
Kenan yang sedang menikmati pelayanan istrinya dibuat kesal begitu mendengar pintu kamarnya diketuk.
"Biar saja,, nanti juga pergi sendiri,, lanjut aja sayang,," ucap Kenan yang tidak memikirkan orang yang mengetuk pintu kamarnya.
"Tapi kalau penting gimana?" ucap Friska karena pintu kamar terus diketuk.
"Nggak penting itu istriku sayang,, lanjut lagi,," ucap Kenan sambil melihat Friska yang sedang menindih tubuhnya saat ini dengan tangan yang sudah nakal kemana-mana.
"Sayang diketuk terus itu,, aku nggak konsentrasi nih kalau dengar bunyi kayak gitu,," ucap Friska sambil turun dari atas tubuh Kenan membuat Kenan mengusap rambutnya frustrasi.
"Mau buat anak saja ada terus yang ganggu,," ucap Kenan kesal pada orang yang mengetuk pintu kamarnya.
Kenan pun segera memakaikan selimut pada istrinya.
"Kamu disini saja sayang,, tubuh sexy mu ini hanya aku yang boleh lihat,, aku nggak ikhlas kalau pria lain lihat,, wanita pun aku juga nggak ikhlas,," ucap Kenan sambil memakai baju tidurnya lalu segera jalan menuju pintu kamar dengan perasaan kesal luar biasa,, sedang on dan harus terhenti sejenak.
Friska hanya geleng-geleng kepala begitu mendengar ucapan suaminya yang ngadi-ngadi itu,, Friska juga menahan tawanya melihat Kenan yang sudah sangat on,, lagi menikmati malah harus terhenti sejenak.
Friska juga penasaran siapa yang mengetuk pintu kamar mereka,, sudah pasti orang itu akan kena marah suaminya.
Begitu buka pintu,, Kenan benar-benar marah begitu melihat Raka di depan pintu kamarnya sambil nyengir.
__ADS_1
"Horor banget Kenan,," ucap Raka sambil bergidik ngeri melihat ekspresi wajah Kenan. Tak lupa dengan cengiran tengilnya.
"Ngapain kamu kesini?" ucap Kenan kesal.
"Aku cuma mau beritahu,, aku mau tidur di rumah kamu,, nggak apa-apa kan?" ucap Raka sambil menahan tawanya. Raka memang sengaja ingin mengerjai Kenan,, dan sepertinya dia berhasil begitu melihat ekspresi wajah Kenan yang sangat horor ditambah Kenan yang terlihat berantakan.
Kenan kesal bukan kepalang begitu Raka mengucapkan itu,, Kenan tau itu hanya akal-akalan Raka saja,, sejak kapan Raka akan meminta izin padanya,, dan juga Kenan sudah katakan tadi agar mereka nginap di rumah nya saja.
"Pergi sana,, nggak usah ganggu,," usir Kenan.
Raka tertawa terbahak-bahak.
"Terserah kamu,, mau jungkir balik di rumah ini terserah kamu,, tidak usah menanyakan istriku dan jangan panggil dia dek cantik,," ucap Kenan mengusir Raka lalu segera menutup pintu kamarnya.
Raka tertawa terbahak-bahak melihat Kenan,, Raka memang sengaja isengin Kenan. Raka tau betul Kenan pasti belum tidur,, Raka pun kembali ke kamarnya sambil tertawa.
"Siapa suamiku?" tanya Friska sambil bergelayut manja di lengan Kenan.
Kenan yang tadi kesal langsung tersenyum lembut pada Friska.
"Raka,, dia sengaja mau gangguin kita sayang,," ucap Kenan sambil naik ke atas ranjang lagi.
__ADS_1
"Oh kak Raka dia lagi iseng tuh,, ayo sini lanjut lagi sayang,," ucap Friska lembut sambil membuka baju tidur Kenan.
Kenan tersenyum senang sambil pasrah pada istrinya. Kekesalannya hilang menjadi gairah.
Dan malam itu mereka seperti pengantin baru. Berkali-kali menikmati surga dunia dan semua dikendalikan oleh Friska.
Pagi harinya Kenan tampak segar bugar,, tersenyum cerah,, sedangkan Friska tersenyum cerah juga meskipun terlihat Friska seperti kesusahan jalan sedikit.
"Sini istriku,," ucap Kenan sambil menarik kan kursi untuk Friska duduki.
"Makasih sayang," ucap Friska sambil mengelus lembut wajah Kenan lalu segera duduk.
Yang lain tersenyum bahagia melihat pasangan romantis itu. Juan sudah memikirkan akan seperti apa nantinya jika dia menikah dengan Ela nanti,, akan ada kemungkinan dia juga akan seperti itu. Juan sudah banyak belajar dari apa yang dilihatnya dari Kenan,, entah Juan bisa mempraktekkan atau tidak karena dia malu.
Kekesalan Kenan pada Raka sudah hilang karena semalam pelayanan Friska sampai membuat nya terbang melayang ke langit ke tujuh tak sempat memikirkan kekesalannya lagi pada Raka.
Mereka sarapan diselingi canda dan tawa. Serta pembahasan mengenai pernikahan mereka.
Setelah sarapan mereka segera fitting baju,, tidak ingin menunda-nunda waktu,, Friska juga tampak sangat bersemangat membuat Kenan senang.
Pernikahan ini akan menjadi pernikahan berkesan untuk mereka,, Friska,, Salsa,, Ela sudah bersahabat dan juga akan menikah bersama,, resepsi bersama sungguh itu adalah suatu impian yang menjadi kenyataan,, ditambah lagi mereka menikah dengan bukan orang sembarangan terutama Friska. Juan dan Jeki pun selalu menjadi incaran wanita tapi kedua pria itu sudah memiliki wanita masing-masing,, Salsa dan Ela lah yang beruntung mendapatkan mereka. Pernikahan mereka akan menjadi hari patah hati lagi buat wanita yang menginginkan mereka. Tentu kabar pernikahan mereka sudah tersebar luas. Pesta akan diadakan secara besar-besaran.
__ADS_1