melotot tak percaya.
Gila ini sih tendangan taekwondo pemilik sabuk hitam, apa jangan-jangan istri tuan Kenan bisa taekwondo lagi batin bawahan Kenan.
Renata langsung terbatuk dengan mengeluarkan darah dari mulutnya akibat tendangan itu.
"Sudah sayang biar aku yang melanjutkannya, kamu udah puaskan" ucap Kenan sambil berdiri lalu meminta pistol dari bawahannya. Kenan pun melihat sinis kepada orang suruhan Renata dan terlebih lagi kepada Renata.
__ADS_1
Bawahan Kenan pun segera berjalan untuk memberikan pistol itu kepada Kenan.