
Sebelum mengirimkan pesannya kepada Adelia, Kenan membaca ulang isi dari pesannya untuk Adelia, setelah membacanya Kenan mengurungkan niatnya untuk mengirimkan kepada Adelia.
Kenan belum bisa melepaskan Adelia mengingat hubungannya yang sudah lama bersama Adelia.
Benarkah aku sudah mencintai Friska atau tadi hanya sekedar takut di selingkuhi oleh Friska karena aku seorang laki-laki batin Kenan.
Kenan pun tidak mau memikirkan itu lagi yang membuatnya bingung, dia pun segera tidur sambil memeluk Friska.
Pagi harinya mereka sarapan bersama lalu kembali ke aktivitas masing-masing dengan leher Friska yang sudah dia tutupi akibat ulah Kenan semalam.
#####
Friska yang masuk ke sekolah benar-benar mendapat tatapan oleh Dafa dan sahabat-sahabatnya setelah mereka melihat leher Friska.
"Fris leher loe kenapa?" tanya Dafa langsung setelah Friska duduk di bangkunya.
"Emm nggak kenapa-kenapa kok" ucap Friska gugup.
"Terus kenapa loe tutupin?" tanya Dafa lagi.
"Karena lagi pengen ajah" Jawab Friska.
"Itu bukan luka kan Fris, loe nggak di pukulin sama pak Kenan kan?" tanya Salsa penuh selidik.
"Nggak lah" ucap Friska cepat.
"Pak Kenan udah tahu belum kalau yang di pukulnya semalam itu keponakannya juga?" tanya Farel.
"Udah kok dan kakak aku juga mau bertemu om Kenan sebentar" ucap Friska.
"Oh baguslah" ucap Farel.
Mereka pun berbincang sambil menunggu guru masuk.
#####
Di kantor Kenan sangat serius mengerjakan pekerjaannya, sampai Adelia masuk ke dalam ruangan Kenan.
Kenan pun melihat Adelia yang berjalan ke arahnya.
"Ada apa Adelia? seharusnya kamu mengetuk pintu dulu kalau mau masuk" Ucap Kenan.
"Aku ingin menanyakan kenapa kamu sangat tega meninggalkan aku semalam?" tanya Adelia.
"Semalam kan aku membawa pulang ponakan aku, kamu liat sendiri kan dia berpelukan di tempat umum, itu sangat tidak bagus" ucap Kenan.
"Dia itu sudah besar Kenan jadi wajar siapa tahu ajah semalam itu kekasihnya" ucap Adelia.
"Dia itu nggak boleh pacaran" ucap Kenan.
"Memang kenapa sih kalau dia pacaran, aku bisa mencarikan laki-laki baik buat dia kalau yang semalam itu bukan kekasihnya" Ucap Adelia.
Adelia dan Rio berencana buat mendekati Friska, dan Adelia menyuruh Rio untuk mendapatkan hati Friska agar mereka bisa memanfaatkan Friska juga.
__ADS_1
"Jangan pernah mencarikan dia laki-laki" Ucap Kenan tegas.
"Memang kenapa Kenan, kenapa kamu melarang aku, aku lakuin itu supaya ada yang menjaga dia, supaya dia nggak selalu mengganggu kita Kenan. Kamu selalu ninggalin aku hanya karena keponakan kamu itu" ucap Adelia.
"Kamu nggak usah ngurusin dia, oke sayang" ucap Kenan.
"Tapi ini itu untuk kita berdua Kenan, aku sangat kesal dia selalu di perdulikan dengan kamu, kenapa sih kamu sangat perduli dengan dia padahal dia itu hanya keponakan kamu?" Tanya Adelia.
Kenan pun tersentak dengan pertanyaan Adelia.
"Yah karena dia adalah keponakan aku, jadi aku sangat perduli dengannya, sudahlah sayang kamu nggak usah urusin dia dan nggak usah mencarikan dia laki-laki lain oke, lebih baik kamu kembali ke tempatmu" Ucap Kenan.
"Tapi sayang kamu harus janji nggak boleh ninggalin aku lagi hanya demi keponakan kamu itu" ucap Adelia.
"Iya" ucap Kenan.
Adelia pun keluar dari ruangan Kenan dengan perasaan yang masih kesal dan juga dia tidak mendengarkan larangan Kenan tentang mencarikan laki-laki buat Friska, dia sudah mempunyai rencana dengan Rio. Adelia sangat kesal dengan Friska yang selalu mengganggunya dengan Kenan.
Rio sekarang sedang mencari tahu tentang Friska.
#####
Adelia pun meminta izin kepada Kenan untuk pulang cepat dengan alasan tidak enak badan. Kenan sangat khawatir dengan Adelia, dia pun memaksa Adelia untuk ke rumah sakit namun Adelia menolak dengan berbagai alasan jadilah Kenan mengantarnya pulang ke apartemen Adelia saja.
Kenan masih mau merawat Adelia namun Adelia menyuruh Kenan untuk segera kembali ke kantor saja, biar dia merawat dirinya sendiri.
Kenan pun mengikuti ucapan Adelia dengan menyuruh Adelia meneleponnya bila terjadi sesuatu dengannya.
Setelah Kenan pulang, Rio pun datang ke apartemen Adelia. Dia langsung masuk ke dalam apartemen Adelia setelah menekan sandinya.
"Gimana kamu udah tahu tentang Friska?" tanya Adelia langsung.
"Udah dong sayang ternyata dia cantik banget yah dan masih muda lagi" ucap Rio sambil tersenyum mengingat wajah Friska yang sempat di lihatnya tadi sewaktu Friska ingin masuk ke dalam gerbang sekolah menggunakan motornya.
"Benarkah dia cantik mengalahkan aku?" tanya Adelia dengan cemburunya.
"Tentu" ucap Rio langsung.
Adelia pun langsung kesal mendengar ucapan Rio.
"Emm maksud aku tentu saja cantikan kamu sayang" ucap Rio lagi karena menyadari Adelia yang sedang kesal.
"Oh iya dia itu beneran ponakan Kenan atau bukan sih, aku nggak dapat informasi tentang Friska yang ponakan Kenan?" Tanya Rio mengalihkan pembicaraan.
"Aku nggak perduli tentang itu lagian siapa tahu ajah kan Kenan sengaja menyembunyikan itu, yang penting kamu harus deketin Friska, kamu harus bisa pacaran dengan Friska supaya Friska nggak gangguin aku lagi dengan Kenan dan kamu bisa memanfaatkan Friska juga. Yang penting kamu harus ingat baik-baik jangan sampai kamu jatuh cinta dengan dia" ucap Adelia yang melihat kelakuan Rio ketika membicarakan Friska seperti orang yang sedang jatuh cinta.
"Iya sayang kamu nggak usah cemburu gitu" ucap Rio.
"Gimana aku nggak mau cemburu kalau aku melihat kamu seperti sedang jatuh cinta kepada Friska" ucap Adelia kesal.
"Tidak kok, kalau gitu aku pulang dulu yah, aku mau mikirin cara deketin Friska" ucap Rio lalu berjalan keluar dari apartemen Adelia sambil tersenyum mengingat wajah Friska.
#####
__ADS_1
Rio pun belum menemukan cara bagaimana bisa dekat dengan Friska namun dia tetap menunggu Friska pulang di dekat sekolah Friska.
Ketika sore Friska pun keluar dari gerbang sekolahnya sambil mengendarai motornya. Rio pun mengikuti Friska tanpa ada yang mencurigainya. Hingga di tengah jalan motor Friska mendadak mogok.
Rio pun mengambil kesempatan itu untuk berkenalan langsung dengan Friska. Rio segera mendekati Friska untuk membantunya.
"Hai motor kamu kenapa?" tanya Rio lalu tersenyum.
"Emm ini kak motor aku ngambek nih tiba-tiba berhenti ajah" ucap Friska.
"Ya sudah biar aku bantuin" ucap Rio.
"Nggak usah kak, aku nggak mau repotin kakak, aku bisa kok" ucap Friska lalu tersenyum.
Rio pun benar-benar terpesona melihat Friska dengan senyumannya.
"Nggak apa-apa aku nggak repot kok, kamu tunggu sebentar aku cek motor kamu lagian kamu pasti capek kan baru pulang sekolah" ucap Rio lagi lalu segera memeriksa motor Friska.
Friska pun menuruti ucapan Rio karena memang dirinya sangat lelah.
Tak lama motor Friska kembali bisa bunyi lagi. Friska pun sangat senang.
"Terima kasih yah kak" ucap Friska dengan senangnya.
"Iya, tapi aku maunya di traktir sama kamu biar impas" ucap Rio dengan senyumnya.
"Boleh kak, ayo sekarang aku traktir kakak" ucap Friska dengan semangatnya.
"Aku nggak bisa sekarang aku lagi ada urusan, nomor ponsel kamu ajah nanti aku kabarin kapan aku bisanya" Ucap Rio.
"Oke sini ponsel kakak" ucap Friska.
Rio pun memberikan ponselnya kepada Friska dengan perasaan senang. Friska pun memasukan nomor ponselnya beserta namanya lalu memberikan kembali ponsel Rio.
"Oh jadi nama kamu Friska, nama yang bagus" ucap Rio lalu menelepon nomor Friska memastikan kalau itu benar-benar nomor ponsel Friska.
Friska yang mendengar Rio memujinya hanya tersenyum saja.
Dan ternyata benar ponsel Friska berdering.
"Itu nomor aku, nama aku Rio kamu simpan yah" ucap Rio.
"Oke kak" ucap Friska kemudian menyimpan nomor ponsel Rio.
"Nanti kakak kabarin ajah kapan siapnya tapi aku nggak mau kalau malam dan tempatnya aku yang tentuin yah kak" ucap Friska.
Tentu aku pasti tidak akan mengajakmu malam karena pasti Kenan melarang kamu, aku cuma pengen dekat dengan kamu batin Rio.
"Oke" ucap Rio.
"Ya sudah aku jalan duluan yah kak, kakak hati-hati yah" ucap Friska.
"Iya kamu juga hati-hati yah" ucap Rio.
__ADS_1
Friska pun mengendarai motornya untuk pulang ke rumah sedangkan Rio masih saja kesenangan karena dia bisa mendapatkan nomor ponsel Friska.
Dia sangat baik, sopan dan sangat cantik berbeda sekali dengan Adelia, aku sepertinya benar-benar jatuh cinta kepadanya, perasaanku ini berbeda dengan yang aku rasakan kepada Adelia. Lagian Friska tidak pantas bersama Kenan yang menghianatinya batin Rio.