
"Enak ajah main pergi-pergi, kamu disini ajah," ucap Kenan setelah mencium bibir istrinya itu.
"Tadikan kamu suruh aku mikir," ucap Friska.
"Jadi aku mau keluar ajah biar bisa mikir," ucap Friska lagi.
"Nggak usah, kamu disini ajah," ucap Kenan.
"Masih marah nggak?" tanya Friska.
"Aku nggak marah kok," jawab Kenan.
"Bohong banget," ucap Friska.
"Iya aku nggak marah kok," ucap Kenan lagi.
"Ya udah kalau gitu bagus deh, aku pikir tadi kamu marah, kalau gitu aku mau telfonan lagi dengan sahabat-sahabat aku bentar yang cowok," ucap Friska sambil menekankan kata cowok.
"Hei siapa yang suruh, kamu nggak boleh telfonan dengan cowok lain apalagi si Dafa itu," ucap Kenan.
"Katanya tadi nggak marah, makanya bilang dulu tadi kamu marah atau nggak?" tanya Friska.
"Yah marah lah sayang, aku tuh tadi cemburu banget kamu nggak peka lagi," ucap Kenan.
"Siapa bilang aku nggak peka, nih aku merayumu begini berarti aku peka," ucap Friska.
"Cie yang peka," ucap Kenan sambil mencolek dagu istrinya itu.
"Iihh ganjen," ledek Friska.
"Enak ajah suaminya di bilangin ganjen," ucap Kenan sambil mencubit gemas hidung istrinya itu.
"Ihh sayang nanti aku pesek," rajuk Friska.
"Mancung kali gimana sih ini, baru beberapa hari nggak masuk sekolah udah bodoh ajah," ledek Kenan.
"Tahu ahhh aku ngambek," ucap Friska sambil ingin beranjak pergi dari pangkuan Kenan, namun Kenan lagi-lagi menahannya.
"Kamu jangan ngambek dong sayang," ucap Kenan.
"Aku pengen seblak," ucap Friska asal.
"Haa seblak apaan tuh?" tanya Kenan yang bingung karena baru mendengarnya.
Friska hampir saja tertawa gara-gara ekspresi suaminya itu, namun berhasil dia tahan.
"Pikir ajah sendiri pokoknya aku ngambek kalau nggak ada seblak," ucap Friska.
"Kamu ngambek jadi tambah cantik loh sayang," goda Kenan sambil mencari tahu di google semacam apa itu seblak.
"Gombal terus mana ada lagi ngambek tambah cantik," ucap Friska sambil cemberut.
__ADS_1
"Mau ngapain?" tanya Friska karena melihat Kenan yang sedang buka google.
"Mau mencari tahu apa itu seblak biar aku bisa siapin untuk kamu," ucap Kenan.
Friska pun langsung tertawa membuat Kenan menghentikan aktivitasnya sambil melihat istrinya.
"Kenapa kamu tertawa sayang?" tanya Kenan.
"Abis kamu lucu sih, nggak usah cari tahu aku cuma bercanda ajah kok," ucap Friska sambil mencubit gemas kedua pipi suaminya itu.
"Beneran nih, kamu nggak bohong?" tanya Kenan penuh selidik.
"Iya aku nggak bohong, dosa tahu bohongin suami," ucap Friska.
"Nggak ngambek lagi?" tanya Kenan.
"Iya nggak," jawab Friska lalu tersenyum.
"Syukurlah, oh iya tadi itu aku nggak gombal istriku, kamu memang tambah cantik kalau lagi ngambek," ucap Kenan.
"Ya udah aku mau ngambek ajah terus kalau gitu biar tambah cantik," ucap Friska.
"Jangan dong," ucap Kenan sambil nyengir.
"Dasar," ucap Friska.
"Ehh tapi kok kamu sih yang ngambek kan tadi aku," ucap Kenan.
"Ya udah kamu lanjut lagi kerjanya sayang, udah nggak ngambek lagikan?" tanya Friska akhirnya.
"Masih, rayu lagi dong," ucap Kenan sambil memeluk pinggang istrinya itu.
"Idiihh itu sih mau-maunya kamu ajah," ucap Friska.
"Tahu ajah," ucap Kenan sambil nyengir.
"Iyalah, udah kamu lanjut lagi kerjanya aku mau lanjut lagi ngemilnya, atau aku bantuin kamu ajah biar cepat," ucap Friska.
"Nggak usah sayang," ucap Kenan sambil mengelus lembut wajah istrinya itu.
"Kenapa kamu takut bangkrut yah, kalau aku bantuin, gini-gini aku tahu kok ngurusin bisnis karena aku suka di ajar sama Ayah aku mertuamu," ucap Friska.
"Nggak gitu sayang maksud aku, aku tahu kok kamu pasti bisa tapi aku nggak mau ajah kamu capek, biar aku ajah yang kerja. Kamu duduk saja disitu sambil ngemil atau apalah yang penting jangan keluar kalau aku nggak keluar ruangan, kalau kamu pengen sesuatu bilang ajah," ucap Kenan lalu membawa istrinya untuk kembali duduk di sofa.
"Hemm aku bisa tambah gemuk nih kalau makan terus dan nggak ngapa-ngapain," ucap Friska lagi sambil duduk di sofa.
"Nggak apa-apa kamu jangan diet-diet dan makan ajah kalau mau makan, aku suka yang berisi-berisi," ucap Kenan sambil menaik-turunkan kedua alisnya.
"Kerja sana, mau aku pecat," ucap Friska.
"Siap bos, jangan pecat saya," ucap Kenan lalu segera kembali ke meja kerjanya.
__ADS_1
Dasar tuh laki kalau lagi kumat gitu amat batin Friska.
#########
Malamnya Friska menyuruh Kenan agar memanggil Juan untuk makan malam bersama, dan Kenan pun segera menelepon Juan.
Juan yang mendengar ponselnya berdering segera melihat siapa yang meneleponnya, lalu dia langsung mengangkat panggilan telfon dari orang itu begitu dia mengetahui Syeila yang meneleponnya.
"Hallo, Syeila," ucap Juan.
"Sayang nomor ponsel Juan lagi sibuk nih, tumben banget biasanya kalau aku telfon nomor ponselnya itu nggak pernah sibuk karena cuma aku yang sering meneleponnya" ucap Kenan.
"Mungkin dia lagi telfonan dengan temannya kali," ucap Friska.
"Iya mungkin atau orang lain," ucap Kenan.
"Hubungi ajah terus sayang," ucap Friska sambil masih menyiapkan makan malam.
Terindah banget Juan aku hubungi terus, kalau bukan bini yang nyuruh ogah deh batin Kenan lalu menghubungi Juan lagi, sesuai keinginan istrinya pastinya karena kalau dia pasti hanya satu kali saja dia menghubungi Juan, kecuali penting baru bisa berulang kali.
"Juan jadi nggak? kamu lama banget ngabarinnya," ucap Syeila.
"Iya jadi, tadi rencananya nanti selesai mandi baru aku meneleponmu, tapi kamu udah nelfon duluan," ucap Juan.
Syeila tampak senang begitu mendengar Juan mau menemaninya.
"Seharusnya kamu menghubungi aku sebelum kamu mandi, kan aku mesti siap-siap juga, mesti dandan dulu," ucap Syeila.
"Ya ampun aku lupa kalau sekarang kamu udah dandan nggak kayak dulu lagi yang asal keluar jalan ajah, sorry-sorry," ucap Juan.
Di lain Sisi, Ela masih terus menghubungi Juan yang ponselnya lagi-lagi sibuk, Ela memutuskan menghubungi Juan untuk menanyakan langsung mengenai teman dekat Juan, dan juga Ela ingin bertanya sekali lagi mengenai perasaan Juan kepadanya, jika Juan masih menganggapnya hanya adik maka dia akan mundur dan akan menganggap Juan juga sebagai kakak saja tidak lebih lagi. Ela juga sangat tidak mau memaksakan perasaan orang kepada dirinya.
"Ihh kamu tuh yah pasti sengaja lah mau ngejekin aku, makanya kamu bilang begitu," ucap Syeila.
"Nggak kok Syeila yang sudah cantik sekarang nggak seperti dulu ganteng," ucap Juan lalu tertawa.
"Tuh kan ledekin aku lagi," ucap Syeila sambil berpura-pura marah.
"Kamu jangan marah," ucap Juan.
"Iya, aku mau siap-siap dulu, nanti aku whatsapp alamat aku," ucap Syeila.
"Oke," ucap Juan lalu Syeila pun menutup panggilan telfonnya dengan Juan.
Tak lama ponsel Juan pun berdering lagi dan Kenan yang meneleponnya. Sementara Friska dan Ela sedang telfonan juga. Karena nomor ponsel Juan yang sibuk terus akhirnya Ela menelepon Friska siapa tahu Friska tahu kenapa ponsel Juan sibuk, Juan sibuk kerja atau apa tapi Friska juga bilang tidak tahu karena Om nya sejak tadi meneleponnya dan sama sibuk juga padahal Juan sekarang sedang di apartemennya.
Begitu Kenan bilang kalau nomor ponsel Juan tidak sibuk lagi, Friska langsung menyuruh Kenan untuk aktifkan speaker ponselnya agar Ela juga bisa mendengar pembicaraan mereka, tapi sedikit khawatir juga jangan sampai Juan salah bicara yang bisa membuat ketahuan status antara dirinya dan Kenan, Friska langsung memberikan kode kepada Kenan dan Kenan pun mengerti, lalu Kenan pun segera menuruti permintaan istrinya.
Dan begitu patah hatinya Ela begitu dia mendengar kalau Juan sedang telfonan tadi dengan teman wanitanya dan juga akan keluar bersama.
Aku mundur k**ak Juan, aku nggak akan dekati kak Juan lagi secara berlebihan dan mengharapkan kak Juan, aku cukup tahu diri yang di anggap hanya sebagai adik saja, semoga kak Juan bahagia batin Ela yang sudah memilih mundur.
__ADS_1