
"Hah,, serius loe Ela?" tanya Farel ulang.
"Iya serius banget gue, padahal yah katanya mereka itu dulu sangat jarang bertemu,, tapi sepupu gue sangat mencintai pria itu, dia jatuh cinta sudah sejak dulu,," ucap Ela lagi sambil menggelengkan kepalanya.
"Loe yakin bakalan terus maju buat mengejar sepupu gue?" tanya Ela.
"Iya gue yakin,, belum juga mulai masa gue udah mundur aja,," ucap Farel dengan penuh keyakinan.
"Bagus deh,, gue senang kalau loe optimis gini berarti loe benar-benar suka sama dia,, gue bakalan atur semuanya,," ucap Ela lagi.
"Iya gue benar-benar suka sama sepupu loe," ucap Farel.
"Oke,, awas saja yah kalau loe sakit in dia kalau misalnya loe bisa jadian sama dia,, gue yang bakalan beri pelajaran langsung sama loe," ancam Ela.
Farel langsung tertawa begitu mendengar ucapan Ela.
"Gitu yah loe,,, tega banget sama gue padahal gue selalu ada disaat loe lagi sedih gara-gara pak Juan waktu itu,," ucap Farel.
"Ini bukan tega tapi peringatan keras buat loe,, jadi loe nggak boleh sakit in sepupu gue kalau misalnya kalian sampai pacaran nanti," ucap Ela lagi.
"Iya tau kok Ela,, lagian gue nggak mungkin juga kali sakit in sepupu loe,, gue udah capek-capek ngejar dia masa gue mau sakit in sih kan nggak mungkin,," ucap Farel.
"Yah siapa tau aja,, kan nggak ada yang tau kedepannya," ucap Ela lagi.
"Nggak akan,, gue tutup dulu telfonnya kalau gitu yah,, bicara lama-lama dengan loe gue langsung terkena tuduhan sembarangan,, padahal gue nggak begitu kali,, loe urus yah gue sama sepupu loe,, bye," ucap Farel lalu segera menutup panggilan telfonnya dengan Ela.
"Isshh dasar nih anak main asal tutup-tutup telfon aja,, belum juga selesai bicara dengan dia," ucap Ela sambil melihat ponselnya.
"Lebih baik aku telfon Elsa saja kalau gitu," ucap Ela lagi.
Dan akhirnya Ela pun menelepon Elsa sepupunya,,, gadis yang Farel suka.
__ADS_1
Elsa yang sedang menyuapi nenek lelaki yang dia cintai dengan segera melihat ponselnya begitu dia mendengar bunyi ponselnya.
"Tunggu yah nek,," ucap Elsa sambil tersenyum ramah.
"Iya sayang,, kamu lihat saja dulu siapa yang menelepon kamu,," ucap nenek itu sambil tersenyum juga.
Elsa mengernyitkan keningnya bingung begitu melihat nama kontak yang meneleponnya adalah Ela.
Tumben nih anak nelfon biasanya dia juga langsung ke rumah,, atau jangan-jangan dia ada di rumah dan nggak lihat aku,, batin Elsa.
Dengan segera Elsa mengangkat panggilan telfon dari Ela.
"Halo Ela,, ada apa? loe lagi di rumah gue yah sekarang?" ucap Elsa begitu mengangkat panggilan telfon dari Ela.
"Nggak kok,, gue lagi di rumah sekarang,, gue cuma mau tanya loe lagi apa?" tanya Ela yang Elsa langsung mengernyitkan keningnya bingung.
"Tumben loe nanya seperti itu,, nggak seperti biasanya,," ucap Elsa.
"Astaga loe tinggal jawab aja kali Elsa,, susah banget sih pakai protes segala," ucap Ela.
Ela pun teringat dengan cowok yang di cintai Elsa mempunyai nenek dan Elsa selalu saja ke rumah pria itu dengan alasan bertemu nenek nya,, dan juga karena dia sudah akrab dengan nenek dari pria yang dia suka.
"Hemm pasti sengaja kan loe nyari-nyari muka,, dengan nyari-nyari kesempatan buat mendekati cucu dia,, dasar modus loe,," ejek Ela.
"Apaan sih loe,, jangan nuduh sembarangan deh,, gue cuma lagi usaha aja,, kenapa loe nelfon? nggak seperti biasanya,," tanya Elsa.
"Iya deh terserah loe. Loe kapan ada waktu?" tanya Ela.
"Hah,, buat apa loe nanyain gue kapan ada waktu,,, mau traktir gue yah loe?" ucap Elsa.
"Isshh nggak,, gue mau nyuruh loe datang ke rumah gue,,, kita kan jarang ketemu,," ucap Ela.
__ADS_1
"Hmmm malas banget nanti kayak pernah lagi gue datang loe nggak ada,, yang ada gue nungguin loe lama banget,, nggak angkat panggilan telfon dari gue lagi,, dan ternyata loe lagi jalan dengan cowok loe,, tau gitu gue balik deh daripada harus menunggu lama terus gue lihat loe pulang dari jalan dengan pacar loe terus nyengir seperti tanpa dosa begitu loe lihat gue,," ucap Elsa.
"Astaga Elsa gue kan udah bilang dia itu bukan pacar gue,,, dia itu teman gue namanya Farel,, jangan nuduh sembarangan,, dan loe datang aja deh,, nggak akan terulang untuk kedua kalinya kok,, gue pasti ada di rumah nungguin loe,, makanya loe kalau mau datang kabari dulu dong,, jangan asal datang aja,, ehh tapi nggak apa-apa juga sih kan loe datangnya di rumah gue,, bisa nunggu gue sambil rebahan santai begitu nunggu gue,," ucap Ela lagi.
"Isshh malas banget,, ogah kan bosan,," ucap Elsa cepat.
"Nggak akan seperti itu lagi kok,, jadi kapan loe datang nih?" tanya Ela lagi.
"Yah nggak tau,, loe kenapa sih pengen banget gue datang,,, curiga banget gue nih sama loe,," ucap Elsa lagi.
"Yah nggak kenapa-kenapa Elsa,, gue kangen sama loe,,, semenjak cowok itu balik dari luar Negeri loe disitu melulu,, di rumah tetangga loe terus,, jelas banget sih kalau loe ngejar dia,, jangan terlalu terlihat jelas dong,," ucap Ela padahal dia juga seperti itu pada Juan pernah.
"Iya dong,, masa gue harus diam,, setidaknya gue usaha dulu dong,, walaupun dia cuek banget,, gue bingung harus mendapatkan dia bagaimana,," ucap Elsa pelan agar tidak di dengar oleh nenek pria itu.
"Dia cuek berarti dia nggak suka sama loe,, jadi loe mundur aja,, masih banyak kok yang suka sama loe,," ucap Ela sambil mengingat Farel yang sudah suka pada Elsa sejak pertama kali melihat Elsa dan Elsa tidak menyadari itu sama sekali. Ela pun tidak,, dia tau nanti Farel mengatakannya sendiri pada dirinya kalau dia suka Elsa.
"Gue bakalan ngejar dia sampai dia nggak cuek lagi sama gue,, sampai dia suka sama gue,," ucap Elsa dengan yakin.
"Hemmm mau sampai kapan memangnya?" tanya Ela.
"Yah nggak tau juga yang penting gue nggak bakalan nyerah gitu aja," ucap Elsa.
"Isshh susah banget sih diberitahu,, jadi kapan nih loe mau datang ke rumah gue? beri kepastian lah," ucap Ela karena rencana dia akan mempertemukan lagi Elsa dan Farel.
"Nanti gue kabari deh secepatnya,, udah dulu yah gue lagi sibuk nih," ucap Elsa lalu segera menutup panggilan telfonnya dengan Ela tanpa mendengar ucapan Ela lagi.
Elsa tidak enak membuat nenek pria yang dia cintai menunggu lama.
"Udah sayang?"
"Udah nek,, ayo lanjut lagi makannya,," ucap Elsa yang ingin kembali menyuapi nenek itu tapi tiba-tiba dia mengehentikan aktivitasnya karena ponsel nenek pria itu berdering. Dengan segera Elsa membantu mengambilkan ponsel nenek pria itu dan tersenyum senang begitu melihat nama kontak yang menelepon nenek itu. Karena yang menelepon adalah pria yang dia cintai.
__ADS_1
"Ini nek,," ucap Elsa sambil memberikan ponselnya pada nenek pria itu.
"Oh cucuku Raka,," ucap nenek itu sambil tersenyum,, lalu segera mengangkat panggilan telfon dari Raka.