Cinta Presdir Tampan

Cinta Presdir Tampan
Calon-calon pelakor,,


__ADS_3

Kenan yang masih mengantuk dibuat kesal dengan bunyi ponselnya,, Kenan pun segera melihat nama kontak yang menggangu tidurnya di pagi hari.


Kenan kembali menyimpan ponselnya begitu melihat nama kontak Cika yang tertera dilayar ponselnya,, Kenan pun kembali memeluk istrinya yang masih tertidur juga dan masih belum memakai sehelai benang pun,, mereka hanya ditutupi selimut saja.


Kenan tersenyum lembut lalu mencium pipi Friska terlebih dulu lalu kembali melanjutkan tidurnya.


Friska benar-benar kelelahan karena shubuh-shubuh pun begitu selesai shalat Kenan kembali meminta jatah yang membuat Friska hanya bisa pasrah saja melayani Kenan,, entah kenapa Friska merasa Kenan semakin kuat minta jatah begitu Friska mau jika pernikahan mereka diumumkan.


Cika tak putus asa dia kembali menelepon Kenan hingga membuat Friska terbangun dari tidurnya karena bunyi ponsel Kenan yang sangat ribut dan mengganggu tidurnya.


"Siapa sih?" ucap Friska mengambil ponsel Kenan yang sedang bunyi sambil membangunkan Kenan yang sedang tidur memeluk dirinya.


"Sayang,,, Cika nih nelfon," ucap Friska yang masih setengah sadar.


"Heh,, apa Cika? bisa-bisanya dia menelepon suamiku pagi-pagi begini," ucap Friska yang seketika ngantuknya hilang dan kesadarannya langsung penuh.


"Udah sayang biarin aja,, ayo tidur lagi,, kamu nggak capek yah? abis olahraga shubuh tadi" ucap Kenan sambil menarik Friska kembali tidur di dalam pelukannya.

__ADS_1


"Tapi dia nelfon terus,, lagian ini jam berapa sih?" ucap Friska sambil melihat ponsel Kenan.


Friska benar-benar terkejut begitu melihat jam.


"Sayang,, ayo bangun kamu nggak ke kantor emang,, udah telat kamu nih,, aku belum buat sarapan lagi,, sayang bangun," ucap Friska sambil membangunkan Kenan yang tampak tertidur lagi.


Kenan pun langsung mengecup bibir istrinya itu dengan mata yang masih tertutup.


"Kalau bibir saja hafal banget yah kamu tempatnya, biar lagi tutup mata bisa pas gitu ciumnya," ucap Friska sambil mengerucutkan bibirnya.


"Iya dong sayang,, bibir istriku sudah pasti aku hafal," ucap Kenan sambil tersenyum lembut dan memeluk tubuh Friska.


"Hmmm,,"


"Tapi kamu nggak ke kantor emang? aku lihat kamu santai banget hari ini," ucap Friska lagi sambil melihat Kenan yang malah asik mengecup leher Friska.


"Nggak istriku,, aku hari ini libur,, aku ingin berduaan dengan istriku,," ucap Kenan sambil mengecup lembut leher Friska hingga mulai turun ke bawah.

__ADS_1


"Sayang,," ucap Friska sambil meram-melek akibat kelakuan Kenan.


"Nikmati saja istriku,, nggak usah protes yah, kalau aku libur gini yah maunya jatah terus," ucap Kenan sambil melanjutkan aksinya di gunung kembar Friska.


"Sayang enak," ucap Friska yang membuat Kenan senyum-senyum sambil melanjutkan aksinya.


Siap-siap saja istriku hari ini full jatah,, batin Kenan.


Hingga tiba-tiba Kenan dan Friska kembali dibuat kesal karena lagi-lagi ponsel Kenan berdering,, mengganggu aktivitas enak-enak mereka di pagi hari.


"Urus dulu tuh wanita nggak jelas," ucap Friska kesal.


"Nggak usah sayang,, biarin aja lanjutin dulu ayo,," ucap Kenan.


"Nggak mau dia bakalan ganggu terus," ucap Friska lagi.


"Baiklah,, sayang saja yang berbicara padanya hitung-hitung olahraga jantung buat dia dipagi hari,, karena aku malas meladeni dia,, sudah pasti dia ingin bertemu lagi,, sementara aku sudah nggak mau lagi bertemu dengannya,, mungkin hanya ketika aku akan perawatan saja,, itu pun istriku harus ikut,, pokoknya aku mau bertemu dengan dia kalau sayang ikut,, jadi aku sudah nggak sabar menunggu semua orang tau pernikahan kita,, karena aku juga pengen pamer istri kepada para calon-calon pelakor,, aku ingin mereka sadar orang yang akan mereka goda sudah mempunyai istri yang nggak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan mereka,," ucap Kenan lalu mengecup bibir Friska.

__ADS_1


__ADS_2