Cinta Presdir Tampan

Cinta Presdir Tampan
Ternyata


__ADS_3

Kenan pun segera mengemudikan mobilnya masuk ke dalam setelah mendengar ucapan dari satpam di rumahnya.


Kenan memarkirkan mobilnya di tempatnya lalu dia keluar dari mobil sambil membawa belanjaan yang tadi di belinya bersama Adelia. Kenan masuk dengan wajah datarnya. Tak lupa Kenan mengunci pintu lalu berjalan menuju tangga, menapaki satu persatu anak tangga.


Di bukanya pintu kamar, Friska yang belum lama habis telfonan dengan Dafa tentu saja belum bisa tertidur. Dia pun bangun begitu mendengar pintu kamar di buka.


"Om udah pulang" ucap Friska.


"Iya emang kamu nggak lihat ini aku berarti aku udah pulang" ucap Kenan jutek.


Kenapa lagi nih om, pulang-pulang langsung jutek begini nggak jelas banget sih batin Friska.


"Om itu belanjaan buat aku yah" ucap Friska senang begitu melihat Kenan membawa belanjaan sambil turun dari tempat tidur untuk mengambil belanjaan itu.


"Bukanlah" ucap Kenan cuek.


Friska pun melihat isinya ternyata memang bukan, itu semua isinya baju laki-laki dan jelas itu pasti buat Kenan.


"Om kok nggak beliin aku juga sih" rengek Friska.


"Malas, buat apa aku beliin anak kecil yang tidak nurut kayak kamu" ucap Kenan yang masih kesal kepada Friska karena tidak mendengarkan perkataannya.


"Idiih om tega banget bosan tahu di rumah, tapi kok bajunya kayak gini banget sih om, nggak cocok banget dengan om" ucap Friska santai.


Pasti itu pilihan tante-tante itu deh, jelek banget nggak bagus batin Friska.


"Tahu apa kamu, jangan pernah bicara seperti itu lagi" ucap Kenan tegas.


Friska baru mau menjawab tiba-tiba ponselnya berdering menandakan ada pesan masuk. Friska langsung saja melihatnya dan Kenan pun ikut juga mau melihat.


"Ngapain om ngikutin aku, pergi bersih-bersih sana terus pakai baju baru om" ucap Friska menyembunyikan ponselnya agar Kenan tidak melihat siapa yang mengirimkan dia pesan walaupun Friska juga belum tahu siapa yang mengirimkan dia pesan.


"Emang kamu pikir aku mau kemana kamu suruh pakai baju baru" ucap Kenan kesal.


"Ngapain juga ponselmu kamu sembunyiin gitu" ucap Kenan lagi semakin kesal.

__ADS_1


"Karena om kepo tahu nggak" ucap Friska.


"Emang kenapa kalau mau kepo sama ponsel istri sendiri, cepat kasih lihat ke aku juga" ucap Kenan dengan sedikit memaksa.


"Om ajah nggak mau tuh ponselnya di ganggu atau di lihat atau apapun, pokoknya om nggak boleh lihat ponsel aku juga" ucap Friska.


"Cepetan sini aku lihat juga, nggak usah banyak bicara" ucap Kenan tegas lalu menarik Friska agar duduk di dekatnya.


Mereka pun duduk berdekatan di pinggir tempat tidur. Friska pun dengan terpaksa mengikuti kemauan Kenan.


"Ngapain sih om mau lihat juga, lagian ini pasti dari operator doang" ucap Friska.


"Sudah kamu nggak usah banyak bicara istriku, cepetan aku mau lihat itu pesan dari siapa" ucap Kenan sambil memeluk dan mencium pipi Friska.


"Iihh om nggak usah peluk-peluk dan cium-cium aku" ucap Friska sambil menjauhkan pipinya lalu dia membuka pesan yang ternyata pesan dari Dafa.


Good night😊,, isi pesan dari Dafa.


Kenan yang membacanya langsung melepaskan pelukannya.


"Om itu kenapa sih selalu nuduh aku selingkuh, aku itu nggak selingkuh om" ucap Friska juga membentak Kenan kembali yang membuat Kenan terkejut.


"Kamu kenapa malah kembali marah sama aku jelas-jelas kamu yang salah" ucap Kenan.


"Om itu yah baru pesan seperti ini ajah udah om bilang aku selingkuh, apa kabar dengan om yang jalan dengan cewek lain yang seperti tante-tante itu tapi aku nggak pernah nuduh om selingkuh, karena aku ingat sama perjanjian kita untuk tidak mencampuri urusan pribadi om. Tapi kenapa sih om selalu ikut campur sama urusan aku dan nuduh-nuduh aku terus padahal jelas di antara kita berdua om lah yang selingkuh" ucap Friska semakin marah-marah seperti ibu-ibu rumah tangga.


Kenapa dia semakin mengerikan kalau marah-marah begini batin Kenan yang baru melihat setengah dari kemarahan Friska.


"Kamu tuh asal bicara saja, aku itu nggak selingkuh jelas-jelas kamu lah yang selingkuh, kamu itu selalu bersama dengan orang yang mengirimkan kamu pesan tadi, dan mana mungkin aku nggak akan mencampuri urusanmu, kamu itu istriku jadi aku akan terus mencampuri urusanmu" ucap Kenan tegas.


"Om itu yah masih nuduh aku terus selingkuh lagi padahal om yang sudah ada buktinya di panggil-panggil sayang sama cewek lain, apalagi itu namanya kalau bukan selingkuh tapi om masih nuduh aku terus, tapi oke kalau om nuduh aku terus akan aku tunjukan bagaimana Friska Halwatuzahra selingkuh" ucap Friska lalu keluar dari kamar Kenan tak lupa dia membanting pintu kamar.


Kenan yang mengikutinya dari belakang hampir saja terkena pintu untung dia berhenti cepat.


Friska pun masuk ke kamarnya semula lalu menguncinya bahkan dia menghalangi pintu itu dengan sesuatu yang mengakibatkan Kenan tidak bisa membukanya biarpun Kenan mempunyai kunci cadangan.

__ADS_1


Kenan menyusul Friska namun dia tidak bisa membuka pintu kamarnya karena Friska menguncinya, dia pun segera mengambil kunci cadangan.


Ngapain juga dia mengunci pintu kamarnya, dia pasti lupa kalau aku punya kunci cadangan batin Kenan.


Kenan pun berjalan kembali menuju depan pintu kamar Friska, dia pun membuka pintu kamar Friska namun sangat susah, dia mendorong terus namun susah sekali pintu kamar itu tetap tidak mau terbuka.


Dia pasti sengaja batin Kenan.


Kenan pun teringat dengan balkon kamar, dia pun lewat balkon namun sama dia tetap tidak bisa masuk.


"Berani-beraninya yah anak kecil ini" ucap Kenan lalu kembali lagi ke kamarnya.


Sedangkan Friska lagi asik-asiknya tidur di tempat tidurnya namun dia agak takut juga karena tadi dia berani membentak Kenan, itu semua karena dia sudah tidak bisa menahan emosinya lagi yang selalu di tuduh-tuduh dan Kenan yang tidak mau mengakui Adelia padahal jelas-jelas Adelia adalah pacar Kenan.


Kenan yang sudah berada di kamarnya langsung mengambil ponselnya dan menghubungi Friska yang berada di sebelah kamarnya.


Friska yang mendengar ponselnya berdering langsung melihatnya. Setelah mengetahui bahwa Kenan yang meneleponnya langsung saja dia mematikan panggilan telfon dari Kenan.


"Wah beraninya dia mematikan panggilan telfon dari aku" ucap Kenan.


Kenan pun mencoba menelepon Friska lagi namun lagi-lagi Friska mematikan panggilan teleponnya.


Kenan tetap saja menelepon Friska terus, Friska yang capek mendengar ponselnya bunyi terus akhirnya dia mengangkat panggilan telfon dari Kenan.


"Ada apa sih om? aku capek mau tidur om nggak usah nelfon aku terus lebih baik om bersih-bersih lalu tidur" ucap Friska langsung setelah mengangkat panggilan telfon dari Kenan.


"Buka pintu kamarmu" ucap Kenan datar.


"Nggak mau" ucap Friska.


"Ya udah nanti aku suruh orang buat dobrak pintu kamarmu" ucap Kenan.


"Iya aku buka" ucap Friska lalu mematikan panggilan telfon setelah itu dia pergi membuka penghalang pintu kamarnya.


Friska pun kembali ke tempat tidurnya setelah membuka pintu kamarnya.

__ADS_1


Kenan segera menuju ke kamar Friska namun langkahnya terhenti karena ponselnya berdering lagi dan ternyata Adelia yang meneleponnya.


__ADS_2