
"Udah nggak apa-apa pakai minta maaf segala lagi, oh iya tumben banget kamu minta maaf dulu sih kamu nggak pernah minta maaf," ucap Juan lalu tertawa.
"Itukan dulu sekarang aku tuh udah berubah nggak kayak dulu lagi," ucap Syeila.
"Iya deh yang sudah berubah," ucap Juan.
"Oh iya Juan kamu udah punya pacar belum?" tanya Syeila yang membuat Juan menggaruk kepalanya yang tidak gatal karena pertanyaan Syeila.
Syeila pun tertawa setelah melihat ekspresi Juan membuat Juan mengernyitkan keningnya bingung.
"Kamu tertawakan apa Syeila?" tanya Juan.
"Aku lihat dari ekspresi kamu sudah pasti kamu jomblo," ledek Syeila.
"Iya sih," ucap Juan sambil nyengir.
"Kayak kamu punya pacar ajah," ledek Juan balik.
Syeila pun langsung tertawa.
"Iya sih aku juga jomblo, tapi aku juga jomblo karena belum menemukan yang pas dengan aku bukannya karena nggak laku," ucap Syeila.
"Aku juga kali karena belum menemukan yang pas makanya jomblo bukannya nggak laku," ucap Juan tak mau kalah.
"Iya deh tapi baguslah, jadi kalau aku nelfon kamu nanti nggak ada pacarmu yang bisa salah paham, abis aku pengalaman banget tahu nggak sering bicara dengan teman cowok aku ehh tiba-tiba ceweknya cemburu," ucap Syeila sambil bergidik ngeri.
"Kamu godain pacarnya kali," ucap Juan.
"Enak ajah nggak yah aku tuh bukan penggoda pacar orang yah," ucap Syeila.
"Oh iya kamu pulang sana kasian tuh teman kamu yang lagi nungguin," ucap Syeila lagi.
"Oh iya yah, aku lupa lagi," ucap Juan lalu tertawa.
"Oh iya kamu pulang sendiri?" tanya Juan.
"Iya seperti yang terlihat," jawab Syeila.
"Udah nggak usah khawatir kamu lagian aku udah biasa lewat sini," ucap Syeila lagi yang melihat Juan tampak khawatir pada dia.
__ADS_1
"Beneran? masalahnya sekarang kamu cewek jadi mengkhawatirkan kalau pernah sih laki-laki jadi tidak perlu di khawatirkan," ucap Juan sambil menahan tawanya.
Juan memang sudah sangat akrab dengan Syeila sejak dulu mereka sekolah.
"Kamu yah bicaranya gitu banget," ucap Syeila.
"Beneran kamu nggak perlu khawatir, sana kamu pulang kasian tuh teman kamu yang di dalam mobil nungguin kamu," ucap Syeila lagi.
"Oh iya aku lupa lagi," ucap Juan lalu nyengir.
"Kasian faktor umur tuh makanya kamu pelupa," ledek Syeila.
"Enak ajah faktor umur," ucap Juan.
"Berarti kamu juga pelupa dong, kita sama umurnya," ucap Juan lagi.
"Iihh kita nggak sama yah walaupun sama umur tapi aku nggak pelupa seperti kamu," ucap Syeila.
"Iya deh kamu yang menang, aku balik dulu yah, kamu hati-hati," ucap Juan.
"Iya kamu juga," ucap Syeila.
Juan segera berjalan menuju ke mobil dan begitupun dengan Syeila juga segera berjalan menuju ke mobilnya.
Juan-Juan nggak berubah juga itu orang, aku pikir dia udah mau sombong atau bahkan udah lupa sama aku, ternyata dia masih ingat batin Syeila.
#######
"Pak Juan udah selesai kirain kita mau tidur di dalam mobil tadi," ucap salah satu bawahan Kenan sambil nyengir.
"Memang kalian mau tidur di dalam mobil?" tanya Juan.
"Nggak mau pak," jawab mereka bersamaan membuat Juan tertawa.
"Kirain kalian mau biar aku wujudkan keinginan kalian," ucap Juan.
"Nggak usah pak terima kasih deh sebelumnya bapak sudah mau mewujudkan keinginan kita tapi nggak usah repot-repot,"
"Oh iya kita langsung balik nih pak?" tanya bawahan Kenan lagi yang akan mengemudikan mobil.
__ADS_1
"Iya, kalian masih mau disini, aku sih malas banget," ucap Juan.
"Pak Juan bilang malas, bapak sadar nggak kita lama disini karena pak Juan loh," ucap bawahan Kenan yang satunya lagi.
"Oh iya aku lupa, maaf yah tadi aku kelamaan membuat kalian kelamaan juga disini," ucap Juan.
"Okelah pak tidak apa-apa, kita pengertian kok orangnya," ucap bawahan Kenan sambil mulai mengemudikan mobilnya sedangkan Syeila sudah pergi sejak tadi dan tak lupa dia membunyikan klakson mobilnya.
Juan melihat mereka berbeda arah tempat tinggal.
"Iya aku tahu kalian pengertian makanya kalian bisa jadi bawahan tuan Kenan," ucap Juan.
"Oh iya tadi itu kekasih pak Juan yah, cantik loh pak, beruntung banget pak Juan bisa dapat cewek kayak tadi," ucap bawahan Kenan yang sedang mengemudikan mobil.
"Hemm kamu itu sembarangan ajah kalau berbicara, dia itu teman lama aku tepatnya teman SMA aku makanya aku kenal dan akrab, jadi kalian jangan berpikiran macam-macam," ucap Juan.
"Yang benar pak, bapak jujur saja sama kita, kita ini bisa jaga rahasia, jadi nggak bakalan ada yang tahu pak,"
"Aku tuh udah jujur sama kalian ngapain aku bohong dia itu teman lama aku," ucap Juan lagi.
"Astaga kalau aku yang jadi pak Juan, aku pasti menikahi dia pak, cantik gitu ceweknya apalagi teman lama pasti bapak sudah tahu sifat dia, wanita tadi terlihat baik," ucap bawahan Kenan lagi.
"Heem kalian pikir menikah itu cuma lihat cantiknya saja dan karena sudah kenal lama, itu semua tidak bisa di jadikan tolak ukur untuk menikahi seorang wanita, ada kok yang baru kenal tapi langsung menikah bahkan saling benci tapi langsung menikah, buktinya tuan Kenan menikah di awali dengan saling benci, saling nggak mau, tapi sekarang kalian bisa lihatkan bagaimana bucinnya bos kita itu pada istrinya, padahal dulu dia itu sudah kenal lama pada Adelia tapi dia nikahnya dan bucinnya pada Nona Friska," ucap Juan.
"Haa seriusan tuan Kenan tidak mencintai istrinya sewaktu menikah?" tanya bawahan Kenan penasaran karena dia tidak tahu tentang itu karena mereka di perintah ketika ada yang penting saja, mereka tidak berada di sekitaran rumah Kenan.
"Iya serius, dulu tuan Kenan itu sangat mencintai mantan kekasihnya yaitu Adelia yang sudah berada di dalam penjara juga sekarang," ucap Juan yang lagi-lagi membuat kedua bawahan Kenan terkejut.
"Kok bisa di penjara?" tanya bawahan Kenan lagi semakin penasaran.
"Oh kalian nggak ada waktu itu pantas kalian nggak tahu, Adelia itu nyari masalah sama istri tuan Kenan, dia menyuruh orang untuk menculik Nona Friska, tapi sialnya wanita itu dia nggak tahu kalau Nona Friska bisa bela diri jadilah dia yang babak belur beserta orang yang sudah dia bayar," ucap Juan sambil tertawa terbahak-bahak begitupun dengan kedua bawahan Kenan.
"Itu sih namanya maaf anda belum beruntung," ucap bawahan Kenan lagi sambil fokus mengemudikan mobilnya.
"Tapi memang sih tampang dan postur tubuh istri tuan Kenan itu bisa mengecoh orang, di kiranya dia wanita lemah karena sangat imut dan juga cantik padahal kemampuan bela dirinya menakutkan," ucap bawahan Kenan.
Mereka pun tertawa bersama.
"Kira-kira Juan udah sampai belum yah, aku telfon dulu deh," ucap Syeila yang sudah sampai di apartemennya.
__ADS_1