
Aku nggak mungkin bicara mesra-mesra dengan Juan ponakan bodoh,, karena Juan hanya mengingat kamu saja, aku berbicara dengan dia pasti dia membahas kamu dan itu benar-benar sangat menjengkelkan,, tapi aku juga tidak mungkin untuk tidak mengangkat panggilan video call dari Juan,, tumben juga dia video call begini,, Ela nggak boleh dengar pembicaraan aku dan Juan dia bisa tahu semuanya nanti,, aku harus mikirin cara biar Ela tidak mendengarkan pembicaraan aku dan Juan,, dan dia juga tidak curiga sama sekali, batin Syeila.
"Loh tante kok nggak angkat sih, nanti keburu di matikan loh tan," ucap Ela begitu melihat Syeila belum juga mengangkat panggilan video call dari Juan, padahal dia juga sudah penasaran mendengar tantenya berbicara dengan Juan, cowok kaku yang pernah dia temukan kalau berhadapan dengan wanita dan cowok yang membuatnya benar-benar jatuh cinta.
"Emm tante mau keluar ajah sayang,, nggak enak kalau kamu mendengar pembicaraan tante dan juga Juan,, karena ini pembicaraan di atas umur, biasalah tentang yang begituan,, Juan itu selalu ingin begituan masalahnya, jadi dia pasti mau ajak aku ke rumahnya lagi atau dia yang ke rumahku,,," ucap Syeila yang membuat Ela sangat terkejut.
"Nggak di angkat nih," ucap Juan pada Raka.
"Ya udah nggak usah,, nanti ajah mungkin teman kamu lagi sibuk," ucap Raka santai.
"Aku video call sekali lagi," ucap Juan pada Raka.
"Ini dia video call lagi,, berarti dia lagi pengen banget nih, dia juga suka kalau melihat tante berpakaian sexy dan kamu nggak usah melihatnya, tante keluar dulu yah sayang," ucap Syeila lalu segera keluar dari dalam kamar Ela dengan senyum sinisnya,, lalu berjalan menuju mobilnya tempat paling aman menurut Syeila.
Pasti sekarang kamu sakit hati bangetkan Ela,, rasain kamu,, sekarang pasti kamu salah paham dengan Juan,, baguslah... untung ide itu muncul di waktu yang tepat,, batin Syeila sambil berjalan menuju mobilnya dan belum mengangkat panggilan video call dari Juan.
"Tante Syeila dan kak Juan sudah sejauh itu,, aku benar-benar nggak nyangka kak Juan seperti itu,, di luarnya saja dia seperti pria baik-baik,, tapi di dalamnya dia benar-benar pria nakal,," ucap Ela yang benar-benar shock.
"Kenapa kak Juan seperti itu," teriak Ela sambil menangis,, dia tidak terima Juan sudah bercinta dengan tantenya,, selain hati Ela sakit,, Ela juga ingat Juan dan Syeila belum menikah jadi seharusnya mereka tidak melakukan seperti itu dulu,, nanti setelah menikah barulah mereka bisa begituan.
Ela bukan anak kecil lagi, Ela sudah mengerti dengan maksud pembicaraan Syeila tadi dan dia benar-benar terkejut begitu tahu tentang hal itu.
Di dalam mobil Syeila.
Syeila segera mengangkat panggilan video call dari Juan. Syeila sengaja mengangkat panggilan video call dari Juan di dalam mobil karena dia tidak mau kalau sampai Juan mendapatkan petunjuk keberadaan dia sekarang,, Syeila tahu Juan sudah ke rumah Ela sejak Juan cerita kepada dirinya.
__ADS_1
"Hai Juan maaf yah,, aku baru angkat video call dari kamu,, aku lagi nyetir mobil tadi," ucap Syeila begitu mengangkat panggilan video call dari Juan.
"Oh iya nggak apa-apa Syeila,, kamu darimana memangnya?" tanya Juan.
"Aku lagi jalan-jalan ajah,," jawab Syeila.
"Oh iya ada apa? tumben video call kamu kan paling jarang video call," ucap Syeila.
"Ini,, kamu kan jomblo,, iyakan, kamu masih jomblo kan sekarang Syeila?" tanya Juan untuk memastikan sekali lagi status temannya itu sebelum dia kenalkan dengan Raka.
Haa Juan menanyakan tentang status aku,, jangan-jangan dia udah ikhlaskan Ela,, dan akhirnya memiliki perasaan sama aku terus mau nembak aku bahkan mau melamarku,, oh my god akhirnya yang aku tunggu-tunggu, nggak sia-sia aku adu domba mereka berdua,, batin Syeila yang sudah sangat bahagia.
"Syeila kok diam sih,, kamu masih jomblokan?" tanya Juan lagi.
Juan tampak senang..
"Baguslah Syeila, aku juga punya teman,, dia lagi jomblo sekarang Syeila,, ganteng dan juga mapan,, kamu kenalan yah sama dia, ada disini orangnya" ucap Juan dengan penuh semangatnya,, yang langsung membuat Syeila seperti di buang dari ketinggian. Seketika perasaan bahagia Syeila hilang,, senyumnya juga hilang begitu mendengar ucapan Juan.
Juan kenapa kamu seperti ini sih padaku,, apa kamu tidak sadar perasaan aku sama kamu,, kenapa kamu malah mau mengenalkan aku dengan temanmu,, aku nggak mau dengan temanmu yang aku mau itu sama kamu Juan,, sama kamu,, batin Syeila kesal.
"Syeila kamu kok diam lagi sih?" tanya Juan.
"Emm nggak kok,, aku hanya sedikit terkejut ajah,, tumben-tumben gitu kamu mau ngenalin aku dengan teman kamu," ucap Syeila.
"Karena aku yakin temanku ini orang yang baik,, cocok dengan kamu yang juga baik,, kamu mau yah kenalan dengan dia," ucap Juan lagi.
__ADS_1
Ehh buset sihh Juan,, kayak aku nggak bisa kenalan dengan cewek lain ajah sih,, kalau dia nggak mau,, nggak apa-apa juga buatku,, dia benar-benar usaha banget buat aku move on dari Friska sampai segininya kamu Juan,, padahal walaupun aku sudah kenalan dengan dia perasaan aku akan tetap sama pada istri Kenan,, aku sudah kenalan dengan bayak cewek selama ini,, tapi tetap saja hanya Friska yang aku cintai,, batin Raka.
Syeila tampak berpikir.
Nggak ada pilihan lain,, selain mau kenalan dengan temannya,, padahal sebenarnya aku malas banget karena aku cuma suka sama kamu Juan,, tapi kenalan sajalah kalau aku nggak mau pasti Juan akan bertanya lagi,, toh cuma kenalan saja lewat video call juga ini,, batin Syeila.
"Iya Juan aku mau,, mana temanmu?" tanya Syeila dengan senyum di paksanya.
"Raka ini dia mau,, ayo kamu bicara," ucap Juan sambil memberikan ponselnya pada Raka. Raka dengan terpaksa mengambilnya.
Raka juga senyum terpaksa di hadapan Syeila.
"Hai,, maaf yah kalau kenalannya lewat video call,, seharusnya aku bertemu kamu langsung," ucap Raka basa-basi.
"Iya nggak apa-apa kok,, kan kapan-kapan bisa,," ucap Syeila menanggapi.
"Nama kamu siapa? aku sudah mendengarnya dari Juan tadi tapi aku juga ingin mendengarnya dari kamu langsung," ucap Raka.
Aku nggak tau lagi mau menanyakan apa,, tanya nama sajalah batin Raka.
"Nama aku Syeila,, namamu siapa?" tanya Syeila balik.
"Aku Raka,, senang berkenalan dengan kamu Syeila,, aku boleh mengambil nomor ponsel kamu dari Juan kan?" tanya Raka.
Minta nomor ponsel dia saja biar cepat selesai,, aku juga nggak bakalan menghubungi dia,, aku nggak tahu mau bicara apa lagi dengan dia,, wanita ini membosankan nggak seperti Friska,, dan ini juga Juan apa dia sadar memperkenalkan aku dengan Syeila,, bukan tipe aku banget tapi melihat niat baik Juan,, aku juga harus menghargai niat baiknya,, batin Raka.
__ADS_1