Cinta Presdir Tampan

Cinta Presdir Tampan
Ngapain kamu melihat aku seperti itu?


__ADS_3

Jenguk Salsa dulu,, kasian juga tuh anak,, meskipun aku dan dia nggak akur tapi aku juga masih punya perasaan kasihan sama dia,, nggak boleh marah-marah dulu sekarang karena dia habis sekarat,, batin Raka yang sedang berjalan menuju ke ruangan Salsa.


Sementara di rumah Kenan...


"Kenapa aku mesti nggak bilang-bilang,, aku lebih baik katakan juga sama Ela,," ucap Friska sambil melihat Kenan.


"Jangan sayang,, semakin banyak yang tau maka besar kemungkinannya kenyataan itu akan sampai pada Salsa,, kamu nggak mau kan semuanya menjadi runyam karena kamu?" ucap Kenan sambil melihat Friska.


Friska dengan segera menganggukkan kepalanya.


"Iya aku nggak mau,," ucap Friska cepat.


"Yah makanya jangan beritahu siapa-siapa yah, sayang sabar saja,, secepatnya kok aku usahakan karena aku nggak mau melihat Jeki buta lama-lama,," ucap Kenan lagi sambil melihat Friska.


"Iya harus secepatnya,," ucap Friska lagi.

__ADS_1


"Iya sayang,," ucap Kenan lagi.


Rumah sakit...


"Kak Jeki," ucap Salsa begitu mendengar pintu di buka,, sambil menoleh ke arah pintu dengan tersenyum manis.


Salsa sangat berharap bahwa Jeki yang datang menemui dirinya,, Salsa benar-benar merindukan Jeki dan sangat ingin bertemu dengan Jeki,, namun nyatanya bukan Jeki yang datang melainkan Raka yang datang,, senyum Salsa langsung pudar begitu melihat yang datang bukan yang dia inginkan. Apalagi dia mengingat hubungannya dengan Raka tidak baik,, mereka selalu saja bertengkar.


Raka yang mendengar Salsa menyebut nama Jeki menjadi semakin kasihan pada Salsa yang masih mengharapkan Jeki padahal Jeki telah meninggal menurut sepengetahuan Raka.


"Maaf bukan Jeki datang," ucap Raka sambil tersenyum dan berjalan ke dekat Salsa.


"Kamu tumben kesini sambil senyum-senyum lagi?" ucap Salsa berusaha seperti biasanya dia jika dirinya berbicara kepada Raka.


Salsa sejujurnya merasa Raka agak sedikit berubah perilakunya terhadap dirinya,, namun Salsa tidak mau terlalu memikirkan itu.

__ADS_1


"Hmm kamu bilang tumben? hei Nona semenjak kamu kecelakaan aku disini terus kali,, hanya kamu nggak lihat saja karena kamu lagi nggak sadarkan diri,, bisa-bisanya kata-kata tumben itu keluar dari bibir kamu," ucap Raka sambil menyimpan buah yang dibawanya.


"Kenapa kamu kesini? aku nggak mau yah ada sesuatu dibalik itu semua,, pasti kamu ada rencana,, iyakan?" ucap Salsa sambil melihat Raka penuh selidik.


"Ya ampun kamu ini berpikiran negatif terus sama aku," ucap Raka sambil geleng-geleng kepala melihat Salsa.


"Kita berdua kan nggak akur,, jadi wajar-wajar saja kalau aku berpikiran seperti itu sama kamu," ucap Salsa lagi sambil melihat Raka penuh selidik.


"Walaupun kita nggak akur tapi aku nggak setega itu kali,, aku ini sebenarnya baik kok,, hanya kamu nggak sadar saja," ucap Raka lagi sambil melihat Salsa.


"Isshh merinding dengar kamu berbicara seperti itu,," ucap Salsa sambil bergidik ngeri melihat Raka.


Raka pun langsung tertawa begitu melihat ekspresi Salsa.


Nih anak asik juga yah,, tumben dia nggak terlalu ngeselin,, dia ini cantik kalau seperti ini,, batin Raka sambil melihat Salsa.

__ADS_1


"Ngapain kamu melihat aku seperti itu?" ucap Salsa sambil melihat Raka.


__ADS_2