Cinta Presdir Tampan

Cinta Presdir Tampan
Uring-uringan sepanjang hari


__ADS_3

"Dimana kamu?" tanya Juan serius.


Ini beneran kak Juan yang bicara? kok dia bertanya serius banget sih, tumben banget jadi takut juga gue batin Ela.


"Halo, ini dengan kak Juan beneran?" tanya Ela.


"Mau siapa lagi Ela, ini kan nomor ponsel aku," sewot Juan, karena Ela malah tidak menjawab pertanyaannya.


"Oh kirain bukan kak Juan, abis kak Juan bertanya menakutkan banget, nggak bisa gitu yang lembut-lembut," ucap Ela yang malah mengajak Juan bercanda.


"Ela kamu lagi dimana sekarang?" tanya Juan lagi dengan nada yang masih sama.


"Bisa nggak jawab ajah pertanyaan dari aku," sewot Juan lagi.


"Di jalan kak," jawab Ela.


"Kak Juan kenapa bertanya aku lagi dimana sih, kak Juan lagi di Indonesia emang sekarang terus mau ajak aku kencan beneran," ucap Ela lagi.


"Sembarangan ajah, kamu ngapain di jalan jam segini, seharusnya kamu tuh tinggal di rumah ajah, jalan terus" ucap Juan.


Ini kak Juan kenapa dah, nggak ada angin nggak ada hujan jadi gini, sewot banget dia hari ini, berasa gue lagi dimarahin pacar ajah batin Ela.


"Ya ampun kak baru juga jam segini, masih sore loh ini kak, ya sudah pasti aku keluar jalan, melihat kehidupan di dunia luar," ucap Ela.


Sambil cuci mata juga sekalian, mumpung kak Juan lagi jauh, nggak bisa cuci mata aku batin Ela lalu tertawa di dalam hatinya.


"Oh iya kak Juan kenapa nelfon, tumben banget loh kak, kangen yah sama aku," ucap Ela asal, karena dia tahu juga Juan tidak mungkin kangen sama dia.


"Kenapa tadi kamu menutup panggilan telfon dari aku?" tanya Juan tanpa menggubris ucapan Ela sebelumnya karena dia saja bingung dengan apa yang dia rasakan.


Ela pun teringat dengan kejadian sewaktu di dalam kelas tadi.


"Oh jadi itu kak Juan benar-benar nelfon aku berarti, aku pikir kak Juan nggak sengaja loh nelfon aku tadi abis tumben banget loh kak," ucap Ela yang membuat Juan benar-benar ingin menyentil ginjalnya Ela saja, karena dia bertanya tapi Ela malah menjawab seakan-akan biasa ajah, padahal Juan butuh jawaban kenapa Ela menutup panggilan telfon dari dirinya.


"Ela aku tanya kenapa kamu menutup panggilan telfon dari aku?" tanya Juan lagi.

__ADS_1


"Emm itu kak tadi aku tuh nggak sengaja nutup panggilan telfon dari kakak padahal aku nggak ada maksud sama sekali kak untuk menutup panggilan telfon dari kakak," ucap Ela.


Juan pun mengernyitkan keningnya bingung setelah mendengar jawaban Ela.


"Nggak sengaja atau karena kamu sudah punya gebetan baru, makanya kamu nggak mau lagi mengangkat panggilan telfon dari aku" ucap Juan yang membuat Ela mengernyitkan keningnya bingung.


"Haa gebetan?" ucap Ela mengulang kata-kata Juan.


"Iya karena gebetan barumu itulah kamu menolak panggilan telfon dari aku, katanya suka sama aku belum sehari ajah di tinggal sudah punya gebetan baru kamu Ela," ucap Juan yang membuat Ela semakin bingung, karena dia tidak tahu apa-apa, Friska tidak memberitahukan Ela mengenai mereka mengerjai Juan.


Aku ada gebetan darimana coba, kak Juan ini lagi ngigo yah batin Ela.


"Kak Juan yang ganteng aku tuh tadi nggak sengaja menolak telfon dari kak Juan, karena tadi waktu kak Juan nelfon aku tuh lagi belajar, lagi memperhatikan guru menjelaskan, ehh aku bingung dong mau jawab atau nggak, sampai-sampai tangan aku tuh nggak sengaja menolak panggilan telfon dari kak Juan, aku mau nelfon balik tapi aku nggak mau mengganggu kak Juan karena kak Juan pasti sibuk kerjakan sekarang, aku wanita pengertian gini loh kak udah pantas di anggap lebih dari adik," ucap Ela.


"Oh iya aku sampai mikir kalau kakak itu nggak sengaja nelfon aku loh karena tumben ajah gitu kakak nelfon aku, ehh tahunya beneran ternyata, aku senang banget," tambah Ela lagi.


"Dan ini yang buat aku bingung, kak Juan kok bilang aku ada gebetan baru sih padahal aku nggak punya gebetan baru sama sekali loh kak, aku mah setia gebet kak Juan walaupun kak Juan lagi jauh sekarang dan menganggap aku hanya sebagai adik doang," ucap Ela sambil senyum-senyum sendiri.


Dasar nggak mau ngaku lagi dan masih sempat-sempatnya gombalin aku batin Juan.


"Ya ampun kata siapa sih kak aku punya gebetan, iya aku emang punya gebetan tapi yah gebetan aku kak Juan, aku menganggapnya kak Juan itu gebetan aku, selain itu nggak ada lagi tuh," ucap Ela bingung sambil mikir-mikir.


"Bohong lagi, aku tahu semua dari Nona Friska, masih mau bohong lagi," sewot Juan.


Ela pun langsung tertawa begitu mendengar ucapan dari Juan, membuat Juan mengernyitkan keningnya bingung.


Asik banget yah dia ketawa-ketawa, apa yang lucu coba batin Juan kesal.


"Udah puas kamu ketawa Ela?" tanya Juan begitu mendengar Ela sudah berhenti tertawa.


"Iya udah kak," jawab Ela.


"Apa yang lucu coba," ucap Juan.


"Yah kakak yang lucu lah makanya aku tertawa," ucap Ela.

__ADS_1


"Aku?" tanya Juan.


"Iya kakak lucu mau ajah di bohongi sama Friska, dia itu cuma bohong kak pasti dia hanya mau mengerjai kakak saja tuh," ucap Ela lalu tertawa lagi.


Juan pun langsung berpikir.


Haa apa iya mereka mengerjai aku batin Juan.


"Dengar yah kak Juan aku tuh nggak punya gebetan baru sekarang mungkin nanti aku punya, jadi kalau sekarang kak Juan itu hanya di kerjain saja sama Friska" ucap Ela sambil menahan tawanya.


"Enak ajah kamu yah, awas saja kalau kamu cari gebetan lain, awas saja," ancam Juan yang membuat Ela jadi senyum-senyum semakin tidak jelas saja.


Seharusnya aku merekam tadi kata-kata kak Juan biar aku jadikan nada dering di ponselku batin Ela.


"Kak Juan cemburu yah kalau aku bersama pria lain," goda Ela.


"Intinya kamu jangan mencari gebetan atau centil-centil pada cowok dan kamu pulang sekarang nggak usah keluyuran terus kamu," ucap Juan lagi.


Ela pun langsung terdiam setelah mendengar ucapan dari Juan.


Seriusan ini kak Juan yang ngomong, ahh aku bahagia banget batin Ela.


"Dengar nggak?" tanya Juan.


"Dengar banget kak," jawab Ela.


"Bagus, pulang ke rumahmu sekarang, aku tutup dulu telfonnya. Hati-hati," ucap Juan lalu segera menutup panggilan telfonnya dengan Ela karena dia merasa sangat deg-degkan dan juga dia tidak menyangka akan berbicara seperti itu.


"Iya kak aku pulang sekarang," ucap Ela dengan bahagianya walaupun dia tahu Juan sudah tidak mendengarnya lagi.


Kak Juan malu-malu banget sih batin Ela sambil mengendarai motornya untuk segera pulang ke rumahnya dengan perasaan yang sangat bahagia.


Ketika Juan sudah menutup telfonnya dengan Ela, munculah Kenan dan Friska dengan tawa terbahak-bahaknya mereka karena mereka sejak tadi menguping dan mengintip Juan yang sedang telfonan.


Juan benar-benar terkejut lalu merasa malu karena melihat tawa dari pasangan suami istri itu, dia sudah yakin kalau mereka sudah mendengar pembicaraannya tadi melalui telfon bersama Ela.

__ADS_1


Ini dia ini pasangan suami istri pelakunya yang membuat aku uring-uringan sepanjang hari dan mereka sekarang tertawa sangat puas sekali sedangkan aku sangat malu sekali sekarang batin Juan.


__ADS_2