Cinta Presdir Tampan

Cinta Presdir Tampan
Untuk kali ini berbeda...


__ADS_3

"Isshh kamu tuh yah,, emang kalau masalah begituan kata-kata kamu tuh nggak bisa di pegang,, tadi sebelum kita masuk ke kamar mandi aku udah bilang satu kali saja dan kamu iyakan,, giliran udah di dalam kamar mandi lebih dari satu kali,,," omel Friska yang sedang duduk di pinggir tempat tidur sambil mengeringkan rambutnya.


"Maaf sayang aku khilaf," ucap Kenan sambil kedua tangannya melingkar di pinggang istrinya.


"Khilaf melulu,," ucap Friska.


"Abis enak," gumam Kenan pelan yang masih di dengar istrinya.


"Isshh,, keringkan rambut aku kalau gitu," perintah Friska sambil cemberut.


"Siap bos," ucap Kenan.


"Jangan cemberut dong,, aku gaspoll lagi nih,," ancam Kenan.


"Apaan sih yank,, nggak capek apa?" ucap Friska.


"Nggak kok,, kan ada obat kalau capek," ucap Kenan.


"Apaan sih," ucap Friska sambil tersenyum.


############


Sementara Salsa yang sudah sampai di rumahnya bingung memilih baju yang akan dia pakai.


"Dress mana yang cocok aku pakai yah?" ucap Salsa pada dirinya sendiri.


"Hufft gini amat deh orang jomblo,, tiba mau jalan dengan cowok nggak tau mau pakai dress yang mana," ucap Salsa.


"Tanya sahabat juga sama aja,, dua-duanya nggak tau juga," ucap Salsa lagi.


#############


Disisi lain Syeila juga sedang mempersiapkan dirinya dan juga gaun yang cocok untuk menghadiri pesta pertunangan bersama Juan. Dia ingin semua orang kagum dengan dirinya.


###########


Mama Kenan mengetuk pintu kamar Kenan karena sejak tadi mereka belum keluar-keluar juga.


Kenan yang mendengar pintu kamarnya diketuk segera pergi membuka pintu. Sedangkan Friska masih menyisir rambutnya.


"Ma,, ada apa?" tanya Kenan begitu sudah membuka pintu kamarnya.


"Kalian nggak kenapa-kenapa kan?" tanya mama Kenan.


"Nggak kok ma,, masuk ke dalam ma,," ucap Kenan.


Mama Kenan pun segera masuk dan melihat Friska yang sedang menyisir rambutnya terlihat habis keramas.


Hmmm pasti mereka habis begitu-begituan,, apalagi wajah Kenan ini terlihat sangat bersemangat sekali,, dasar nih anak,, batin Mama Kenan.


"Mama,, maaf yah lama ma,, aku mandi juga tadi setelah dia," ucap Friska memberikan alasan.


"Iya,, mama nggak percaya kok,, aku yakin kalian mandi bersama,," ucap mama Kenan.


Friska pun langsung terdiam begitu mendengar ucapan Mama mertuanya.


"Mama kok tau?" tanya Kenan.


"Haduhh terlihat jelas dari wajah kamu yang berseri-seri itu,,, tapi mama suka kok,, kalian sering-seringlah seperti itu supaya cepat prosesnya yah,," ucap mama Kenan.


"Sudah pasti itu mah,, dengar tuh sayang,," ucap Kenan cepat sambil melihat Friska yang sedang malu.


"Iya istrimu sudah dengar,, enak lagi kamu kan,," ucap mama Kenan.

__ADS_1


"Apaan sih ma,, emang iya sih enak," ucap Kenan lalu tertawa.


"Dasar,"


"Oh iya ada yang bawa gaun tuh di depan,, pasti untuk menantu mama kan?" tanya Mama Kenan.


"Iya ma,, aku pergi ambil dulu kalau gitu," ucap Kenan lalu segera keluar kamar.


Kenan segera mengambil gaun untuk Friska lalu membawanya ke kamar mereka.


Friska sangat penasaran dengan gaun yang akan di pakainya.


"Hah,, ini banyak banget,, kan aku mau pakai satu aja yank," ucap Friska.


"Nggak apa-apa,, aku takutnya kamu nggak suka jadi aku belikan kamu semuanya aja tinggal kamu pilih,," ucap Kenan.


"Aku juga belum melihat semuanya,, jadi kamu cobalah satu-satu biar aku juga lihat ketika kamu pakai," ucap Kenan.


"Jangan dong,, kamu jangan lihat biar mama yang lihat,, kamu lihatnya ketika dia sudah selesai dandan dan berpakaian,, kamu ke kamar mama saja sayang,, biar mama yang dandan kamu juga,, Kenan pasti akan terkejut begitu melihat kamu sebentar,, kamu kan sangat jarang dandan,, pasti kamu semakin cantik ketika di dandan," ucap mama Kenan semangat.


"Loh nggak boleh dong ma,, aku nggak mau dia dandan nanti banyak yang suka lagi sama istri aku,, dia nggak dandan aja banyak yang antri,, nggak usah dandan dia ma," ucap Kenan.


"Eittss masa ke pesta pertunangan nggak dandan sih Kenan,, ada-ada saja kamu nih,, kamu mau mempermalukan istri kamu dengan dia nggak dandan,, pokoknya dia harus dandan,, dia memang sangat cantik dan itu bukan salahnya kalau cantik jadi tugasmu lah menjaga dia,, kan kalau ada kamu sudah pasti nggak ada yang berani mengganggu,," ucap mama Kenan.


"Aku pergi dengan Juan aja kalau gitu,, aku nggak mau dia di gangguin dengan pria lain,, di ajak kenalan atau apalah itu,, karena di sana banyak rekan bisnis sudah pasti aku akan bicara dengan mereka juga jadi takutnya aku lengah menjaga dia,,, dan jangan sampai kan ada yang membawa anaknya yang seumuran dengan istriku terus ngajakin kenalan istriku,, nggak mau banget aku,, bayangin aja udah kesal duluan,, kamu nggak usah ikut aja deh sayang,, kamu di rumah aja," ucap Kenan.


"Pikiran kamu itu Kenan sudah kemana-mana aja,, kan nggak apa-apa kalau kenalan aja,, yang penting jangan sampai minta nomor ponsel,, dan istrimu juga pasti tau batasan dong,, iyakan sayang?" ucap mama Kenan sambil melihat Friska.


"Iya benar tuh kata mama,,, aku ini bisa jaga perasaan tau,," ucap Friska.


"Tapi..,"


"Nggak ada tapi-tapian Kenan,, menantuku ini harus di dandan cantik,, nggak boleh tidak,, lagian kamu kan suami dia ngapain takut dia di godain sih,, kalau ada yang modus sama dia tinggal kamu beri pelajaran aja,, susah banget," ucap mama Kenan.


"Ma,, dia di tau nya ponakan aku loh,," ucap Kenan.


"Emmm kalau itu aku yang nggak mau dulu ma di umumkan bukan salah dia kok,," ucap Friska.


"Tapi kamu tenang saja aku nggak akan macam-macam,, aku nggak akan centil,, aku ingat kok kalau aku punya suami,, aku tuh mau dandan supaya aku layak berdiri di samping kamu Kenan Mahardika,, kan bakal di liput media," ucap Friska yang langsung membuat Kenan senyum-senyum.


"Bolehkan sayang?" rayu Friska sambil bergelayutan manja di lengan Kenan.


Sudah pintar sekali menantuku ini merayu suaminya,, tau aja dia Kenan itu gampang luluh kalau dia sudah bermanja-manja seperti itu,, batin Mama Kenan.


"Iya boleh sayang,, tapi ingat loh kata-kata kamu tadi,," ucap Kenan.


"Iya dong,, aku ke kamar mama dulu,," ucap Friska lalu mengecup pipi Kenan.


"Kalau ada maunya aja,," ucap Kenan sambil tersenyum dan menggelengkan kepalanya.


Friska dan Mama Kenan hanya tersenyum sambil berjalan keluar kamar.


"Pintar yah kamu merayu suami kamu sayang,, seperti mama," ucap Mama Kenan.


"Hehehe iya dong ma harus pintar,, abis dia tuh pasti nggak akan mau kalau nggak di rayu,, dia itu sudah mikir macam-macam aja,, padahal aku kan nggak mikir sampai kesitu loh ma,, kalau bakalan ada yang minta nomor ponsel atau lain-lainnya gitu," ucap Friska.


"Walaupun ada sudah pasti aku nggak mau,," ucap Friska lagi.


"Iya,, mama tau kok,,, mama juga lihat kamu mencintai suamimu,," ucap Mama Kenan.


"Nah iya ma,, aku tuh cuma cinta sama dia aja nggak ada yang lain,,dan aku juga nggak gampang jatuh cinta,, aku juga setia,," ucap Friska.


"Iya sayang mama sangat tau itu,," ucap Mama Kenan.

__ADS_1


"Oh iya mama nggak ada alat make up nih,, jadi kita pilih baju dulu sambil menunggu alat make up yah," ucap mama Kenan sambil mengirimkan pesan kepada anak buahnya untuk menyiapkan semua yang dia butuhkan.


"Ok ma,, kita pilih baju dulu," ucap Friska.


"Oh iya Kenan kan tinggi,, jadi kamu pakai heels yah sayang,, kamu bisa kan?" tanya mama Kenan karena melihat Friska yang selalu tampil apa adanya dan tidak pernah memakai heels.


"Bisa kok ma,, aku hanya nggak pernah mau pakai aja,, abis malas sih,," ucap Friska.


"Oke bagus sayang kalau kamu bisa,, mama juga sama kok,, kalau bukan karena keadaan yang mengharuskan memakai heels mama juga malas,, lebih enak pakai sendal," ucap mama Kenan sambil tersenyum.


"Sekarang kita pilih baju yang akan membuat kamu tampil maksimal nanti malam," ucap mama Kenan.


"Oke ma,," ucap Friska semangat.


Mereka pun segera memilih lalu Friska akan mencobanya.


##########


Sementara Juan tampak tidak bersemangat karena akan pergi bersama Syeila,, dia sangat malas bersama Syeila,, tapi apa boleh buat dia harus mau.


Juan tampak uring-uringan begitu sampai di rumahnya. Dia pun duduk di sofa sambil minum segelas jus,, dasinya dia longgarkan sedikit.


Lalu tiba-tiba ponselnya berdering dengan segera Juan mengambil ponselnya dari kantong celananya.


Dia tersenyum begitu melihat panggilan video call dari kekasihnya Ela. Dengan segera Juan mengangkat panggilan video call dari Ela.


"Hai sayang,, kamu pasti lagi nggak semangat kan karena mau ke pesta pertunangan bareng Tante aku,, makanya aku video call kamu supaya kamu semangat,," ucap Ela sambil tersenyum manis begitu Juan mengangkat panggilan video call darinya.


Juan pun langsung tersenyum begitu mendengar suara dan melihat Ela yang sedang tersenyum padanya.


"Iya nih,, kamu kok tau sih?" tanya Juan.


"Iya dong,, makanya aku lah yang jadi pacar kamu,, karena hati kita terkoneksi," ucap Ela.


Juan langsung tertawa sambil menggelengkan kepalanya begitu mendengar ucapan Ela.


"Kamu kalau tertawa membuat aku jadi pengen cepat-cepat jadi istri kamu,, supaya kita bisa tertawa bersama di tempat yang sama," ucap Ela yang mode gombalnya sedang on.


Astaga seharusnya aku yang berkata-kata seperti itu,, tapi kenapa jadi dia,, gemesin banget lagi,, batin Juan.


"Kamu sangat pandai berbicara manis sayang tapi aku suka,, sekarang mood aku jadi bagus lagi,, bicaralah seperti itu hanya sama aku saja jangan sama orang lain juga yah," ucap Juan.


"Iya dong kamu kan pacar aku,, bagus deh kalau mood kamu udah bagus lagi,, aku mencintaimu,,," ucap Ela yang lagi-lagi membuat Juan tersenyum.


"Aku juga sangat mencintai kamu," ucap Juan.


"Sweet banget sih pacarku," ucap Ela sambil tersenyum.


"Lebih sweet kamu," ucap Juan.


"Kamu lah,, oh iya kamu lagi dimana tuh? itu bukan di kantor pak Kenan kan?" tanya Ela.


"Iya dong bukan sayang,, aku lagi di rumah ku sekarang,," jawab Juan yang memang kalau video call dengan Ela hanya ketika dia sedang di kamarnya saja,, itulah Ela belum terlalu tau bagian-bagian rumah Juan.


"Oh,, ya udah kamu istirahat dulu gih,, mandi juga jangan lupa yah,, nggak usah terlalu memikirkan akan jalan dengan Tante aku,, kamu santai aja sayang,, ingat saja semua akan berlalu," ucap Ela.


"Oke calon istriku," ucap Juan sambil tersenyum.


"Udah ahh,, aku bisa kejang-kejang kalau mendengar kamu yang berbicara manis,,, hati-hati yah nyetir mobilnya sebentar,, bye sayang" ucap Ela lalu segera menutup panggilan video call nya dengan Juan.


Dia benar-benar pemilik hatiku, batin Juan sambil tersenyum.


#############

__ADS_1


Malam harinya.


Salsa deg-degkan banget begitu menunggu jemputan dari Jeki,, meskipun dia sudah pernah bertemu dengan Jeki sebelumnya tapi tetap saja untuk kali ini berbeda.


__ADS_2