
"Aku telfon atau nggak usah yah," gumam Juan sambil berpikir.
Nggak usah deh nanti dia kegeeran lagi, aku nggak suka sama Ela, aku nggak rindu kok pokoknya nggak, fokus kerja ajah batin Juan.
"Lagian kalau Ela punya pacar, nggak apa-apa juga, itu bagus," gumam Juan lagi lalu kembali melanjutkan kerjaannya.
########
"Juan karyawan yang presentasi tadi bagus, yang seperti itu kamu pertahankan, jangan yang tidak berguna, haduh aku pusing kalau yang tidak berguna," ucap Kenan setelah memimpin rapat untuk proyek kerjasama lagi.
"Iya tuan saya mengerti," ucap Juan.
"Heemm aku tuh malas banget disini pengen banget balik, nggak ada penyemangat banget disini," keluh Kenan. (tapi author belum ngizinin 😂😂).
Juan hanya diam mendengar curhatan Kenan itu, sebenarnya dia ingin tertawa karena Kenan tidak betah disini pasti karena sudah sangat merindukan istrinya.
Tapi Juan tahan-tahan karena kalau Kenan marah bisa gawat.
"Juan aku rindu sama istriku, gimana dong, nggak lama aku balik nih," curhat Kenan.
"Jangan tuan, yang sabar ajah tuan pasti ada waktunya bertemu dengan istri kesayangan tuan, kalau tuan balik bisa dapat amukan Nyonya muda" ucap Juan.
"Nyonya muda tidak bisa di bohongi karena dia pintar," ucap Juan lagi karena sudah tahu melihat dari ekspresi wajah Kenan pasti dia ada niat jahat lagi supaya bisa pulang.
"Juan-Juan kamu tahu ajah kalau aku ada niat sedikit mau berbohong demi kebaikan," ucap Kenan.
Iyalah aku sudah lama mengikuti kamu Kenan, bahkan pikiran mesum kamu saja pada istrimu aku tahu hanya istrimu tidak mengerti, batin Juan sambil tertawa di dalam hatinya.
"Tinggal disini waktunya lama banget berputar," keluh Kenan lagi.
"Nggak kok tuan asal tuan fokus kerja dan tidak melihat-lihat tanggal terus, kalau rindu sama Nyonya video call ajah dulu," ucap Juan lagi.
"Tahu nggak video call itu nggak cukup banget buat aku, aku tuh pengennya dia tuh disini, menemani aku kerja, memijat aku kalau lagi capek kerja, melihat senyumnya, menciumnya, memeluknya," curhat Kenan.
Lah mana saya tahu, saya kan jomblo batin Juan.
"Berikan padaku data-data produksi, lebih baik aku kerja cepat deh, curhat sama orang jomblo percuma banget, pasti nggak bakalan mengerti masalah merindu," ucap Kenan.
Ya ampun gini amat sih Kenan, sabar Juan memang kenyataan kamu jomblo batin Juan.
Juan segera melakukan perintah Kenan.
#######
__ADS_1
"Udah pintar masak yah kamu Ela," puji Syeila begitu melihat perubahan pada keponakannya itu.
"Iya dong tan, udah masuk tipe calon istri yang baik kan tan?" tanya Ela asal.
"Iya udah masuk kok, udah bisa dikit," jawab Syeila lalu tertawa.
"Banyak kali tan," ucap Ela.
"Iya deh banyak asal ponakanku ini bahagia," ucap Syeila.
"Gitu dong, udah masak nih tan, ayo kita makan," ucap Ela semangat sambil menyiapkan makanan di piring dan menaruh di meja makan, Syeila pun ikut membantu Ela.
"Tante itu kapan mulai suka sama gebetan tante?" tanya Ela penasaran sambil makan begitupun Syeila juga sambil makan.
"Emm nggak tahu juga sih, abis perasaan itu datang begitu saja, tante sangat akrab dengan dia jadi tante nggak tahu kapan tepatnya tante jatuh cinta pada Juan," jawab Syeila.
"Dia baik banget yah tan?" tanya Ela.
"Iya baik banget, pasti bahagia kalau wanita bersama dia tapi dia nggak pekaan orangnya," jawab Syeila lagi, lemas seketika begitu mengingat Juan yang memang tidak peka menjadi seorang pria.
"Heem iya benar banget tuh tante, terus kang php juga" ucap Ela semangat membuat Syeila mengernyitkan keningnya bingung, dan Ela mendadak panik begitu menyadari kalau dia salah berucap.
"Ela kamu tahu Juan?" tanya Syeila penuh selidik.
"Juan cuma nggak pekaan orangnya, kalau php nggak deh kayaknya," ucap Syeila sambil berpikir.
Hemm keponakan kamu ini tante, sudah jadi korban php kak Juan batin Ela meronta-ronta.
"Jadi gimana tuh tan selanjutnya kalau gebetan tante nggak pekaan?" tanya Ela penasaran.
"Yah tante buat sampai peka dong," jawab Syeila lalu tersenyum.
"Semangat tan," ucap Ela memberikan semangat kepada Syeila, dia sudah yakin untuk mundur membiarkan tantenya mengejar Juan, anggap saja mereka sedang gantian sekarang.
"Kamu ini berlebihan banget," ucap Syeila.
"Yee tante aku kasih semangat juga di bilangin berlebihan," ucap Ela lagi.
"Emang kamu itu berlebihan," ucap Syeila lalu tertawa.
"Oh iya perutmu gimana, masih sakit nggak sekarang?" tanya Syeila mengingat tadi Ela sempat bilang kalau sedang sakit perut makanya langsung pergi ketika Syeila sedang telfonan dengan Juan.
"Oh udah nggak kok tan, udah baik-baik ajah sekarang," jawab Ela.
__ADS_1
"Oh syukurlah, gimana sekarang kamu udah punya gebetan belum?" tanya balik Syeila kepada Ela.
"Emm pernah ada sih tan, tapi sekarang udah nggak ada lagi, aku mundur alon-alon" jawab Ela.
"Loh kok bisa?" tanya Syeila.
"Terlalu banyak cobaan tan, tapi sekarang lagi nyari lagi kok," jawan Ela sambil nyengir.
"Nyari yang baik yah," ucap Syeila.
"Iya tan," ucap Ela.
########
"Ya ampun sahabat-sahabat gue emang terbaik banget dahh, banyak banget ini," ucap Ela bahagia begitu melihat belanjaan yang dia wa kepada Salsa di belikan semua.
Ela loncat-loncat di kamarnya sendiri karena Syeila sudah pulang.
Ela tak lupa whatsapp kedua sahabatnya untuk mengucapkan terima kasih.
"Kata Friska itu hadiah hiburan buat loe, karena loe habis patah hati, walaupun udah beberapa hari juga sih loe habis patah hati," ucap Salsa yang memutuskan untuk menelepon Ela begitu dia sampai di rumahnya.
Gue barusan habis patah hati lagi woi batin Ela.
"Iisshh ngerti banget sih," ucap Ela gemas.
"Iyalah kita itu pengertian, walaupun kadang tega sama loe, tapi kita mengerti sakitnya hati loe," ucap Salsa.
"Itu menghibur atau mengejek sih loe?" tanya Ela.
"Dua-duanya sih, ehhh lebih baik loe cari gebetan baru, biar nggak berlarut-larut dalam sakit hati," saran Salsa.
"Hemm gue nyari tapi loe ribut tahu nggak, jadi buat gebetan gue kabur deh, ingatkan loe?" tanya Ela.
Salsa pun teringat dengan dia yang bicara kepada pengawal Friska yang ganteng-ganteng.
"Jangan bilang yang pengawal itu?" tanya Salsa.
"Iyalah mereka, tapi loe menghancurkan semuanya dengan bahas kak Juan tahu nggak, pasti mereka jadi nggak mau tuh, padahal awalnya gue lihat mereka mau tuh sama gue salah satunya," ucap Ela lagi lalu tertawa.
"Alahh kegeeran loe, udah deh nggak usah yang begitu yang loe cari, cari ajah yang bisa loe gapai, jangan yang nggak bisa loe gapai nanti loe sakit hati lagi," ucap Salsa.
"Farel ajah Ela, menurut mata batin gue, Farel itu suka sama loe, hanya loe dan dia ajah yang nggak nyadar, dari tatapan dan perhatian dia, gue lihat sih dia sepertinya menyimpan perasaan sama loe," saran Salsa.
__ADS_1