
"Iya Fris tenang saja nggak lupa kok kita" ucap Ela.
Adelia yang sedang menjalankan tugasnya sebagai cleaning service tidak sengaja melihat Friska dan sahabat-sahabatnya.
"Ya ampun itu kan Friska, gue nggak boleh di lihat dalam keadaan begini" gumam Adelia sambil berusaha menyembunyikan dirinya namun terlambat karena Friska sudah duluan melihatnya.
"Tante-tante itu batin Friska.
"Kenapa loe Fris, malah berhenti?" tanya Salsa.
"Gue sepertinya melihat target kita, ayo kita samperin" ucap Friska sambil berjalan menuju ke tempat Adelia.
Friska langsung tertawa begitu yakin bahwa dia tidak salah melihat orang, dia tidak menyangka kalau Adelia akan menjadi cleaning service di perusahaan Kenan, begitupun dengan Salsa dan Ela malah ikut tertawa juga.
Ketiga wanita itu langsung menjadi pusat perhatian semenjak baru masuk ke dalam perusahaan Kenan, bagaimana tidak mereka berjalan dengan sangat percaya dirinya, wajah cantik-cantik di tambah style yang sangat cocok dengan mereka, terutama Friska dia sangat berbeda semakin cantik dan imut membuat karyawan pria di sana menatap takjub pada dirinya.
Dan mereka semakin menjadi pusat perhatian setelah menertawakan Adelia.
"Ngapain loe semua tertawain gue haa" ucap Adelia kesal.
"Gue benar-benar nggak nyangka dengan yang gue lihat ini" ucap Friska.
"Tante jadi cleaning service, bukannya tante pacarnya om Kenan yah, kasian banget sih" bisik Friska di telinga Adelia tapi dengan nada mengejek.
Adelia semakin kesal mendapat ejekan itu dari Friska.
"Udah deh lebih baik kalian pergi dari hadapan gue, awas saja kalau gue sampai menikah dengan Kenan nanti, orang pertama yang gue siksa itu loe" ucap Adelia sambil menunjuk Friska.
Friska langsung saja mengambil air bekas pel dan menyiramkan kepada Adelia tepat di wajahnya.
"Friska" teriak Adelia.
Karyawan yang berada di sana dan juga membenci Adelia merasa senang mendapat tontonan itu.
"Udah bangun kan tante, gue sengaja nyiram tante biar bangun dari mimpi, tante itu kalau mimpi jangan terlalu tinggi entar jatuh sakit loh" ledek Friska lalu tertawa.
"Iya tante, kalau tante mau di nikahi sama pak Kenan mana mungkin tante di jadikan cleaning service begini" ledek Salsa juga yang ikut-ikutan memanggil Adelia tante.
__ADS_1
"Gini namanya cleaning service yang nggak tahu diri" ucap Ela juga.
"Stop yah kalian manggil gue tante, gue bukan tante kalian. Oke kalau kalian mau bukti gue bakalan bilang semua ini pada Kenan, kelakuan kalian ini benar-benar keterlaluan tahu nggak terutama loe Friska" ucap Adelia.
"Tante itu mau bilang apa sih sama om Kenan, kita khusus kesini untuk buat perhitungan sama tante dan ini tuh baru permulaannya yah" ucap Friska.
"Ada apa ini?" tanya Kenan tiba-tiba.
Mereka pun langsung menoleh kepada Kenan.
"Sayang, ini keponakan kamu tega banget sama aku, dia menyiramkan aku air bekas pel" adu Adelia dengan wajah sedihnya yang di buat-buat.
Namun Kenan tidak memperdulikan itu, dia malah memperhatikan Friska yang sangat cantik datang ke kantornya dan juga dia melihat karyawan-karyawannya yang pria melihat istrinya terus.
Seharusnya tadi aku melarangnya dandan, dan apa-apaan ini pakaiannya, kenapa dia semakin cantik dan imut batin Kenan.
Kenan menyuruh sopir untuk menjemput istrinya tadi beserta sahabat-sahabatnya karena dia ada pekerjaan.
"Sayang" ucap Adelia lagi karena tidak mendapat respon dari Kenan.
Friska kesal mendengar Adelia memanggil Kenan dengan panggilan sayang.
"Jangan panggil aku begitu Adelia, lebih baik kamu pergi bersihkan dirimu"
"Kenan kamu kenapa sih, kamu itu sangat berubah tahu nggak sekarang, dulu kamu tidak mungkin memperlakukan aku seperti ini tapi sekarang kamu sangat tega padaku" ucap Adelia.
"Heem tega, aku tega darimananya sama kamu Adelia, itu hanya perasaan kamu saja" ucap Kenan.
"Nggak kamu memang tega sama aku sekarang, kalau kamu memang nggak tega coba kamu beri pelajaran pada keponakan kamu yang kurang ajar dan nggak tahu diri ini, yang kelakuannya seperti wanita murahan" ucap Adelia yang tiba-tiba teringat dengan Rio yang menjauhi dirinya bahkan memutuskannya demi Friska.
"Plaakkk... tamparan dari Kenan yang begitu keras berhasil mendarat di pipi Adelia."
Adelia langsung memegang pipinya bekas dari tamparan Kenan, dia merasa pipinya benar-benar sakit dan juga panas.
Semua orang yang berada di sekitar situ benar-benar terkejut apalagi Friska.
"Jangan pernah kamu menjelek-jelekan dia pakai mulut kotormu itu, dengar baik-baik Adelia mulai detik ini kita tidak ada lagi hubungan, kita putus dan kamu saya pecat, lebih baik kamu pergi sekarang dari sini karena saya sudah benar-benar muak melihat wajahmu" ucap Kenan dengan rahang yang mengeras menahan amarahnya.
__ADS_1
Adelia lagi-lagi terkejut, belum juga hilang sakit di pipinya di tambah lagi dengan di putuskan dan juga di pecat.
"Kenan kamu serius dengan ucapanmu itu?" tanya Adelia seolah tak percaya sambil masih memegang pipinya.
"Apa kamu mau aku tampar lagi biar kamu yakin kalau aku serius"
"Kenan kenapa kamu seperti ini, kenapa kamu tega sama aku hanya karena aku menyebutkan Friska kurang ajar dan wanita murahan"
"Plaakkk... tamparan kedua kalinya di pipi Adelia."
"Sudah aku bilang Adelia, kamu jangan menjelek-jelekan dia pakai mulut kotormu itu, kamu pikir kamu itu siapa, asal kamu tahu Adelia kamu itu ibaratnya hanya sampah di mata aku sekarang, jadi lebih baik kamu pergi dari perusahaan aku sekarang"
"Kenan kenapa kamu tega sama aku" ucap Adelia lalu menangis.
"Cih tanyakan pada diri kamu sendiri Adelia, pergilah dari sini selagi aku masih baik, dan ingat kita sudah tidak ada hubungan lagi"
"Aku nggak mau Kenan, kamu pasti hanya bercanda saja kan sama aku, aku tahu kamu sangat mencintai aku, bukannya kamu ingin menikahiku jadi aku nggak mau putus, atau jangan-jangan kamu mau beri kejutan kepadaku yah" ucap Adelia dengan tanpa malunya.
Cih siapa yang mau menikahi bekas orang lain seperti dirimu di tambah hatimu yang jahat batin Kenan.
"Cih sepertinya kamu sudah mulai gila Adelia, dengar baik-baik Adelia aku sudah tidak mencintai kamu sedikit pun apalagi mau menikahi kamu itu tidak akan pernah mungkin terjadi dan aku sudah sangat mencintai wanita lain sekarang" ucap Kenan.
Kenan lalu menyuruh Juan untuk membawa keluar Adelia, dia benar-benar tidak mau lagi lama-lama melihat Adelia takutnya dia semakin berbuat kasar kalau sampai Adelia menjelek-jelekan istrinya lagi.
"Kenan aku akan buat kamu menyesali ucapan kamu dan bertekuk lutut lagi padaku" teriak Adelia yang sudah di tarik paksa oleh Juan karena sejak tadi dia memberontak tak mau keluar.
Ya ampun kok gue baru sadar yah kalau asisten pak Kenan itu ternyata tampan juga, dia udah punya pacar atau masih jomblo yah batin Ela.
#################
**Mampir ke novelku yang lain juga yah judulnya...
-Aku bukan pelakor
-Takdirku bersamamu
-Seorang Pelayan
__ADS_1
klu nggak nemu di pencarian,, tinggal klik fotoku ajah,,semuanya novelku ada di profil
Makasih sebelumnya buat yang sudah baca😊😊😊**