
"Iya masuk,," ucap Juan juga sambil melihat Ela yang sedang tunduk-tunduk.
Ela tunduk-tunduk karena lagi memikirkan alasan supaya Juan tidak salah paham,,, karena ucapan dia memanglah hanya candaan semata saja.
Idihh si Ela,, pasti lagi mikir dia nih alasan makanya nunduk-nunduk gitu,, kalau aku mahh udah nggak bisa alasan lagi karena percuma dia pasti nggak bakalan percaya,, batin Friska sambil melirik-lirik sedikit ke arah Kenan yang benar-benar terlihat sangat dingin.
Friska dan Ela dengan segera mengikuti ucapan Kenan dan Juan.
"Fris,, gimana dong nih?" bisik Ela pelan.
"Yah nggak tau juga gue,, loe nggak lihat om gue lagi marah tuh,, jadi nggak bisa mikir gue Ela,," bisik Friska balik sebelum Juan dan Kenan masuk ke dalam mobil.
"Nggak usah bisik-bisik,,," ucap Juan yang juga ikut-ikutan dingin.
"Kalau sudah terciduk begitu nggak usah memikirkan alasan,," ucap Juan lagi sambil melirik Ela sebentar.
"Cie om Juan cemburu,," goda Friska yang berusaha agar kedua manusia yang duduk di depan tidak memasang wajah datar mereka lagi.
__ADS_1
"Lagi tidak mau bercanda,," ucap Juan dan Kenan secara bersamaan membuat Ela dan Friska langsung saling pandang dengan wajah melongo mereka berdua.
Juan dan Kenan pun saling pandang lalu Juan dengan segera mengemudikan mobil.
"Ya ampun Fris,, mereka terlalu sering berduaan jadi kompak banget,, diam aja deh kita,," bisik Ela sangat pelan.
"Om loe menakutkan Fris,," bisik Ela lagi.
"Pacar loe juga," bisik Friska.
"Emm om Juan kita antarin Ela aja dulu," ucap Friska tiba-tiba di tengah-tengah keheningan.
Astaga berdua dengan kak Juan yang lagi mode salah paham begini,,,, duhh nggak mau aku tuh,, gimana caranya merayu kak Juan dan menjelaskan kalau tadi itu hanya salah paham saja,, sedangkan dia sudah mendengar pasti dia akan percaya sama pendengarannya saja,, batin Ela yang sudah mulai panik.
"Ela sepertinya om gue sengaja Ela,, loe yang sabar yah,, nggak bisa bantu gue karena sekarang gue juga lagi takut bicara,," bisik Friska.
"Iya Fris,, gue mengerti dengan posisi loe sekarang,, gue aja takut juga sama pak Kenan," bisik Ela balik.
__ADS_1
"Makasih yah sudah mengerti gue," bisik Friska lagi.
"Apaan sih lebay loe," bisik Ela.
"Nggak kok,, gue saranin loe pikirkan alasan memang deh mulai sekarang,, karena kalau gue udah sampai rumah bersama om gue,, loe bakalan berduaan dengan om Juan di dalam mobil ditemani dengan om Juan yang sedang salah paham,, loe bisa nggak rekam gitu pembicaraan kalian, gue pengen banget dengar om Juan marahin loe,," bisik Friska lagi sambil menahan tawanya.
"Nggak usah ngelawak loe yah Fris,, gue jadi pengen tertawa nih,," bisik Ela lagi.
"Gue pun sama tapi campur takut juga,,," bisik Friska lagi.
Sementara Kenan benar-benar sedang cemburu berat begitu mengingat lagi istrinya yang boncengan dengan Dafa.
Kenan benar-benar ingin segera sampai rumah untuk memberikan ceramah pada istrinya. Karena sejak tadi dia terus berusaha menahan semuanya mengingat masih ada Ela di dalam mobil.
Mereka main bisik-bisik di belakang,, batin Juan yang melihat Ela dan Friska melalui kaca.
"Masih bisa bisik-bisik disaat seperti ini,, dimana hatimu?" ucap Juan tiba-tiba.
__ADS_1
Friska benar-benar tertawa di dalam hatinya melihat Juan yang bucin.
"Disini,," ucap Ela yang tidak peka sambil menunjuk letak hatinya.