
Ya ampun ini beneran aku udah mendapatkan nomor ponsel Ela, aku benar-benar nggak menyangka kalau akan semudah ini, aku udah mati-matian tadi minta nomor ponsel Ela sama Juan tapi nggak di kasih, kalau tahu gini aku nggak bakalan minta sama Juan tadi sampai memakan waktu aku bermenit-menit dan akhirnya nggak dapat juga,,, hemm untung saja tadi aku melihat dia dan mobilnya juga mendukung banget batin Jeki yang masih sangat bahagia karena bisa mendapatkan nomor ponsel Ela.
"Ela cantik banget sih, dia semakin cantik dari yang aku lihat sebelumnya, heem itu Juan bodoh banget yah, kok bisa nggak suka sama Ela yang cantik, imut-imut gitu dan juga baik, sopan, dia lebih memilih Syeila tapi selera orang kan beda-beda, Syeila juga baik sih mungkin Juan mencari yang dewasa," ucap Jeki.
"Apa aku harus pamer pada Juan kalau aku udah mendapatkan nomor ponsel Ela," ucap Jeki sambil menyetir mobilnya.
"Ahh nanti ajah deh aku pamernya, sekarang aku lebih baik fokus dulu pada jalanan, fokus kerja, aku sudah semangat banget sekarang," ucap Jeki lagi.
#######
Ela mencari-cari keberadaan sahabat-sahabatnya dan ternyata sahabat-sahabatnya berada di pojokan, itulah sebabnya dia agak susah menemukan mereka, untung Ela teringat dengan kebiasaan tempat duduk sahabat-sahabatnya ketika ngumpul pasti milih di pojokan, Ela juga tidak menghubungi salah satu sahabatnya karena malas mendengar omelan walaupun Ela juga tahu ketika dia datang pasti akan terkena omelan juga.
"Nih si Ela belum angkat-angkat juga panggilan telfon dari gue, duh jangan-jangan dia kenapa-kenapa nih," ucap Farel mulai khawatir.
Ela tersenyum begitu mendengar ucapan Farel.
"Hai semua maaf telat," ucap Ela sambil nyengir dan langsung mendapatkan pelototan mata dari semua sahabat-sahabatnya.
"Hemm nih dia nih yang kita tunggu-tunggu, darimana ajah sih loe Ela, loe nggak angkat telfon dari kita semua, seharusnya loe itu angkat panggilan telfon dari kita tahu nggak biar kita nggak khawatir, kabari kita gitu," ucap Salsa.
"Iya nih Ela kita itu khawatir sama loe tahu nggak, Farel ajah hampir ke rumah loe buat mastiin loe," ucap Haris.
"Kenapa datang telat sih Ela, dan nggak ngabarin?" tanya Farel.
Tuh kan gue pasti kena omelan, padahal belum juga gue duduk harusnya kasih duduk dulu gitu biar enak jelasinnya batin Ela.
"Iya-iya maafin gue yang datang telat, tapi bisa nggak gue duduk dulu gitu supaya enak gue ceritanya, kalian mah langsung main interogasi ajah, nggak biarin gue duduk dulu ya ampun tega banget dahh," ucap Ela.
"Ya udah sini duduk," ucap Farel sambil menyuruh Ela duduk di sampingnya, dan Ela segera duduk di samping Farel.
Haris langsung batuk-batuk, tapi terlihat jelas kalau batuknya hanya bohongan semata jadi tidak ada yang perduli.
"Pesan makanan dulu gihh lapar gue," ucap Ela lagi.
Mereka segera memesan makanan dan Haris juga memesan makanan lagi padahal dia sudah memesan makanan tadi.
"Haris bikin malu ihh, masa pesan lagi harusnya nggak usah," ledek Jojo.
"Mau-mau gue dong yang penting gue bayar, lagian yah pasti mereka senang kalau gue pesan lagi kan mereka dapat keuntungan juga," ucap Haris.
__ADS_1
"Iyain ajah deh," ucap Jojo.
"Emang harus," ucap Haris sambil nyengir.
"Oh iya cepetan jelasin Ela ngapain loe datang telat, terus nggak ngasih kabar lagi, buat kita benar-benar khawatir tahu nggak, gini-gini gue itu khawatir juga kali sama loe," ucap Haris.
"Jadi gini tadi tuh yah gue udah datang cepat dan gue bawa mobil tapi mobil gue itu mogok di jalan tahu nggak, percuma ajah gue beli mahal ehh mogok juga, kalau tahu gitu mendingan gue pakai motor ajah tadi atau barengan dengan Farel" ucap Ela.
"Terus loe datang kesini gimana?" tanya Dafa.
"Iya gimana tuh, mobil loe udah nggak mogok lagi atau gimana?" tanya Salsa karena Salsa tahu Ela tidak tahu dengan mesin-mesin berbeda dengan Friska yang lumayan tahu masalah mesin.
Pelayan datang membawakan pesanan mereka.
"Makasih mba," ucap Ardi begitu pelayan itu sudah mengatur rapi makanan di meja.
Pelayan itu tersenyum lalu segera kembali bekerja.
"Lanjut Ela," ucap Ardi.
"Gue makan dulu lapar gue," ucap Ela lalu segera makan karena dia memang benar-benar sudah lapar.
Mereka tidak menyadari bahwa di restoran itu ada Juan juga, Juan melihat Ela dan sedikit terkejut sedangkan Syeila tidak menyadari jika ada Ela di restoran itu, Juan sajalah yang melihat Ela, sedangkan sahabat-sahabat Ela tidak ada yang melihat Juan juga, Ela pun tidak melihat Juan.
"Ela buruan loe ngomong woi," ucap Haris.
"Jadi gini yah gue itu kesini bareng kak Jeki, gue nggak pakai mobil lagi, jadi bentar gue nebeng sama loe yah Farel," ucap Ela.
"Kak Jeki itu siapa?" tanya mereka bersamaan.
"Itu loh Sal, sopirnya Friska waktu itu yang masih muda dan juga ganteng," jawab Ela.
"Kalau kalian pasti nggak tahu, hanya Salsa saja yang tahu itupun kalau Salsa masih ingat sih," ucap Ela lagi.
Salsa kembali mengingat-ngingat sopir Friska yang masih muda dan ganteng dan akhirnya dia ingat juga.
"Oh gue ingat sekarang, serius loe bareng dia datang kesini, terus dia kemana?" tanya Salsa.
"Dia udah nggak ada disini, tadi tuh gue juga ajakin dia masuk kesini tapi katanya dia ada kerjaan, dia lagi ke luar kota sekarang," jawab Ela.
__ADS_1
"Dia udah nggak jadi sopir lagi?" tanya Salsa.
"Udah nggak, tahu nggak dia sekarang sudah kerja di perusahaan pak Kenan, keren nggak tuh, dan kalau loe lihat dia tadi Sal, loe pasti kaget karena penampilan dia berubah banget tahu nggak, dan semakin ganteng," ucap Ela.
"Centil banget sih loe Ela," ucap Farel sambil mencubit sebelah pipi Ela.
"Ihhh Rel sakit tahu nggak," ucap Ela.
"Cemburu nih sih Farel," ledek Haris.
"Iya gue emang cemburu, jangan memuji cowok lain deh loe, nggak mikirin banget perasaan gue," ucap Farel lalu tertawa.
"Jangan cemburu deh Rel, aku padamu kok," ucap Ela sambil tersenyum dan mengusap-ngusap pundak Farel.
"Lebay loe berdua," ucap Ardi sambil ingin memisahkan kedekatan kedua sahabatnya itu tapi malah tangannya tidak sengaja menjatuhkan minuman Ela dan akhirnya mengenai pakaian Ela.
"Ardi sumpah loe ngeselin banget, basahkan gue," ucap Ela.
"Sorry," ucap Ardi sambil nyengir.
"Gue mau ke toilet dulu, pesanin gue minuman lagi dan loe yang bayar," ucap Ela lalu segera berjalan ke toilet.
"Ya ampun tuh bocah masih sempat-sempatnya juga yah," ucap Ardi lalu segera memesankan minuman lagi buat Ela.
#########
"Aku ke toilet dulu Syeila," ucap Juan.
"Oh iya," ucap Syeila lalu melanjutkan makannya.
Juan segera ke toilet juga.
"Iishh Ardi ini benar-benar ngeselin banget sih, ngapain coba dia pakai jatuhin minuman segala," ucap Ela sambil membersihkan pakaiannya dengan air.
Ela benar-benar terkejut begitu melihat Juan berada di dalam toilet sambil menatap Ela dengan tatapan yang sulit di artikan.
"Kak Juan ngapain disini, apa aku mimpi atau gimana sih, tapi ini nyata deh," ucap Ela bingung sendiri.
"Ehh tunggu-tunggu tapi kalau nyata inikan toilet cewek, ngapain kak Juan di toilet cewek atau aku yang salah masuk yah," ucap Ela lagi sambil mendekat untuk memastikan yang dia lihat itu benar-benar Juan atau bukan. Ela ingin menyentuh Juan.
__ADS_1
"Ikut aku," ucap Juan lalu menarik tangan Ela keluar dari dalam toilet.
"Haa ternyata benar kak Juan, isshh ngapain main tarik-tarik sih kak," ucap Ela sambil mengikuti Juan karena Juan menarik tangannya dan Ela sempat melihat tulisan kalau dia tidak salah masuk toilet memang benar dia masuk di toilet wanita.