Cinta Presdir Tampan

Cinta Presdir Tampan
Mendengar nama Juan


__ADS_3

Ya ampun itu sepertinya benar-benar Ela deh, astaga emang ini yang dinamakan rezeki anak sholeh, heheh sepupuku Juan aku bisa minta nomor ponsel Ela sendiri berhubung kamu nggak mau kasih, sekarang aku melihat orangnya langsung dan kesempatan ini tidak boleh aku sia-siakan batin Jeki.


Jeki segera memundurkan mobilnya secara perlahan-lahan, dan Ela sedikit takut begitu melihat ada mobil yang sedang mundur perlahan-lahan ke dekatnya.


Duhh ini mobil yah kok bisa bermasalah gini sih, apa karena gue jarang pakai tapi kok gini amat percuma ajah nih mobil mahal, itu siapa lagi yang mundur kesini gue nggak tahu itu mobil, semoga saja ilmu bela diri gue yang secuil ini bisa bermanfaat batin Ela sambil melihat-lihat ke sekeliling tempatnya berdiri.


Ela yang terlalu fokus pada mobilnya sampai lupa untuk menelepon sahabatnya yang lain, agar dia bisa di bantu atau di jemput.


Jeki segera turun dari dalam mobilnya begitu dia sudah mematikan mesin mobilnya.


Ela dan Jeki saling bertatapan, Ela tampak mengernyitkan keningnya bingung lalu tersenyum begitu mengingat orang yang keluar dari dalam mobil itu, sedangkan Jeki tersenyum manis pada Ela sambil berjalan ke dekat Ela.


Kalau ini sih aku ingat, ini sopirnya Friska waktu itu, kok dia keren banget yah apa sekarang dia sudah beralih profesi, dia tidak jadi sopir lagi, aduh senyumnya manis banget woi mengalahkan gula dahh batin Ela sambil melihat Jeki.


"Hai kamu masih ingat aku nggak?" tanya Jeki begitu sudah berada dekat dengan Ela.


"Iya ingat kok, sopirnya Friska, iya kan?" tanya Ela untuk memastikan sekali lagi.


Ya ampun sopir, tapi emang iya sih aku ketemu dengan dia waktu itu ketika aku jadi sopirnya istri tuan Kenan batin Jeki.


"Iya betul sekali, ingatan yang bagus," ucap Jeki.


"Kamu kenapa berdiri di pinggir jalan begini?" tanya Jeki lagi sambil melihat wajah Ela yang tampak sedang kebingungan.


"Ini loh mobil aku mogok di saat yang tidak tepat begini," jawab Ela.

__ADS_1


Menurutmu disaat yang tidak tepat tapi menurutku ini sangat tepat, mobilmu tepat banget mogoknya batin Jeki.


"Emm gitu yah, kamu mau kemana memangnya?" tanya Jeki lagi.


"Itu aku mau ke restoran XXX tapi mobil aku udah mogok ajah," jawab Ela.


Wahh ini benar-benar keberuntunganku banget, kan searah aku juga bakalan lewat situ, emang udah takdir sih aku ketemu Ela di saat begini batin Jeki bahagia.


"Dan sekarang aku baru teringat kenapa aku nggak telfon sahabat aku ajah, supaya ada yang datang jemput aku," ucap Ela sambil menepuk jidatnya lalu mengambil ponselnya ingin menghubungi Farel, Ela yakin pasti semua sahabatnya sudah sampai di restoran tinggal dia saja yang di tunggu, karena dia ingat jam pasti sudah lewat jam janjian mereka, Ela memang terlambat berangkat juga dari rumahnya tadi karena terlalu lama bercermin, dan memang benar sudah banyak juga panggilan tak terjawab di ponselnya, Ela tidak dengar ponselnya berdering karena dia belum mengaktifkan nada dering ponselnya, itu semua awalnya dia sengaja karena pasti Salsa akan ngomel-ngomel karena dirinya datang terlambat, hingga mengakibatkan dia lupa untuk menghubungi sahabatnya.


"Ehh nggak usah kamu hubungi mereka, aku juga kebetulan mau lewat disitu, kamu ikut aku ajah biar nanti aku singgahin kamu di restoran itu," ucap Jeki sambil menahan Ela yang hendak menghubungi Farel.


Ela tampak melihat-lihat Jeki, Ela tidak sembarangan mau ikut orang karena dia juga takut apalagi dia seorang wanita.


Jeki mengerti dengan tatapan Ela padanya.


Please Ela mau lah lagian tampang aku ini nggak ada tampang-tampang penjahatnya, malahan yang ada tampang ganteng ajah batin Jeki yang sedang berharap Ela mau ikut dengan dia.


Ela tampak berpikir keras.


Ada benarnya juga sih kata dia, waktu itu dia di pekerjakan jadi sopir Friska ponakan kesayangan pak Kenan sudah pasti dia ini orang yang sangat di percaya dengan pak Kenan, tidak mungkin pak Kenan mau mempekerjakan sembarangan orang dalam menjaga ponakan kesayangannya batin Ela.


"Sekarang kamu masih jadi sopir?" tanya Ela karena penasaran juga begitu melihat penampilan Jeki yang semakin keren, berbeda sewaktu dia bertemu pernah.


"Udah nggak aku sekarang kerja di kantor tuan Kenan," jawab Jeki.

__ADS_1


"Wah hebat dong kamu bisa kerja di kantor tuan Kenan, okelah aku mau, udah pasti kamu orang baik-baik lagian dari aku lihat kamu memang orang baik kok, tapi aku nggak ngerepotin kamu kan?" tanya Ela terlebih dahulu.


"Biasa ajah kok, dan kamu nggak ngerepotin sama sekali lagian kita juga searah," ucap Jeki lalu tersenyum.


"Oh baguslah," ucap Ela dengan tersenyum juga.


"Aku pikir tadi kamu mau pergi menjemput Friska lagi, yah walaupun itu anak banyak banget sopirnya sih, aku heran banget," ucap Ela.


"Nggak,, tuan Kenan memang sudah mengganti sopirnya karena aku sekarang bekerja di kantornya," ucap Jeki.


"Oh gitu, oh iya kamu tahu nggak Friska dimana sekarang? katanya sih dia ada urusan penting bersama pak Kenan juga," ucap Ela.


Iya dia memang ada urusan penting bahkan sangat penting banget, untuk membuat penerus tuan Kenan tapi mana mungkin aku boleh bilang, mereka kan masih menyembunyikan pernikahan mereka, gimana yah kalau nanti Ela ini tahu sahabatnya itu sudah lama menikah dengan seorang Kenan Mahardika, semoga saja dia nggak pingsan batin Jeki sambil tertawa di dalam hatinya.


"Iya memang dia ada urusan penting karena tuan Kenan juga nggak masuk kantor sekarang, tapi aku nggak tahu mereka lagi dimana karena tuan Kenan itu sangat tertutup kalau urusan keluarga begitu, palingan hanya pak Juan saja yang tahu asisten pribadi tuan Kenan," ucap Jeki.


Mendengar nama Juan, Ela langsung tidak mau banyak bertanya lagi, dia benar-benar sudah ingin melupakan Juan, dan mengikhlaskan Juan untuk tantenya karena mereka juga sudah saling cinta dan sudah berpacaran, jadi mendengar nama Juan pun, Ela sudah malas.


"Namamu siapa? kita kenalan dulu," ucap Ela sambil mengulurkan tangannya, Ela belum berkenalan langsung dengan Jeki begitupun Jeki dan sekaligus Ela sengaja mengalihkan pembicaraan.


"Nama aku Jeki," ucap Jeki sambil mengulurkan tangannya juga dengan tersenyum kepada Ela.


"Oke kak Jeki, sekarang ayo kita masuk ke mobil kak Jeki untuk segera ke restoran karena sahabat aku yang lain pasti sedang marah-marah sekarang, menunggu aku yang terlambat datang begini," ucap Ela.


"Oke kalau begitu," ucap Jeki.

__ADS_1


Ela segera menghubungi orang terlebih dahulu untuk datang mengambil mobilnya dan memperbaikinya, lalu Ela dan Jeki segera masuk ke dalam mobil Jeki.


##########


__ADS_2