
Ela pun melihat kepada Friska sambil memberikan kode,, dan Friska langsung mengerti dengan maksud Ela.
Friska pun bingung.
Salsa yang melihat semua sahabatnya hanya diam benar-benar bingung,, Salsa sadar setiap dia menanyakan tentang Jeki atau membicarakan tentang Jeki pasti sahabatnya mendadak diam,, itulah yang membuat Salsa menjadi bertanya-tanya pada dirinya sendiri.
Mereka pada kenapa sih,, aku benar-benar heran melihat mereka yang seperti ini,, aneh banget,, batin Salsa.
"Hei,, kok pada diam sih,, aku kan tadi bertanya kapan kita akan pergi menjenguk kak Jeki? kita barengan yah?" ucap Salsa lagi.
"Emm secepatnya,, oke," ucap Friska sambil melihat Salsa.
"Yah secepatnya itu kapan? aku ingin diberi kepastian tau,, aku benar-benar ingin melihat kondisi kak Jeki,, biar bagaimanapun semua ini gara-gara aku,, makanya terjadi seperti ini," ucap Salsa yang langsung menjadi sedih begitu mengingat dirinya yang kecelakaan bersama Jeki.
Salsa masih ingat betul,, bagaimana Jeki masih sangat menghawatirkan dirinya dan masih berusaha melindungi Salsa,, ketika kecelakaan itu terjadi.
"Ehh kamu nggak boleh menyalahkan diri kamu sendiri,, ini semua sudah takdir,, jadi kamu nggak boleh berbicara seperti itu Sal," ucap Ela cepat.
__ADS_1
Hmm belum mengetahui kak Jeki meninggal saja dia sudah menyalahkan dirinya sendiri,, duh gimana nanti jika dia tau bahwa kak Jeki telah meninggal dalam kecelakaan itu,, akan sehancur apa perasaan Salsa nantinya? batin Ela yang benar-benar sangat khawatir.
"Ya udah jadi kapan kita pergi jenguk kak Jeki?" tanya Salsa lagi yang memang sangat merindukan dan mengkhawatirkan Jeki..
"Kamu maunya kapan?" tanya Ela sambil melihat Salsa.
Sedangkan sahabat-sahabat cowok Salsa hanya saling pandang saja dan membiarkan Friska serta Ela yang berbicara pada Salsa,, tampak diwajah mereka ikut sedih melihat Salsa,, karena mereka tau Salsa sedang dekat dengan Jeki.
"Yah secepatnya,, besok kalau bisa,," ucap Salsa lagi.
"Duhh itu kecepatan,, kamu baru keluar dari rumah sakit Sal," ucap Ela lagi yang sedikit terkejut dengan ucapan Salsa.
"Emmm nanti aku kabari yah,, kapan yang pastinya,, karena kita tidak mungkin langsung pergi,, kita mesti minta izin dulu,, terutama aku kan,, kamu tau sendiri aku pun punya om yang sangat bawel,," ucap Friska yang membuat Salsa langsung mengerti dengan maksud Friska.
"Emm baiklah tapi aku mohon secepatnya yah," ucap Salsa lagi.
Friska pun menganggukkan kepalanya sambil tersenyum pada Salsa.
__ADS_1
"Iya," ucap Friska.
############
Rumah Kenan...
Kenan segera mendekati istrinya yang sedang duduk dan tampak sedang memikirkan sesuatu..
"Hei, istriku lagi mikirin apa nih? suami pulang kerja dan sampai sudah mandi begini masih nggak digubris," ucap Kenan sambil memeluk tubuh Friska dari belakang dan mengecup sesekali pipi Friska.
Friska pun langsung membalikkan badannya lalu memeluk Kenan.
"Aku lagi kepikiran pada Salsa,, dia terus ingin bertemu dengan om Jeki," ucap Friska sambil memeluk tubuh Kenan.
Kenan pun membawa Fraksi ke tempat tidur.
"Emm sayang jangan memikirkan itu dulu yah,, karena pasti istriku ini akan pusing,, lebih baik kita buat baby aja yah,, aku pengen jatah nih," ucap Kenan yang memang sejak di jalan pikirannya ingin meminta jatah dari Friska.
__ADS_1
Friska langsung melongo begitu mendengar ucapan suaminya itu,, namun pada akhirnya diterkam juga dengan Kenan.