
"Mau makan di restoran mana?" tanya Juan.
"Terserah kamu ajah, aku sih ngikut ajah," jawab Syeila.
"Oke," ucap Juan sambil tersenyum lalu segera menyetir mobilnya, dia akan menentukannya ketika di jalan nanti.
#########
"Halo, kenapa telfon orang penting? lagi sibuk gue sekarang tahu nggak" ucap Friska sambil menahan tawanya.
"Sombong amat nih bocah, kita lagi ngumpul nih mau video call sama loe, aktifin whatsapp loe dong," ucap Salsa.
Tuh kan ini yang gue takutkan, mana mungkin gue bakalan video call dengan mereka dalam keadaan begini, haduhh pasti kagetan lah mereka, pikir alasan yang masuk akal Friksa sebelum mereka pada ngoceh lagi batin Friska.
"Iya Fris, kita mau video call dengan loe, kangen nih kita apalagi Dafa kangen banget sama loe," ucap Haris sambil nyengir dan melihat Dafa.
Dafa hanya menggelengkan kepalanya saja mendengar ucapan Haris, dia tahu kalau Friska tidak akan menganggap serius ucapan Haris, tapi itu Friska berbeda dengan Kenan yang menganggap serius ucapan Haris dan sekarang sedang memasang wajah cemburunya.
Haris ini bibirnya benar-benar mengkhawatirkan banget tahu nggak, kenapa sih dia harus mempunyai bibir secerewet dan seribut itu, duhhh awas ajah loe Haris, batin Friska sambil melirik sedikit suaminya yang sedang dalam mode cemburunya tapi Kenan mencoba sabar untuk tidak bersuara.
"Haris loe itu kalau bicara sembarangan ajah tahu nggak, loe jangan fitnah Dafa deh, dan juga gue nggak bisa video call nih, karena gue lagi ada urusan penting pokoknya nanti ajah yah, atau kita ngumpul lagi kalau gue udah selesai dengan urusan gue," ucap Friska.
Kenan semakin mengeratkan pelukannya pada istrinya tanpa bersuara, dia lagi kesal dan di tambah lagi istrinya yang mau ngumpul dengan sahabat-sahabatnya nanti dan sudah pasti ada Dafa, Kenan memang selalu cemburu pada Dafa padahal dialah suami Friska, dan Friska juga tidak pernah ada hubungan apa-apa dengan Dafa, Kenan saja yang selalu mikir macam-macam.
Mulai deh posesifnya keluar batin Friska sambil melihat suaminya itu.
"Ya ampun Fris sok sibuk banget loe sampai-sampai nggak bisa video call, tega loe Fris," ucap Salsa.
"Ya ampun bukannya tega tapi gue emang beneran sibuk tahu nggak, kalau urusan gue udah selesai kita ngumpul lagi, terus kalian lihat deh wajah gue sepuasnya kalau kalian kangen," ucap Friska lalu tertawa.
Kalian bakalan kaget banget kalau gue video call dan melihat pemandangan sekarang, ada bayi besar yang ngambekan gini di tambah manja pula, entah dimana deh kedudukan presdirnya itu batin Friska.
__ADS_1
"Oke deh tapi traktir yah," ucap Jojo sambil nyengir.
Salsa mengaktifkan speaker ponselnya sehingga mereka bisa mendengar suara Friska, tetapi hanya mereka-mereka saja yang dengar karena volumenya Salsa kurangi sedikit dan juga jarak antara meja mereka dan orang lain lumayan jauh.
"Dasar kang gratisan, iya gue bakalan traktir loe dan kalian semua dahh, kan om gue banyak duit," ucap Friksa sambil mencubit gemas pipi suaminya itu yang sedang cemburu tapi manja juga.
"Friska emang terbaik dahh kalau masalah traktir, untung loe punya om kayak pak Kenan jadi gue bisa irit pengeluaran," ucap Haris.
"Dasar lu, gimana mau punya pacar coba kalau lu gitu," ledek Friska.
"Ehh udah dulu yah kalau gitu, gue lagi sibuk nih masalahnya," ucap Friska karena tangan Kenan yang sudah kemana-mana bahkan bibirnya juga, Friska tidak mau kalau sampai dia kelepasan bersuara yang akan menimbulkan tanda tanya di otak sahabat-sahabatnya.
"Iya Fris, loe jaga kesehatan yah walaupun loe lagi sibuk banget, jangan lupa makan," ucap Dafa yang belum berbicara sejak tadi.
"Iya Dafa, gue tutup dulu yah, kalian semua jaga kesehatan juga, bye, " ucap Friska lalu segera menutup panggilan telfonnya dengan Salsa lalu melihat suaminya.
"Sayang ihh tangan dan bibirmu ini nakal banget sih, gimana kalau aku tadi sampai bersuara aneh-aneh pasti langsung deh pikiran mereka aneh-aneh juga," ucap Friska sambil berusaha menghentikan aktivitas suaminya itu.
"Sayang aku tuh cemburu sama Dafa,, beneran loh aku nggak bohong, bisa nggak kalau kamu ngumpul nggak ada dia," ucap Kenan sambil melihat istrinya.
"Suamiku sayang udah yah nggak usah cemburu sama dia, lagian dia juga nanti akan melanjutkan kuliahnya sedangkan aku akan fokus dulu sama kamu, aku tuh ketemu dia nanti pasti jarang banget ya ampun jadi nggak usah cemburu dan mikir macam-macam yah, aku tuh ngumpul ada dia nggak akan merubah perasaan aku sama kamu, aku tuh hanya cinta sama kamu ajah," ucap Friska.
"Lagian sayang kamu tuh hanya salah paham saja sama Dafa, beneran deh kamu hanya salah paham saja percaya sama aku, Dafa tuh nggak suka sama aku, kita semua hanya sahabatan ajah nggak lebih," ucap Friska lagi.
"Hmmm,"
Ya ampun aku ngomong panjang-panjang dan responnya segitu doang, aku marah balik baru tahu rasa kamu batin Friska.
"Nggak cemburu lagi kan?" tanya Friska.
Kenan hanya menganggukkan kepalanya sambil memeluk Friska.
__ADS_1
"Ya udah ayo tidur lagi," ucap Friska.
"Kamu harus menidurkan yang satunya dulu baru kita tidur lagi," ucap Kenan dengan senyuman mesumnya membuat Friska langsung mengerti dengan arah pembicaraan suaminya itu.
Ini gara-gara Salsa yang pakai nelfon segala padahal tadi kita udah tidur dengan dia yang hanya memeluk saja, batin Friksa meronta-ronta kesal.
"Emm sayang tidur ajah yuk," ucap Friska sambil memasang wajah memelasnya.
"Nggak bisa sayang harus gitu dulu," ucap Kenan dengan tangan yang sudah kemana-mana.
Dan pada akhirnya Friska dan Kenan bercinta dulu baru tidur, Friska memang tidak bisa menolak keinginan suaminya karena jika Kenan sedang ingin maka dia pasti lakukan semenjak dia sudah belah duren.
########
"Kak Jeki singgah dulu yuk, kita lagi ngumpul-ngumpul ajah kok bareng sahabat-sahabatku yang lain, aku bakalan traktir kak Jeki sebagai ucapan terima kasih, ucap Ela sambil tersenyum begitu sudah sampai di restoran tempat janjian dia dengan sahabat-sahabatnya.
Ya ampun ini kesempatan banget buat aku, tapi aku nggak bisa karena mesti buru-buru ke luar kota, batin Jeki sambil melihat jam tangannya.
"Aduh maaf nggak bisa aku lagi buru-buru sekarang karena mesti ke luar kota, gimana kalau aku balik dari luar kota baru kamu traktir aku?" tanya Jeki yang tidak mau membuang kesempatan mumpung Ela lagi menawarkan.
"Emm oke deh boleh kak, nomor ponsel kak Jeki dong biar aku telfon terus kak Jeki simpan nomor ponselku juga, nanti kak Jeki hubungi aku ajah kalau udah balik," ucap Ela.
Ya ampun ini benar-benar rezeki banget buat anak sholeh seperti aku, batin Jeki sangat bahagia.
Jeki dengan senang hati memberikan nomor ponselnya pada Ela, lalu Ela segera menghubungi nomor ponsel Jeki dan Jeki segera menyimpan nomor ponsel Ela.
"Aku turun dulu yah kak, terima kasih dan kak Jeki hati-hati yah semoga selamat sampai tujuan," ucap Ela.
"Iya kamu juga hati-hati yah kalau balik," ucap Jeki sambil tersenyum.
"Iya," ucap Ela lalu segera turun dari mobil Jeki. Dan Jeki segera menyetir lagi mobilnya menuju ke kota tujuannya dengan membunyikan klaksonnya kepada Ela terlebih dahulu.
__ADS_1
########
Ela segera masuk ke dalam restoran dan tak lama entah apa yang membuat Juan juga memberhentikan mobilnya di restoran yang sama tempat Ela dan sahabat-sahabatnya sedang ngumpul.