
"Karena ini akan jadi kamar kamu juga, mulai malam ini kamu pindah ke kamar ini istriku" ucap Kenan lalu membaringkan tubuh Friska di tempat tidurnya dan dia pun ikut berbaring dan memeluk Friska.
Aku nggak akan lagi biarin dia di kamar sebelah, bisa-bisa dia pergi lagi dan aku nggak tahu lagian ada istri di sini juga enak, jadi ada yang di peluk batin Kenan sambil tersenyum.
"Tapi om aku nggak mau, aku suka kok di kamar sebelah om, jadi aku di kamar sebelah saja yah om, yah yah" rayu Friska yang membuat Kenan semakin gemas melihatnya.
Kenan yang benar-benar gemas melihat wajah manja Friska yang sedang merayunya langsung saja mencium bibir Friska.
"Om kok cium aku lagi?" tanya Friska dengan polosnya setelah Kenan melepaskan ciumannya.
"Mau-mau aku dong toh kamu ini milik aku" ucap Kenan sambil membelai lembut wajah Friska.
Mulai lagi deh mau-mau aku dong, mau-mau aku dong haduh kata-kata itu benar-benar menjengkelkan kalau aku dengar batin Friska.
"Tapi om malam ajah kan aku di kamar om, siang aku di kamar sebelah lagi kan?" tanya Friska lagi.
"Nggak tuh pokoknya kamar kamu di sini mulai sekarang, barang-barang kamu akan di pindahkan dan di atur besok ke kamar ini istriku" ucap Kenan. Aku mau mandi dulu, kamu rebahan santai ajah di sini nggak usah berniat keluar kamar nggak akan bisa ucap Kenan lagi lalu mencium kening Friska dan berlalu masuk ke kamar mandi.
Friska hanya mengikuti ucapan Kenan karena percuma dia mau keluar, kalau Kenan sudah bilang seperti itu berarti memang dia nggak akan bisa keluar. Sedangkan di kamar mandi Kenan terus tersenyum sambil mandi dia benar-benar lagi bahagia.
Setelah mandi Kenan pun keluar dengan handuk yang hanya di lilitkan di pinggangnya. Friska pun melihatnya dan Friska pun mengakui di dalam hatinya bahwa tubuh Kenan itu benar-benar sangat bagus.
"Om kok nggak pakai baju sih" protes Friska.
"Sengaja" ucap Kenan santai lalu berjalan masuk ke ruang ganti yang sudah ada beberapa baju tidur di dalamnya.
__ADS_1
Friska hanya melongo mendengar ucapan santai Kenan.
Setelah Kenan memakai pakaiannya dia pun keluar kemudian berjalan kembali menuju tempat tidurnya lalu memeluk Friska lagi.
"Istriku kamu tidak mau mandi?" tanya Kenan sambil sesekali mencium pipi Friska.
Cium teross, cium teross omel Friska di dalam hatinya.
"Mau banget om, tapi baju aku ada di kamarku, aku pergi ambil dulu yah" ucap Friska.
"Itu bukan kamar kamu, kamar kamu tuh di sini" protes Kenan dan muncullah sebuah ide jenius sedikit gesrek di otak Kenan.
"Istriku kamu pakai kemeja putih dan celana boxer aku ajah malam ini" ucap Kenan dengan senyum mengerikannya.
"Apa-apaan sih om, aku nggak mau om ini sembarangan ajah sih kalau ngomong, aku tuh nggak pernah pakai celana pendek di depan cowok, lagian pakaian dalam aku kan ada di kamar sebelah om, jadi biarin aku pergi ambil dulu" mohon Friska kepada Kenan.
"Istriku aku ini suami kamu, jadi nggak apa-apa kamu berpakaian seperti itu, pakaian dalam kamu biar aku yang ambilin, kamu tunggu di sini" ucap Kenan santai sambil mau bangun pergi mengambilkan apa yang di butuhkan Friska.
"Jangan!!! teriak Friska yang membuat Kenan menutup kedua telinganya."
"Istriku teriakan kamu bisa lebih kencang lagi nggak" ucap Kenan kesal.
"Maaf om habis massa om mau ambilin pakaian dalam aku, aku kan malu om" ucap Friska yang wajahnya sudah memerah menahan malu.
Kenan pun memperhatikan wajah merah merona Friska lalu dia mencium lembut bibir Friska, ciuman lembut itu berubah jadi *******, tangan Kenan sudah bergerilya kemana-mana. Friska ingin berbicara membuat mulutnya sedikit terbuka dan itu di gunakan Kenan untuk memperdalam ciumannya melihat Friska yang sudah kesusahan bernafas Kenan pun melepaskan ciumannya.
__ADS_1
"Itu hukuman buat kamu karena banyak komentar, kamu tuh nggak usah malu istriku sama suami kamu sendiri, tunggu di sini aku ambilin jangan komentar lagi mau kamu jadi istri durhaka" ucap Kenan dengan senjata ampuhnya membuat Friska menunggu dengan tenangnya di kamar Kenan.
Kenan pun keluar kamar dengan senyum kemenangannya.
Ya ampun kok sekarang om suka banget sih cium aku, bisa-bisa bibirku ini bengkak, mana tangannya juga seenaknya lagi, rugi banyak aku batin Friska di dalam kamar Kenan.
Kenan pun sudah memilihkan pakaian dalam Friska, dia pun masuk kembali ke kamarnya. Di berikannya kepada Friska apa yang sudah di pilihkannya.
"Om kok tahu sih aku suka pakai warna yang senada gini, om suka ngintip aku yah" tuduh Friska.
"Sembarangan saja kalau ngomong, lihat baik-baik wajah aku ini istriku memang ada wajah tukang ngintip di sini" ucap Kenan tidak terima dengan tuduhan Friska. Buat apa aku ngintip kalau aku bisa menyuruh kamu berpakaian di depanku, lagian aku milih itu karena aku suka dan cocok sama kamu kalau kamu memakai warna senada sambung Kenan dengan tidak ada perasaan malu sedikit pun.
Sedangkan Friska wajahnya bertambah merah merona mendengar ucapan Kenan yang asal ceplos saja. Entahlah Kenan yang berucap dia yang malu.
"Pikiran om mesum tahu nggak" ucap Friska lalu turun dari tempat tidur menuju kamar mandi sambil membawa pakaian dalamnya.
Tak lama Friska pun keluar kembali karena dia menyadari dia belum membawa pakaian dan handuk.
"Om, kenapa om nggak ambilin sekaligus pakaian dan handuk aku ajah sih" ucap Friska dengan kesalnya menatap Kenan yang lagi rebahan santai di tempat tidurnya.
Kenan pun langsung bangun lalu turun dari tempat tidurnya menuju lemari pakaiannya, di ambilkannya kemeja putih yang kalau di pakai Friska pasti kebesaran dan celana boxer yang pasti sangat pendek dan tak lupa dia mengambilkan handuk di dalam ruang ganti lalu dia memberikan kepada Friska dengan senyumnya yang sangat menjengkelkan di mata Friska.
"Aku nggak ambilin karena semua sudah ada di kamar ini" ucap Kenan santai yang masih tersenyum.
"Om beneran nyuruh aku pakai ini?" tanya Friska sekali lagi yang seakan tidak percaya dengan apa yang di alaminya.
__ADS_1
"Iya beneran istriku, mandilah cepat" ucap Kenan sambil mendorong tubuh Friska pelan masuk ke kamar mandi.
Kenan pun merebahkan tubuhnya kembali di tempat tidur sambil menunggu Friska selesai mandi sedangkan Friska benar-benar kesal di dalam kamar mandi.