
Ya ampun untung saja aku melihat dan mengikutinya tadi keluar dari dalam apartemennya, ternyata dia mabuk-mabukan, sampai segini patah hatinya dan masih saja bilang tidak cinta batin Kenan gemas sendiri pada Juan karena Juan mabuk sambil menyebut-nyebut nama Ela, dia juga kadang bilang Ela centil pokoknya Juan berbicara semaunya.
Kenan juga kesal karena wanita-wanita tidak beres berusaha mendekatinya yang langsung mendapatkan pelototan mata dari Kenan dan itu membuat mereka segera pergi.
"Hei Juan ayo pulang untuk apa kamu mabuk-mabukan disini mana banyak wanita tidak beres lagi, kalau cinta itu di ungkapkan bukannya di pendam dan gengsian," omel Kenan.
Baru kali ini Kenan melihat Juan mabuk selama Kenan mengenal Juan dan itu semua hanya karena Ela.
Jaun tidak mendengarkan ucapan Kenan, dia malah tambah minum lagi dan semakin berbicara tidak jelas.
"Astaga untuk apa aku berbicara sama orang yang lagi mabuk, dia nggak bakalan dengerin juga," gumam Kenan.
"Ganteng banget cowok itu," ucap salah satu wanita malam begitu melihat Kenan yang memang terlihat makin tampan.
Gue harus bisa mendapatkan dia, harus bisa tidur bareng dia, lagian sepertinya dia orang tajir batin wanita itu sambil berjalan mendekati Kenan.
Kenan sangat jijik begitu melihat wanita yang berpakaian kurang bahan lagi sedang jalan mendekatinya, andaikan itu Friska pasti lain lagi ceritanya, Kenan pasti dengan senang hati mendekatinya.
"Pergi sana, awas kalau kamu menyentuh aku dengan tangan kotormu itu" ucap Kenan dingin sebelum wanita itu menyentuhnya.
Wanita itu langsung takut dan segera pergi dari dekat Kenan.
Isshh ganteng-ganteng galak batin wanita itu kesal.
"Heem ini semua karena kamu Juan aku jadi seperti ini, dan aku juga bodohnya kenapa nggak menelepon bawahanku saja supaya membawa Juan balik," ucap Kenan lalu segera mengambil ponselnya untuk menghubungi bawahannya.
########
"Fris jadi kita balik sekarang nih?" tanya Haris.
"Bentaran ajah deh, lagian gue juga belum di telfon nih mungkin om gue lagi sibuk," ucap Friska.
"Heem loe cuma mau pulang kalau udah di suruh pulang, benar-benar ponakan ini," ucap Salsa sambil menggelengkan kepalanya.
"Nggak asik tahu di rumah," ucap Friska.
#######
__ADS_1
Kenan setelah menelepon bawahannya segera ingin menelepon istrinya untuk memastikan istrinya sudah pulang atau belum. Tapi Kenan berpikir sejenak.
Kalau aku menelepon istriku nanti dia salah paham lagi, nanti dia pikir aku sedang macam-macam disini batin Kenan.
"Telfon saja lah nanti aku jelasin, aku juga rindu sama dia dan jangan sampai dia belum pulang lagi," gumam Kenan.
"Berisik banget sih," ucap Kenan dan Kenan memutuskan untuk menunggu bawahannya saja dulu, baru dia menelepon istrinya begitu dia sudah di mobil agar tidak berisik.
"Ela kamu benar-benar wanita centil, bisa-bisanya kamu jalan disana dengan temanmu, apa kamu nggak mikirin perasaan aku, aku sakit hati Ela lihat kamu begitu," ucap Juan yang sedang mabuk berat, Kenan sudah tertawa-tertawa karena sejak tadi Kenan memvideo Juan menggunakan ponsel Juan sendiri.
Teruslah Juan keluarkan unek-unekmu, keluarkan apa yang kamu rasakan biar aku memvideonya dengan senang hati, lalu memperlihatkan pada istriku, ini pasti sesuatu yang sangat menyenangkan buat istriku, batin Kenan sambil tertawa di dalam hatinya.
"Ela aku itu cinta sama kamu tapi kenapa kamu melakukan itu padaku Ela," ucap Juan lagi.
Mabuk kamu mengakui semua yah Juan, dasar Juan-Juan gengsian sih kamu, jadi ginikan mabuk-mabukan sedangkan wanita yang membuat kamu mabuk begini tidak tahu sama sekali perasaan kamu, malahan dia habis mengejar kamu tapi kamu malah mengabaikan dia giliran di tinggal malah mabuk-mabukan batin Kenan lagi sambil terus memvideo Juan yang sedang berbicara.
"Ela aku mencintai kamu," teriak Juan.
Haduh buat malu ajah nih Juan batin Kenan.
Begitu sampai di mobilnya sendiri Kenan segera menghubungi istrinya. Sedangkan Juan bersama bawahan Kenan.
"Astaga pak Juan mabuk, karena apa ini dia bisa mabuk begini," ucap bawahan Kenan kepada temannya, mereka memang sudah dekat dengan Juan karena mereka bekerja bersama Juan sewaktu membawa Renata dan orang suruhannya ke kantor polisi.
"Ela... Ela kenapa kamu lakukan ini padaku," ucap pilu Juan tiba-tiba yang membuat bawahan Kenan langsung tertawa.
"Astaga ternyata karena wanita, aku tidak menyangka pak Juan bisa begini juga," ucap bawahan Kenan begitu sudah menghentikan tawanya.
"Wah siapa wanita itu, dia benar-benar hebat bisa membuat pak Juan seperti ini," ucap bawahan Kenan lagi sambil mengemudikan mobilnya.
"Ehh jangan-jangan wanita yang waktu malam itu bicara dengan pak Juan lagi,"
"Iya yah jangan-jangan yang itu,"
"Aku sih yakin yang itu,"
#######
__ADS_1
"Halo sayang lagi dimana udah pulang atau belum?" tanya Kenan begitu istrinya sudah mengangkat panggilan telfon darinya.
"Belum sayang," jawab Friska begitu agak menjauh dari sahabat-sahabatnya untuk mengangkat panggilan telfon dari Kenan.
"Kenapa belum pulang sayang, ini sudah larut, ayo pulang atau nggak boleh ke luar lagi, kamu ini perempuan sayang ayo pulang sekarang," perintah Kenan sambil melihat jam tangannya.
Seharusnya tadi aku memberikan dia batasan waktu untuk ke luar rumah batin Kenan.
Kenan lupa kalau tadi dia habis menyuruh orang untuk menjaga istrinya.
"Iya sayang ini udah mau pulang kok, lagian kamu lama banget nelfonnya yank, lagi ngapain sih tadi?" tanya Friska.
"Oh jadi tadi kamu lagi menunggu panggilan telfon dari aku sayang?" tanya Kenan dengan semangatnya.
"Iya yank, kamu lagi ngapain tadi?" tanya Friska lagi.
"Kamu pulang dulu yah sayang, nanti aku ceritain kalau kamu udah sampai di rumah, telfon aku sebentar yah dan kalian hati-hati sayang," ucap Kenan.
"Oh iya deh, kamu lagi dimana sekarang sayang?" tanya Friska.
"Udah di apartemen yah?" tanya Friska.
"Belum sayang masih di jalan ini, bentar yah aku mau cerita sesuatu yang lucu dan pasti kamu nggak menyangkanya sayang, kamu pulang dulu sekarang dan hati-hati yah," ucap Kenan lagi.
"Iya kamu juga hati-hati kalau gitu sayang," ucap Friska.
"Aku tutup dulu yah telfonnya," ucap Friska lalu segera menutup panggilan telfonnya dengan Kenan dan segera kembali ke tempat sahabat-sahabatnya yang sedang duduk.
Kenan pun segera mengemudikan mobilnya menuju apartemen, dia mau ke apartemen Juan dulu baru ke apartemennya.
"Ayo kita pulang," ucap Friska.
"Oh om loe udah suruh pulang?" tanya Haris.
"Iya nih," jawab Friska.
Dan mereka pun segera pulang ke rumah masing-masing dengan mengantar Friska terlebih dahulu.
__ADS_1