
Kenan pun menuruni tangga dengan santainya, menuju tempat Friska dan sahabat-sahabatnya duduk.
Mereka belum menyadari kedatangan Kenan dan Friska masih asik-asiknya menggoda Dafa sambil bercanda dan itu membuat sahabat-sahabatnya yang lain hanya bisa tertawa sambil menggelengkan kepala mereka, melihat kelakuan Friska yang suka sekali menggoda Dafa semenjak mereka sudah berteman akrab.
Ketika mereka melihat Kenan berdiri di dekat Friska, tawa mereka seketika hilang dan aura dingin seperti sedang berkeliaran di ruangan itu.
"Bagus yah ketawa-ketawa disini, sedangkan suamimu ini kelaparan di kamarmu" ucap Kenan tanpa dosa.
Wajah Friska berubah pucat, sahabat-sahabatnya pun sangat terkejut dengan yang mereka lihat dan apa yang dikatakan Kenan.
Masih hening Kenan pun berbicara lagi.
"Istriku, ayo masakkan untuk suamimu aku benar-benar sangat lapar sekarang" ucap Kenan lagi yang sudah tertawa puas di dalam hatinya melihat Friska yang sudah pucat.
Dia diam gini pasti lagi mikirin alasan batin Kenan.
Ya ampun kenapa dengan om ini, apa dia lupa sama perjanjian kita waktu itu, aku mau kasih alasan apa sama mereka batin Friska.
"Friska apa benar suami kamu Kenan Mahardika?" tanya Salsa masih dengan ekspresi terkejutnya.
"Friska" ucap Salsa lagi karena Friska belum menjawab pertanyaannya.
Sahabat-sahabatnya yang lain masih saja diam karena mereka masih terkejut.
"Hahaha bukan lah, gue ini masih sekolah mana mungkin nikah, gue ini izin nggak masuk sekolah hari ini karena gue baru ketemu dengan om gue, ini om gue yang baru di temukan dan gue baru tahu, jadi tadi itu gue harus menyambut kedatangan om ku dulu dan dia di kamarku cuma numpang istirahat saja sekaligus nanya-nanya gue keponakannya" ucap Friska sambil tersenyum terpaksa dan menggandeng lengan Kenan.
"Apa..!!! ucap mereka bersamaan termasuk Kenan.
Wahh pintar juga anak kecil ini cari alasan yah, ratu bohong banget batin Kenan.
"Friska beneran kamu ada hubungan keluarga dengan Kenan Mahardika?" tanya Farel yang tidak menyangkah dengan apa yang didengarnya.
"Iya Farel, bawel banget deh kamu. Emang kamu nggak lihat nih, kemiripan gue dan om. Om tampan gue cantik. Gue juga kaget waktu pertama kali tahu tentang ini semua, tapi itulah kenyataannya dan gue bela-belain untuk nggak masuk sekolah dulu biar bisa ketemu sama om, om kan orangnya sibuk" ucap Friska. Iyakan om? tanya Friska lagi kepada Kenan sambil mencubit keras belakang Kenan.
"Iya" jawab Kenan cepat karena belakangnya sudah sakit dicubit oleh Friska.
Friska pun melepaskan cubitannya.
Dasar ini anak kecil, berani-beraninya dia mencubit aku. Tapi sudah dulu lah, itu cuma surprise kecil-kecilan buat mereka batin Kenan.
"Berarti Fris waktu di restoran itu" ucap Haris tidak melanjutkan karena masih ada Kenan disitu.
"Nggak usah bahas yang direstoran itu" ucap Friska cepat.
__ADS_1
Dafa hanya mengernyitkan keningnya mendengar obrolan mereka, dan dia juga tahu siapa Kenan. Dafa sangat mengagumi Kenan dalam menjalankan setiap perusahaannya dan Dafa juga ingin seperti Kenan suatu saat nanti kalau dia sudah bisa memegang perusahaan ayahnya makanya dia jarang ngumpul dengan Friska dan sahabat-sahabatnya karena dia selalu menggunakan setiap waktu luangnya untuk belajar tentang bisnis. Baru kali ini dia membuang sedikit waktu luangnya hanya untuk bertemu Friska karena dia memang benar-benar khawatir.
"Emmm ya udah deh Fris, kita pulang dulu yah loe urus pak Kenan dulu deh, nanti kita datang lagi" ucap Jojo.
"Ihh Jojo kok pulang sih, gue kan masih banyak yang mau di tanyakan sama Friska, lagian om Kenan kan cuma mau makan, kita kan bisa tungguin Friska atau mama Friska biasanya juga kan dia yang masak" ucap Ela tidak terima kalau mereka harus pulang.
"Aku maunya Friska yang masak" ucap Kenan dingin dan datar.
"Ela nanti saja loe nanya Friska, sekarang kita pulang dulu" ucap Jojo karena melihat ekspresi Kenan yang begitu membuat Jojo takut.
"Iya Ela benar yang di bilang Jojo, sekarang kita pulang dulu" ucap Farel. Friska dan om Kenan kita pulang dulu yah, beritahu papa dan mamamu juga yah Fris kita pulang dulu sambung Farel lagi sambil menarik tangan Ela.
"Tunggu gue anterin kalian sampai ke depan" ucap Friska sambil mau berjalan mengikuti sahabat-sahabatnya namun pinggangnya di tahan oleh Kenan sambil merangkulnya posesif.
"Kamu nggak usah anterin mereka, pasti mereka sudah sering kesini kan, mereka tidak akan tersesat" ucap Kenan kepada Friska.
"Iya Fris, benar yang dibilang om Kenan, loe nggak usah anterin, kita ingat kok jalan keluar dari rumahmu" ucap Ardi.
Mereka kaget melihat Kenan yang merangkul pinggang Friska, tapi mereka diam saja dan mencoba untuk tidak berpikiran macam-macam. Mereka hanya melihat Kenan seperti om yang posesif.
Sebelum mereka berjalan kembali, Dafa bicara sedikit kepada Friska.
"Fris sampai ketemu di sekolah yah, kalau loe mau izin lagi beri kabar sama gue atau yang lainnya, biar gue nggak khawatir" ucap Dafa sambil tersenyum.
Dafa hanya tersenyum saja.
"Iya Dafa, loe hati-hati yah dan kalian juga hati-hati" ucap Friska sambil tersenyum malu-malu.
Mereka pun segera keluar dari rumah Friska. Di depan rumah Friska mereka ngerumpi dulu sedikit.
"Ehhh menurut kalian, Friska dan Kenan itu beneran ada hubungan keluarga, atau jangan-jangan karena kejadian di restoran beberapa hari yang lalu itu, Kenan mau balas dendam sama Friska, terus sekarang rumah Friska sudah di ambil alih oleh Kenan, tapi Friska nggak mau kasitau ke kita" ucap Salsa sudah ngelantur kemana-mana tapi dia tidak bilang tentang apa yang dilakukan Friska kepada Kenan di restoran karena melihat ada Dafa.
"Loe bicara sembarangan ajah, terlalu kebanyakan nonton sinetron sih loe" ucap Jojo.
"Yehh diam loe Jojo, ini semua gara-gara loe tahu nggak, akhirnya Friska ngelakuin itu di restoran" ucap Salsa.
"Ngelakuin apa sih?" tanya Dafa yang sudah sangat penasaran.
"Bukan apa-apa kok Dafa, yang dilakuin Friska itu yang bisa buat orang naik darah, ayo kita pulang sekarang" ucap Salsa karena tidak mau lagi kalau sampai Dafa bertanya.
Mereka pun pulang ke rumah masing-masing.
*****
__ADS_1
"Om kita perlu bicara" ucap Friska serius sambil menarik tangan Kenan menuju kamarnya.
Kenan mengikut saja.
Beraninya anak kecil ini menarik tangan aku, baru kali ini ada yang berani menarik tanganku selain Adelia dan mama batin Kenan.
Friska masuk ke kamarnya diikuti oleh Kenan kemudian Friska mengunci pintu kamarnya.
"Om kenapa bilang sembarang sih sama mereka?" tanya Friska dengan wajah kesalnya.
"Bilang sembarang apaan, memang kita suami istri kan" jawab Kenan santai.
"Tapi om kita kan sudah perjanjian, om nggak akan bilang ke sahabat-sahabatku" ucap Friska.
"Kan nggak ada kertas perjanjiannya" ucap Kenan santai.
"Om itu nyebelin banget yah, ya udah kalau gitu om bikin kertas perjanjiannya" ucap Friska sambil merutuki kebodohannya yang langsung iya-iyakan saja pernah.
"Malas" ucap Kenan.
"Haa om nggak usah bercanda deh" ucap Friska jengkel.
"Aku nggak lagi bercanda sekarang, tapi sekarang itu aku lagi lapar, pergi sana masak buat aku" perintah Kenan.
"Malas" ucap Friska sambil cemberut.
Haha dia mengembalikan kata-kataku batin Kenan.
"Mau kamu jadi istri durhaka nggak nurut sama suami" ucap Kenan.
"Apaan sih om bawah-bawah durhaka, yah aku nggak mau lah. Oke tunggu di sini aku turun masak dulu" ucap Friska lalu berjalan menuju keluar kamar namun terhenti ketika mendengar ucapan Kenan.
"Emang kamu tahu memasak, jangan sampai aku teracuni lagi" ucap Kenan yang tidak percaya anak kecil seperti Friska ini bisa memasak.
Friska yang mendengar itu berbalik lalu berjalan kembali sampai di hadapan Kenan.
"Om ku sayang, aku ini pintar masak kemampuanku ini tidak diragukan lagi. Om duduk manis saja disini atau rebahan atau mau turun ke bawah juga melihat kemampuan memasakku nggak apa-apa" ucap Friska lalu mencium bibir Kenan lagi kemudian mengedipkan matanya sebelah. Setelah itu dia berlari keluar kamar cepat.
Asik juga goda om itu batin Friska sambil menuruni anak tangga.
Friska sudah terbiasa mencium Kenan.
"Dasar anak kecil centil" ucap Kenan sambil menyentuh bibirnya dan tersenyum.
__ADS_1