Cinta Presdir Tampan

Cinta Presdir Tampan
Tapi dia juga penasaran


__ADS_3

"Haa apa,, teman wanita?" tanya Raka ulang.


"Iya teman wanita," jawab Juan.


Raka langsung tertawa begitu mendengar jawaban Juan.


Juan benar-benar kesal melihat Raka yang tertawa tanpa dosa.


"Kenapa kamu tertawa sih,, aku nggak lagi melawak ini Raka," ucap Juan kesal.


"Abis yah kamu lucu banget sih,, sejak kapan kamu punya teman wanita Juan,, kamu kan selalu sibuk dengan kerja mana ada waktu untuk berteman apalagi wanita,, hem,, hem,, hem segitunya yah kamu sama aku,, supaya aku nggak galau lagi,, aku terharu sama kamu yang perhatian padaku,, mikirin perasaan aku," ucap Raka.


"Kamu ini nggak percaya banget sih sama aku,, sejak kapan Juan berbohong, aku memang punya teman wanita kok aku nggak bohong, dan aku bakalan ngenalin kamu sama dia, biar kamu nggak usah mengharapkan lagi istri tuan Kenan," ucap Juan.


"Kamu serius punya teman wanita?" tanya Raka lagi.


"Iya aku serius Raka, dia itu teman lama aku,, aku berteman dengan dia semenjak SMA,, dulu dia itu tomboy tapi sekarang udah nggak lagi kok,, dia sudah dandan seperti wanita-wanita lain,, dia juga baik,," ucap Juan.


"Hem kenapa tidak kamu saja yang dekat dengan dia kalau perlu menikah,, kan kalian sudah berteman lama,, aku nggak kenal dengan dia belum tentu dia itu mau padaku, dan aku juga nggak tahu sih gimana nantinya," ucap Raka.


"Aku nggak suka sama dia,, aku hanya menganggap dia teman saja nggak akan pernah lebih,, dan kamu harus kenalan dulu makanya dengan dia,, baru kamu komentar,," ucap Juan gemas sendiri pada Raka..


"Yakin kamu nggak suka sama dia,, setelah lama berteman,, biasanya sih kalau pertemanan antara pria dan wanita itu pasti tidak murni,, akan ada yang jatuh cinta salah satunya,,, masa sih kamu nggak jatuh cinta sama dia,, aku nggak mau yah kalau sampai kenalan dengan orang yang kamu suka," ucap Raka lagi.


"Aku tuh yakin banget nggak suka sama dia, udah deh nggak usah mikir macam-macam kamu,, lagian yah kalau aku memang suka sama dia mana mungkin aku mau kenalkan sama kamu,, mikir dong mikir," ucap Juan lagi.


Aku itu sudah sangat mencintai Ela nggak ada yang lain,, hanya Ela,, Syeila itu hanya temanku,, kenapa sih banyak yang selalu salah paham, mentang-mentang aku jarang dekat dengan wanita, batin Juan.


Raka tampak berpikir betul.


"Iya kamu benar juga,, nggak mungkin kamu mau memperkenalkan ke aku orang yang kamu cinta," ucap Raka setelah berpikir.


"Nah iyakan,, jadi kamu harus kenalan sama teman aku itu,, siapa tahu dia bisa menghilangkan perasaan suka kamu pada istri tuan Kenan," ucap Juan lagi.


"Namanya siapa teman kamu?" tanya Raka.


"Namanya Syeila,, aku kasih kamu nomor whatsapp dia ajah kali yah,, biar kamu langsung whatsapp dia," ucap Juan.

__ADS_1


"Nantilah aku ambilnya kalau dia mau,, aku izin sama orangnya dulu dong,, masa langsung main ambil-ambil ajah," ucap Raka.


"Okelah,, aku telfon dia sekarang yah,, atau video call ajah deh biar kamu langsung lihat orangnya," ucap Juan lagi.


"Bentaran lah,, video call Kenan dong," ucap Raka.


"Apa kamu gila,, aku nggak berani video call tuan Kenan di saat tidak ada yang penting," ucap Juan cepat.


"Lagian kenapa sih kamu mau video call dengan dia,, udah deh jangan ganggu orang lagi bulan madu," ucap Juan..


"Penting kok kan ada aku teman dia yang mau melihatnya jadi itu sangat penting, lagian aku nggak berniat ganggu kok,, cuma pengen lihat ajah mereka lagi ngapain gitu," ucap Raka.


"Itu sama ajah kamu ganggu Raka,, kamu mau lihat dia lagi ngapain sekarang,, yah sudah pasti lah dia lagi bermesraan dengan istrinya kan lagi bulan madu," ucap Juan lagi dengan santainya.


"Yah bentaran doang kok,, video call dong" ucap Raka lagi.


"Mereka bulan madu dimana sih?" tanya Raka.


"Kenapa kamu menanyakan itu,, kamu mau pergi menyusul mereka gitu, terus ganggu waktu bulan madu tuan Kenan dan istrinya, coba saja aku pastikan kamu tinggal kenangan saja di dunia ini," ucap Juan.


"Tega banget kamu bicara seperti itu sama aku, aku nggak mau ganggu kok,, aku cuma menanyakan saja," ucap Raka lagi.


"Aku nggak tahu Raka, karena waktu itu aku lagi sibuk,, dan tuan Kenan mengurusnya sendiri jadi aku nggak tahu apa-apa," jawab Juan.


"Bohong banget kamu," ucap Raka.


"Aku nggak bohong Raka, aku memang nggak tahu apa-apa kok,, dimana tuan Kenan bulan madunya," ucap Juan lagi.


"Hemm ya udah video call Kenan deh," ucap Raka lagi.


"Ngapain sih,, video call tuan Kenan,, udah ahh aku video call Syeila ajah," ucap Juan.


"Kenan dulu baru Syeila,, nurut deh sama aku," ucap Raka.


"Ya udah kamu video call tuan Kenan pakai whatsapp kamu ajah, aku nggak mau yah menerima resiko," ucap Juan lagi.


"Iya juga yah,, kenapa aku nggak kepikiran dari tadi sih, aku kan punya ponsel,, aku punya whatsapp juga," ucap Raka sambil mengambil ponselnya dari kantung celananya, lalu segera video call Kenan, namun whatsapp Kenan tidak aktif karena sekarang Kenan dan Friska sedang tidur juga.

__ADS_1


"Nggak aktif nih whatsapp Kenan," ucap Raka.


"Nah itu kan,, anggap ajah itu tanda supaya kamu nggak usah video call tuan Kenan," ucap Juan lagi.


"Apaan sih pakai bilang tanda-tanda segala, aku itu pengen banget vidoe call dengan Kenan tahu nggak,, aku kangen sama teman aku itu," ucap Raka lagi sambil video call Kenan lagi, namun tetap sama whatsapp Kenan tidak aktif juga.


"Alasan ajah kamu bilang saja kalau kamu itu ingin melihat istri tuan Kenan,, kangen sama istri tuan Kenan, jelas banget tahu nggak," ucap Juan.


Raka hanya nyengir saja begitu mendengar ucapan Juan,, karena dia memang ingin melihat Kenan sekaligus istrinya juga.


"Cengar-cengir lagi kamu,, benarkan yang aku bilang?" ucap Juan.


"Benar dikit kok,, separuh salah," ucap Raka.


"Sudahlah nggak usah lagi sok tidak mengakui lagi kamu,, memang benar kok yang aku bilang,, tapi kamu nggak usah video call tuan Kenan lagi karena dia pasti lagi sibuk sekarang, lebih baik video call dengan teman aku ajah,, si Syeila gimana, mau nggak?" tanya Juan.


"Kamu itu lagi mencarikan jodoh buat teman kamu yah?" tanya balik Raka.


"Iya, sekaligus jodoh buat kamu," jawab Juan.


"Lalu kamu?" tanya Raka.


"Aku udah ada kok wanita yang aku cintai,, hanya saja sekarang dia bilang dia sudah tidak menyukai aku lagi,, tapi aku akan membuatnya menyukai aku lagi," ucap Juan sambil mengingat Ela.


"Serius Juan,, ada wanita yang kamu cintai?" tanya Raka seakan tidak percaya.


"Iya ada, sekarang aku akan video call Syeila,, semoga saja whatsapp dia aktif," ucap Juan lalu segera video call Syeila.


Dan whatsapp dia memang lagi aktif,, dia sedang rebahan bersampingan dengan Ela,, di tempat tidur Ela.


"Siapa tan?" tanya Ela.


"Juan," jawab Syeila.


Syeila sedikit bingung karena Juan tumben vidoe call.


"Oh ya udah angkat ajah tan,, aku nggak akan lihatin muka aku kok dan tante juga jangan lihatin muka aku yah,, aku akan dengar-dengar saja,,, kalau tante mau bicara mesra-mesra nggak apa-apa kok,, aku udah gede kok,, nggak apa-apa dengar orang bicara mesra-mesraan," ucap Ela sambil bergeser sedikit agar Juan tidak melihatnya ketika Syeila mengangkat vidoe call dari Juan.

__ADS_1


Sebenarnya hati Ela sakit ketika mengucapkan itu, tapi dia juga penasaran bagaimana seorang Juan berbicara romantis pada tantenya.


##########


__ADS_2