Cinta Presdir Tampan

Cinta Presdir Tampan
Dengan malas


__ADS_3

"Benarkah, kita tetangga dong" ucap Friska sambil tersenyum.


"Iya, oh iya nama kamu siapa?" Tanya laki-laki itu sambil mengulurkan tangannya untuk berkenalan.


"Nama aku Friska, nama kakak siapa?" tanya Friska sambil mengulurkan tangannya juga dan bersalaman kepada laki-laki itu.


"Nama kamu bagus yah sesuai dengan orangnya, nama aku Raka" Kata Raka lalu tersenyum dan menatap Friska terus.


"Emm kak maaf tangan aku" ucap Friska karena sejak tadi Raka tidak melepaskan jabat tangannya dengan Friska.


Raka pun tersadar.


"Oh iya maaf yah, tangan aku ini emang suka nggak tahu diri" ucap Raka lalu tertawa.


Friska pun ikut tertawa mendengar ucapan Raka.


"Oh iya kamu mau kemana tadi?" Tanya Raka lagi.


"Aku cuma mau jalan-jalan di sekitar sini kak, karena aku baru di sini" jawab Friska.


"Oh kalau begitu pas biar aku yang temani kamu, aku udah lama tinggal di sini walaupun lebih sering di luar Negeri tapi kalau ke Indonesia aku pasti kesini" ucap Raka.


"Kakak tinggal di rumah itu bersama siapa?" tanya Friska.


"Aku tinggal sendiri tapi ada pembantu juga sih, nenek aku beda lagi tempat tinggalnya kalau orang tua aku sekarang lagi di luar Negeri" ucap Raka menjelaskan.


"Ayo aku temani kamu jalan-jalan" Kata Raka lagi dengan semangatnya yang membuat Friska heran.


"Tapi kak aku mau jalan pakai kaki, aku nggak mau jalan pakai mobil" ucap Friska.


"Itu gampang di atur, kamu tunggu di sini yah aku simpan mobil aku dulu" Kata Raka.


"Kakak mau temani aku jalan kaki" ucap Friska seperti tidak percaya.


"Iya tentu saja, tunggu disini oke" ucap Raka lalu segera membawa masuk mobilnya ke tempatnya.


Friska pun menunggu Raka. Setelah Raka menyimpan mobilnya di tempatnya, Raka segera berlari kecil menuju ke tempat Friska.


"Lama yah kamu nunggunya?" tanya Raka setelah sampai ke tempat Friska.


"Nggak kok kak" ucap Friska lalu tersenyum.


"Baguslah, ayo kita jalan-jalan" ucap Raka semangat.


Mereka pun berjalan bersama.


"Kamu masih sekolah yah?" Tanya Raka kepada Friska sambil berjalan.


"Iya kak, kalau kakak?" tanya Friska balik.

__ADS_1


"Aku udah lama selesai, sekarang aku lagi memimpin perusahaan, sebenarnya aku kesini cuma untuk bertemu sahabat aku, tapi kayaknya sekarang nggak lagi deh, sekarang sepertinya aku punya tujuan lain" ucap Raka sambil tersenyum.


"Haa tujuan lain, tujuan apa kak?" tanya Friska yang seketika jiwa keponya keluar.


"Tujuan untuk mendapatkan hati wanita" ucap Raka lalu tersenyum lagi.


"Masa kakak belum punya kekasih sih, jangan-jangan kakak playboy yah" ucap Friska.


"Nggak dong, aku itu jauh dari kata playboy, aku juga baru jatuh cinta loh dengan kata lain aku belum pernah pacaran karena belum ada yang sesuai dengan tipe aku, tapi sekarang aku sudah menemukan yang sesuai dengan tipe aku dan aku akan mengejarnya" ucap Raka sambil melihat Friska.


"Beruntung banget dong cewek yang kakak suka" ucap Friska lagi.


"Aku yang beruntung bisa bertemu dia" ucap Raka lalu tersenyum.


Mereka pun melanjutkan jalan-jalannya lagi, namun tiba-tiba ponsel Friska berdering.


Friska melihat ternyata Kenan yang meneleponnya, Friska pun langsung mematikan panggilan telfon dari Kenan. Namun lagi-lagi Kenan meneleponnya membuat Friska benar-benar kesal, tanpa pikir panjang Friska langsung menonaktifkan ponselnya.


"Beraninya anak kecil itu menonaktifkan ponselnya" ucap Kenan kesal.


Kenan pun menelepon Adelia lagi namun tetap saja ponsel Adelia tidak aktif terus membuat Kenan bertambah kesal.


"Pacar kamu yah yang telfon?" Tanya Raka sedikit kecewa.


"Bukan kak aku nggak punya pacar" jawab Friska.


Raka yang mengetahui Friska tidak memiliki pacar langsung senang dan semakin bersemangat untuk mengejar Friska.


"Terus kenapa kamu nggak angkat panggilan telfon dari orang itu?" tanya Raka yang mulai kepo.


"Karena orang ini sangat menjengkelkan kak, pasti dia mau marah-marah nggak jelas lagi, dasar om nyebelin" ucap Friska sambil bibirnya cemberut.


Raka sangat gemas melihat ekspresi Friska saat ini yang sangat imut di mata Raka.


"Oh jadi itu telfon dari om kamu" Kata Raka.


"Iya kak" ucap Friska.


"Kalau dia menjengkelkan nggak usah angkat saja panggilan telfon dari dia" ucap Raka asal lalu tertawa.


Friska pun ikut tertawa dan mereka pun kembali berjalan-jalan santai lagi.


Sepulang dari jalan-jalan santai mereka, Friska pun mengajak Raka untuk ke rumahnya buat makan malam dan tentu saja Raka sangat senang dan mengiyakan ajakan dari Friska.


Raka terlebih dahulu ke rumahnya untuk mandi begitupun Friska segera ke rumahnya untuk mandi.


Begitu Friska masuk, Friska melihat sudah ada mobil yang di sediakan untuk dia dan pak satpam pun memberikan dia kunci mobil. Friska sudah tahu pasti itu dari ayah Kenan.


Setelah mengambil kunci mobil Friska berjalan masuk ke dalam rumah untuk segera mandi.

__ADS_1


#####


Kenan di rumahnya lagi uring-uringan karena ponsel Friska belum aktif-aktif juga begitupun dengan ponsel Adelia.


Raka yang sudah selesai mandi, bercermin dan berpakaian rapi langsung saja ke rumah Friska.


Friska yang baru selesai mandi dan baru selesai berpakaian juga kaget melihat Raka yang sudah datang ke rumahnya.


"Kakak cepat banget datangnya aku masih mau masak loh" ucap Friska lalu menyuruh Raka duduk di sofa.


"Haa kamu mau masak?" tanya Raka seakan tidak percaya.


"Iya kak, kenapa memangnya?" Tanya Friska balik.


"Aku pikir pembantu yang mau masak, jarang loh cewek yang seumuran kamu ini tahu memasak" ucap Raka.


"Aku suka memasak kak" ucap Friska lalu tersenyum.


"Wah bagus dong, aku ikut ke dapur yah bantu kamu masak" ucap Raka.


"Nggak usah kak, kakak tunggu disini saja masa kakak mau bantu sih, aku nggak enak" kata Friska.


"Aku bantu lihatin doang kok, abis aku pasti bosan kalau duduk disini sendirian" ucap Raka sambil nyengir kuda.


Friska pun tertawa mendengar ucapan Raka.


"Ya sudah kalau begitu ayo ikut aku ke dapur kak" ajak Friska.


Raka pun dengan senang hati mengikuti Friska.


Raka terus memperhatikan Friska yang sangat cekatan di dapur, melihat Friska yang seperti itu membuat Raka semakin suka dan kagum kepada Friska.


Begitu selesai memasak mereka pun langsung makan bersama dengan Raka yang tak henti-hentinya memuji masakan Friska membuat Friska hanya tersenyum malu.


Karena jika Friska memperhatikan baik-baik wajah Raka, wajah Raka itu juga sangat tampan.


Setelah makan Raka pun duduk sebentar lalu pamit untuk pulang.


Friska ingin membereskan piring kotor namun sudah di larang oleh pembantu di rumah itu, pembantu itu yang akan membereskan jika sudah selesai makan.


Friska pun kembali ke kamarnya lalu langsung mencoba untuk tidur, dia bahkan tidak kepikiran untuk mengaktifkan ponselnya.


Raka yang sudah berada di rumahnya masih saja senyum-senyum bahagia sendiri.


"Aku harus curhat sama teman aku" ucap Raka lalu mengambil ponselnya untuk menghubungi temannya.


Kenan yang mendengar ponselnya berdering langsung melihat siapa yang menghubunginya, Kenan pikir itu Friska atau Adelia namun ternyata bukan. Dengan malas Kenan mengangkat panggilan telfon dari orang itu.


"Kenapa Raka tumben loe telfon?" Tanya Kenan dengan suara malas.

__ADS_1


__ADS_2