Cinta Presdir Tampan

Cinta Presdir Tampan
Ngerjain Kenan


__ADS_3

Raka kamu benar-benar sengaja mencari masalah yah batin Kenan sambil berjalan menuju ruangannya dengan wajah yang sudah memerah dan aura yang semakin dingin.


Raka yang habis mengirimkan pesan kepada Kenan langsung tertawa bahagia dan itu lagi-lagi membuat Jeki mengernyitkan keningnya bingung.


Ini Raka kenapa nggak jelas begini batin Jeki.


"Kamu kenapa tertawa, belum gila kan?" tanya Jeki heran.


"Belum kok, kamu ini sembarangan ajah, aku itu tertawa karena mengirimkan pesan kepada Kenan kalau aku sedang melihat istrinya sekarang yang semakin cantik, dan tunggu saja aku tidak perlu meneleponnya lagi, aku hitung yah, satu.. dua.. ti..nah itukan dia yang meneleponku pada akhirnya, nggak perlu aku yang meneleponnya" ucap Raka dengan bangganya.


Raka pun segera mengangkat panggilan telfon dari Kenan.


"Halo Kenan," ucap Raka begitu sudah mengangkat panggilan telfon dari Kenan.


"Dimana kamu Raka?" tanya Kenan dingin.


"Kamu yang dimana? aku sedang melihat istrimu sekarang yang semakin cantik jadi kamu pasti sudah tahukan aku sedang dimana," ucap Raka sambil menahan tawanya.


"Raka awas saja kalau sampai kamu menggoda istriku, jangan dekat-dekat dengan dia kalau kamu masih ingin bahagia dan masih aku anggap teman," ucap Kenan.


Kenan tidak berpikir lagi kalau Raka ada kemungkinan besar sedang berbohong padanya sekarang karena Friska masih berada di sekolah, Kenan lupa dengan itu.


"Istri teman kan lebih menantang kalau di dekati, apalagi kalau cantiknya seperti istrimu" ucap Raka yang lagi-lagi menahan tawanya.


Wah dia benar-benar berani berbicara seperti itu pada tuan Kenan batin Jeki.


Kenan langsung meninju meja yang masih di dengar oleh Raka.


Aduh kok aku jadi takut gini, bunyi apaan yah itu, kayaknya Kenan benar-benar marah aku cuma mau bercanda ajah tadi batin Raka.


Kenan langsung menutup panggilan telfonnya dengan Raka, lalu segera menelepon istrinya namun Friska tidak mengangkatnya karena dia masih mengerjakan soal-soal, sebentar lagi mereka akan minggu tenang lalu ujian.

__ADS_1


Yang Kenan katakan pada Juan sebelumnya itu hanya candaan saja namun Juan malah percaya pada apa yang dia katakan.


"Kenapa?" tanya Jeki.


"Dia menutup panggilan telfonnya nih, mungkin pingsan kali yah," ledek Raka.


"Nggak mungkin lah, pasti tuan Kenan sangat marah sekarang, cepatlah kamu beritahu dia yang sebenarnya jangan sampai deh terjadi sesuatu pada kamu," ucap Jeki.


"Nggak mungkin dong, kamu tahu kalau Kenan sedang disini pasti dia sudah sejak tadi pergi ke tempat istrinya tapi sekarang dia sedang jauh, kasian banget yah dia," ucap Raka lalu tertawa.


"Kamu itu kok malah tertawa sih, pasti sekarang tuan Kenan sedang marah," ucap Jeki.


"Biarin ajah dulu dia marah-marah sebentar baru aku jelasin ke dia," ucap Raka santai.


"Oke lanjut gosipnya," ucap Raka.


"Nggak mau, kamu beritahu dulu pada tuan Kenan kalau kamu tidak melakukan itu, aku takutnya tuan Kenan balik kesini hanya untuk memberi pelajaran padamu langsung, aku kasian sama kamu" ucap Jeki.


"Begitu yah," ucap Jeki khawatir.


"Iya, kenapa kamu yang takut sih kan aku yang buat masalah," ucap Raka.


"Ya karena kamu buat masalah disini ada aku, jadi aku takutlah nanti tuan Kenan salah paham sama aku juga, atau aku beritahu tuan Kenan saja yang sebenarnya, sebelum dia pulang kesini," ucap Jeki sambil mengambil ponselnya untuk segera menghubungi Kenan, namun Raka menahannya.


"Udah deh nggak usah takut, kalau Kenan marah nanti aku minta bantuan sama Friska dan kita sudah pasti tertolong," ucap Raka.


"Kita, kamu ajah aku nggak mau ikut-ikutan, kamu harus bilang pada tuan Kenan kalau aku nggak ada sangkut pautnya dengan semua ini" ucap Jeki.


"Iya, aku ajah," ucap Raka.


"Ehh tapi kamu nggak berniat kan buat mendekati istri tuan Kenan? pokoknya kamu lupakan cintamu itu" ucap Jeki.

__ADS_1


"Susah tahu lupain istrinya temanku itu karena aku sudah mengasingkan diri tetap saja aku masih cinta dia," ucap Raka lagi.


"Kalau masalah mendekati selagi ada kesempatan yah aku dekati, tapi kalau nggak ada kesempatan yah nggak juga" sambung Raka lalu tertawa.


"Heem nekat banget kamu," ucap Jeki.


"Dikit ajah kok nekatnya," ucap Raka.


"Oh iya sebenarnya aku penasaran dari tadi, kamu dan tuan Kenan kapan baru saling tahu kalau kalian mengenal wanita yang sama?" tanya Jeki.


"Heem itu sewaktu aku mengajak Kenan untuk makan malam bersama sekaligus memperkenalkan pada dia wanita yang aku suka, jadi aku ajak Friska juga, dan yang lebih lucunya lagi aku malah menyuruh dia untuk membawa istrinya juga supaya bisa berkenalan dengan wanita yang aku suka, karena mereka berdua sama-sama masih anak SMA, tapi sudah pasti nggak bisakan karena mereka orang yang sama. Dan akulah yang datang bersama Friska bukan Kenan, entah kenapa bisa jadi seperti itu, Kenan malah datang seorang diri tanpa mengajak Adelia juga, aku pikir sebelumnya kalau bukan istrinya yang akan dia bawa mungkin Adelia ehh tapi ternyata dia datang sendiri," ucap Raka.


"Waktu itu ketika mereka bertemu tampak sangat aneh dan Kenan bilang kalau Friska itu keponakannya yang belum aku kenal, Friska juga mengakui Kenan adalah om dia, jadi aku nggak ada kepikiran sama sekali kalau mereka ini pasangan suami istri walaupun aku merasa aneh sih Kenan mempunyai ponakan cantik dan aku nggak tahu, dan aku malah kode kepada Kenan untuk bisa di dekatkan dengan keponakannya, kebayang nggak tug kesalnya Kenan," ucap Raka.


Jeki pun langsung tertawa.


"Terus gimana lagi?" tanya Jeki setelah menyelesaikan tawanya.


"Kenan itu sangat tidak mau mendekatkan aku dengan ponakannya, malahan yah waktu makan malam itu, Kenan tidak membiarkan aku mendekati Friska, kayaknya Kenan sudah mencintai Friska waktu itu hanya nggak sadar," ucap Raka.


"Pulang pun Friska bersama Kenan dan aku nggak ada curiga sama sekali aku hanya anggap biasa ajah om pulang dengan keponakan, hingga tiba Kenan memberitahukan aku kenyataan pahit bahwa Friska adalah istrinya" ucap Raka.


"Kebayang nggak sakitnya," ucap Raka yang malah membuat Jeki lagi-lagi tertawa.


"Sakit banget pasti nggak bisa aku bayangkan nasibmu yang sungguh kasihan," ucap Jeki setelah menyelesaikan tawanya.


"Dan sekarang kamu masih mau mendekati istri tuan Kenan lagi, disaat tuan Kenan benar-benar sangat mencintai istrinya, hemm pokonya semoga kamu selalu baik-baik saja," ucap Jeki.


"Aku mau ngerjain Kenan juga, yah walaupun aku akui sampai sekarang aku masih mencintai istrinya, sangat susah untuk tidak menyukai dia, karena dia wanita yang aku cintai pertama kalinya," ucap Raka.


Sementara di tempat lain

__ADS_1


"Juan aku akan balik ke Indonesia sekarang untuk menyelesaikan urusan yang sangat penting," ucap Kenan.


__ADS_2