
Dafa terdiam karena bogeman dari Raka benar-benar sangat menyakitinya,, seumur-umur Dafa baru merasakan bogeman dari Kenan dan dari Raka,, selama ini tidak ada yang akan memperlakukan dirinya seperti itu,, Dafa juga berasal dari keluarga terpandang serta Dafa anak yang pintar,, tetapi kali ini kepintaran tidak bisa dia gunakan karena Kenan jauh lebih pintar darinya. Bahkan saat ini ada kemungkinan keluarganya akan jatuh miskin karena ulahnya sendiri.
Dafa hanya mengingat wajah Friska ditengah-tengah kesakitan pada wajah,, tubuhnya, serta kenyataan bahwa sebentar lagi keluarganya akan jatuh miskin,, hanya wajah Friska yang bisa membuatnya tenang dan seakan-akan sakit itu sudah tidak berasa lagi. Seandainya Dafa bisa memilih,, Dafa juga tidak ingin jatuh cinta pada istri orang tapi inilah yang dirasakannya,, sejak dulu Dafa sudah jatuh cinta pada Friska bahkan mungkin sebelum Friska dan Kenan saling mengenal,, Dafa mempersiapkan dirinya,, tidak ingin mengungkapkan perasaannya pada Friska,, Dafa memilih menyimpan perasaannya dulu,, Dafa belajar dengan giat agar bisa segera memegang perusahaan dan juga bisa memiliki perusahaan sendiri, itulah Dafa seperti orang yang tertutup jarang bergabung dengan teman-temannya untuk nongkrong karena Dafa sibuk belajar,,, Dafa ingin menjadi orang sukses seperti Kenan Mahardika,, Dafa sejak dulu kagum pada kesuksesan Kenan yang selalu dilihatnya dimana-mana,, jika dirinya bisa sesukses Kenan Mahardika,, Dafa pasti bisa membuat Friska bahagia dan kemungkinan di tolak Friska akan kecil jika Dafa mengungkapkan perasaannya nanti pada Friska dan bahkan jika Friska menerima perasaannya Dafa akan langsung melamar Friska,, Dafa bukan tipe yang suka pacaran,, karena tidak bisa leluasa mengungkapkan rasa cintanya pada wanitanya,, orang berpacaran harus tau batasan makanya Dafa lebih memilih langsung menikahi. Selama ini Dafa selalu mewanti-wanti Friska yang akan memiliki kekasih tapi sejauh yang Dafa tau Friska tidak memiliki kekasih dan juga Friska terlihat sangat cuek pada pria. Kecuali pada dirinya dan sahabat-sahabat pria yang lain,, Friska begitu dekat. Bahkan sebenarnya Dafa juga merasa Friska menyukai dirinya,, meskipun Dafa belum pernah pacaran tapi Dafa tau bagaimana jika seorang wanita ada rasa pada pria.
__ADS_1
Hingga lama-lama Dafa merasa tatapan Friska pada dirinya berbeda dengan dulu,, Dafa seperti tidak melihat tatapan cinta lagi pada dirinya,, Dafa melihat tatapan Friska pada dirinya sama seperti Friska menatap sahabat-sahabat pria yang lain. Saat itu Dafa benar-benar merasa takut tapi Dafa tetap berpikiran positif karena sampai sejauh itu pun Dafa tidak pernah melihat Friska memiliki kekasih yang artinya kesempatan Dafa masih sangat besar.
Dan yang paling Dafa tidak menyangka Friska adalah ponakan Kenan Mahardika,, orang yang Dafa kagumi kesuksesan nya sejak dulu,, Dafa sangat ingin banyak belajar dari Kenan dalam mengelola bisnis. Tapi melihat ekspresi wajah Kenan yang selalu dingin membuat nyali Dafa menciut,, bahkan Kenan akan selalu menatap dirinya dengan dingin apabila melihat Friska dekat dengan dirinya,, tapi waktu itu Dafa merasa mungkin Kenan seperti itu karena Friska adalah keponakannya dan ingin menjaga Friska agar tidak salah jalan. Tapi sejujurnya dalam hati Dafa juga tidak akan melakukan apa-apa pada Friska sebelum menikahi Friska.
__ADS_1
#################
Cika benar-benar kesal bukan kepalang begitu tau ternyata Kenan sudah pulang bersama istri bocah nya,,, lalu untuk apa dirinya datang? sementara Cika datang jauh-jauh hanya untuk mengejar Kenan,, ingin membuat Kenan sadar akan pilihan Kenan yang salah,, Kenan lebih cocok dengannya sama-sama dewasa dibandingkan Friska yang masih bocah. Cika benar-benar heran dengan pilihan Kenan,, apa yang dilihat Kenan dari bocah itu hingga rela mencarinya sampai ke Negara lain.
__ADS_1