Cinta Presdir Tampan

Cinta Presdir Tampan
Mendadak menghilang


__ADS_3

"Haa beneran tante?" tanya Salsa.


"Iya dong sayang masa aku bohong sih, aku nggak pernah bohong apalagi sama keponakan kesayangan aku," ucap Syeila.


"Oke deh tan, aku tunggu yah, tante hati-hati yah," ucap Ela.


"Iya, aku tutup telfonnya dulu yah," ucap Syeila.


"Iya tan," ucap Ela.


Lalu Syeila pun segera menutup panggilan telfonnya dengan Ela.


######


Friska yang merasa bosan di dalam rumah segera menelepon Salsa.


"Halo Fris," terdengar suara dari balik telfon, dari suaranya terdengar Salsa sepertinya sedang mengunyah yang berarti dia sedang makan.


"Lagi makan loe?" tanya Friska.


"Ngemil doang, kenapa tumben nelfon?" tanya Salsa lagi.


"Tumben apanya sih, gue emang sering nelfon loe deh perasaan," ucap Friska.


"Nggak tuh, nggak salah lagi," ucap Salsa lalu nyengir.


"Kenapa nih loe nelfon mau ngajakin gue keluar shopping yah?" tanya Salsa.


"Boleh juga tuh kebetulan lagi malas gue di rumah nih, bayar masing-masing yah," ucap Friska cepat.


"Ya ampun Fris belanjain dong, lagian sekali-kali juga Friska," Rayu Salsa.


"Heem iya deh, telfon Ela dong biar kita barengan dengan dia juga, gue mau mandi dulu," ucap Friska.


"Pakai mobil loe kan?" tanya Salsa.


"Iya pakai mobil gue," jawab Friska.


"Oke, mandi deh, gue telfon Ela dulu terus siap-siap juga," ucap Salsa dan Friska pun segera menutup panggilan telfonnya.


#######


Salsa pun segera menghubungi Ela setelah Friska menutup panggilan telfonnya dengan dirinya.


Ela yang mendengar ponselnya berdering segera melihatnya dan ternyata Salsa lah yang meneleponnya, Ela pikir tantenya lagi yaitu Syeila tapi ternyata bukan, Ela segera mengangkat panggilan teflon dari Salsa.


"Emm kenapa loe Sal?" tanya Ela begitu sudah mengangkat panggilan telfon dari Salsa.


"Loe lagi ngapain?" tanya Salsa.


"Loe lagi sibuk nggak?" tanya Salsa lagi.

__ADS_1


Tumben nih curut satu bertanya seperti itu batin Ela.


"Gue lagi nyantai ajah nih sambil ngemil, sebenarnya gue nggak sibuk tapi gue cuma lagi nungguin tante gue ajah sih yang baru pulang dari liburan dan dia mau bawain gue oleh-oleh," ucap Ela.


"Kenapa emangnya?" tanya Ela lagi.


"Tumben loe nanya nih," ucap Ela.


"Yah berarti loe nggak bisa keluar dong?" tanya Salsa balik.


"Iya nggak bisa kalau sekarang kan lagi nungguin tante gue, dia udah menuju ke rumah gue masalahnya, kan nggak enak kalau gue keluar rumah, disaat dia udah memberitahukan gue terlebih dahulu kalau dia mau datang ke rumah gue, terus dia mau gue lihat cowok yang dia taksir lagi" jawab Ela.


"Loe nanya gitu, mau ngajakin gue nongkrong yah?" tanya Ela.


"Iya nih bareng Friska, tapi loe nggak bisa, ya udah gue berdua ajah bareng Friska kalau gitu," ucap Salsa.


"Malam ajah dong, ngapain keluar nongkrong jam segini sih," ucap Ela sambil melihat jam yang ada pada pergelangan tangannya.


"Lagi pengen jam segini, lagian kalau malam jangan sampai Friska di larang keluar lagi, loe tahu sendiri kan sahabat kita itu sekarang udah nggak terlalu bebas lagi seperti dulu," ucap Salsa dan Ela pun membenarkan ucapan Salsa.


"Heem gue nggak ikut dong, kalian berdua doang nggak niat ngajak yang lain nih?" tanya Ela.


"Nggak, tadi rencananya mau bertiga dengan loe tapi loe lagi sibuk nungguin tante loe jadi gue berdua ajah dengan Friska, abis percuma sih ngajakin yang cowok-cowoknya pasti mereka lagi sibuk main game, padahal kita udah minggu tenang ini mau ujian," ucap Salsa.


"Lahh loe ajah malah sibuk nongkrong," ucap Ela.


"Kan belanja doang abis itu pulang kayaknya, paling-paling makan ice cream sebentar doang" ucap Salsa.


"Issh enak dong, loe pasti di belanjain nih sama Friska, jangan berdusta loe," ucap Ela.


"Yah gue nggak bisa keluar lagi," ucap Ela.


"Yehh mau di apa, itu bukan salah kita yah, kan kita udah ngajak loe," ucap Salsa.


"Iya tahu gue, gue nitip belanjaan yah, bolehkan?" tanya Ela.


"Astaga Ela emang nggak mau rugi loe yah, benar-benar deh, heran gue," ucap Salsa sambil menepuk jidatnya.


"Iya emang, boleh yah sahabatku yang baik," rayu Ela lagi.


"Iya-iya terserah loe deh, bilang loe mau apa?" tanya Salsa.


"Asik, nanti gue wa ajah, abis banyak," ucap Ela lagi lalu tertawa.


"Ehh jangan sembarangan deh loe, dikit ajah udah di belanjain ngelunjak lagi loe," ucap Salsa.


"Ya ampun Friska yang belanjain, itu uangnya om dia nggak bakalan habis, jadi tenang ajah, lagian jarang-jarang juga gue lihat Friska belanja, dia cuma suka ngemil dan makan doang," ucap Ela.


"Hee iya deh, wa ajah loe mau apaan, oke. Gue mau siap-siap dulu sekarang," ucap Salsa.


"Oke sayangku," ucap Ela lalu memberikan ciuman jarak jauh melalui ponselnya dan setelah itu segera menutup panggilan telfonnya dengan Salsa.

__ADS_1


Dasar centil banget dah sahabat gue itu, ehh tapi kita semua sama kok batin Salsa lalu segera ke kamar mandi untuk mandi terlebih dahulu.


#######


"Yank aku keluar belanja dulu yah bareng Salsa dan Ela," izin Friska kepada Kenan suaminya yang sangat overprotektif itu.


"Bertiga doang sayang?" tanya Kenan.


"Iya, dan nggak usah pakai pengawal yang banyaknya kelebihan" ucap Friska.


Kenan pun teringat dengan Raka, Kenan benar-benar tidak mau jika istrinya nanti bertemu dengan Raka, mau sengaja ataupun tidak sengaja sama saja Kenan tidak mau.


"Sayang kamu mau belanja apa emangnya? biar aku nyuruh orang ajah buat menyediakan apapun yang kamu mau termasuk dengan kemauan sahabat-sahabatmu biar kamu di rumah ajah nggak usah keluar-keluar sayang," ucap Kenan.


"Iissh nggak mau yank, aku pengennya pergi belanja sendiri bareng sahabat aku, boleh yah yank?" rayu Friska yang terdengar sangat manja sekali di telinga Kenan.


"Iya-iya boleh sayang," ucap Kenan pada akhirnya.


A**ku kalah kalau kamu sudah pakai mode merayu begini batin Kenan.


Friska pun terdengar sangat bahagia dan itu membuat Kenan tersenyum.


"Tapi sayang harus ada pengawal yah, aku nggak mau kalau kamu perginya nggak ada pengawal," ucap Kenan yang membuat senyum Friska hilang mendadak.


"Iya deh yank tapi mereka dari jarak jauh ajah jagainnya jangan terlalu dekat, boleh yah?" rayu Friska lagi yang memilih mengalah daripada nanti suaminya itu berubah pikiran dan malah tidak mengizinkan dia.


"Iya istriku," ucap Kenan.


"Yes, oke sayang kamu lanjut lagi kerjanya, maaf yah ganggu, tambah sayang suamiku. Dadah," ucap Friska lalu segera menutup panggilan telfonnya dengan Kenan.


"Istriku-istriku," ucap Kenan dengan senyumnya sambil melihat wajah istrinya itu yang menjadi wallpaper pada ponselnya, lalu kembali melanjutkan kerjanya, dia semakin ingin cepat pulang.


########


"Tante," teriak Ela heboh sambil berjalan mendekat kepada tantenya sambil memeluk erat tante kesayangannya itu.


"Dasar kamu yah nggak berubah-berubah juga," ucap Syeila.


"Ayo tante duduk dulu," ucap Ela dengan semangatnya lalu menyiapkan minum buat Syeila.


"Ya ampun kok repot-repot sih sayang kan tante bisa ambil sendiri," ucap Syeila sambil menggelengkan kepalanya.


"Nggak apa-apa kali tan, aku udah sangat penasaran dengan cowok yang tante taksir melebihi dari oleh-oleh buat aku, setelah sekian lama akhirnya tante bisa mempunyai orang yang tante taksir dan orang itu orang yang sangat beruntung," ucap Ela.


"Berlebihan kamu sayang, tante takut nih nanti kamu nggak setuju lagi kalau tante ngejar dia," ucap Syeila.


"Nggak akan, aku akan selalu mendukung pilihan tante," ucap Ela dengan senyumnya.


"Ayo tante yang mana orangnya, lihatin ke aku dong," desak Ela yang sudah sangat penasaran.


"Baiklah," ucap Syeila sambil mengambil ponselnya, lalu segera mencari fotonya bersama Juan untuk memperlihatkan kepada Ela.

__ADS_1


JEDER.... JEDER


Senyum Ela mendadak menghilang begitu melihat foto Juan dan Syeila yang tampak mesra.


__ADS_2