Cinta Presdir Tampan

Cinta Presdir Tampan
Waktu yang tepat...


__ADS_3

Juan melihat heran pada Raka yang sedang berjalan keluar ruangan dengan terburu-buru. Tapi Juan tau bahwa pasti Raka akan segera mencari keberadaan Friska,, Raka sangat mencintai Friska jadi pasti dia sangat khawatir begitu mengetahui Friska hilang.


Tak lama setelah kepergian Raka,, Dafa dan Ardi pun datang dengan ekspresi wajah lemah karena tidak menemukan tanda-tanda sedikit pun mengenai keberadaan Friska saat ini.


Juan melihat Kenan dengan tatapan sulit diartikan,, Juan tidak menyangka Kenan akan mengalami hal seperti ini. Juan benar-benar menyesal telah lalai dalam menjaga Kenan,, Juan pikir keadaan baik-baik saja namun nyatanya tidak sama sekali hingga dirinya kecolongan,, ini juga menjadi pembelajaran yang sangat penting untuk Juan.


####################


Hari terus berlalu,, bulan demi bulan telah berlalu,, Friska sudah sehat dan baik-baik saja saat ini,, Friska semakin dekat dengan Riki,, Riki memperlakukan Friska dengan sangat baik,, selalu memanjakan Friska,, menuruti apapun keinginan wanita yang dicintainya itu. Bahkan Friska tidak ada ciri-ciri sedikit pun akan mengingat masa lalunya meskipun Friska selalu meminum obat,, karena obat yang diminumnya bukan mengembalikan ingatannya tapi melupakan ingatan masa lalunya.


Sementara disisi lain Kenan telah lama sadarkan diri namun kehilangan Friska merupakan pukulan berat untuk dirinya,, Kenan bahkan terlihat sangat depresi dan tidak ada keinginan hidup sama sekali. Mama Kenan benar-benar tidak menyangka anaknya akan sampai seperti itu begitu kehilangan Friska. Berkali-kali ingin mengakhiri hidup karena ingin menyusul istrinya namun beruntung selalu digagalkan,, Kenan selalu diselamatkan tepat waktu. Meskipun mama Kenan selalu mengatakan bahwa Friska sedang dalam pencarian namun Kenan tidak bisa mengatasi depresinya,, ketika sadar dari komanya tidak melihat istrinya sama sekali apalagi mengingat istrinya sedang mengandung saat itu membuat Kenan benar-benar frustasi.


"Sayang,," ucap Riki begitu sedang jalan-jalan bersama Friska.


Friska terlihat bahagia bermain dengan salju. Dan itu membuat Riki juga ikut bahagia.


"Sayang,," ucap Riki lagi.

__ADS_1


"Iya sayang,, ada apa?" tanya Friska sambil tersenyum pada Riki.


"Apa kamu bahagia bersama aku?" tanya Riki.


Friska langsung menganggukkan kepalanya.


"Iya aku sangat bahagia,, kenapa kamu bertanya seperti itu?" tanya Friska.


"Aku hanya ingin memastikan kalau kamu benar-benar bahagia,, katakan padaku jika ada yang kamu tidak suka yah,," ucap Riki lagi.


"Kamu sangat cantik ketika tersenyum seperti ini," ucap Riki sambil mengelus lembut pipi Friska.


"Kamu juga tampan dan baik hati,," ucap Friska sambil tersenyum melihat Riki.


"Benarkah?" tanya Riki.


"Iya tentu,, apa kamu tidak menyadari bahwa dirimu sangat tampan?" ucap Friska lagi.

__ADS_1


"Tidak sama sekali," ucap Riki sambil terkekeh.


Sebenarnya selama ini memang dirinya selalu dipuji oleh wanita bahwa dirinya sangat tampan,, tapi yang Riki harapkan hanya pujian dari satu wanita yaitu Friska.


"Hmm sungguh disayangkan," ucap Friska.


"Sayang,, aku ingin berbicara sesuatu padamu," ucap Riki terlihat sangat serius.


"Apa?" tanya Friska.


Riki lalu mengambil sebuah kotak cincin dari saku celananya lalu berlutut di hadapan Friska.


"Maukah kamu menjadi istriku? menjadi ibu dari anak-anakku kelak?" ucap Riki sambil membuka kotak cincin yang dipegangnya.


Riki merasa saat ini adalah waktu yang tepat untuk menikahi Friska sedangkan Kenan, Riki tertawa bahagia jika mengingat kondisi Kenan,, Riki tidak perlu berbuat apa-apa,, Kenan saat ini sudah depresi berat.


######.......##########

__ADS_1


__ADS_2