Cinta Presdir Tampan

Cinta Presdir Tampan
Selain menggodanya kamu juga sudah berani diam


__ADS_3

Kenan tersenyum mendengar Friska yang menanyakan keberadaanya.


"Aku lagi ada urusan sedikit sayang, kenapa memangnya?" tanya Kenan lembut.


Dokter itu pun lagi-lagi terkejut dengan yang di dengarnya.


Ini benarkan tuan Kenan, dia bicaranya lembut banget, wah siapa yah yang telfonan dengan tuan Kenan, beruntung sekali wanita itu, asal jangan saja wanita yang waktu itu, ya ampun dia benar-benar tidak cocok dengan tuan Kenan dan juga sangat sombong batin dokter itu.


"Oh, bukan urusan dengan wanita lainkan?" tanya Friska penuh selidik.


Kenan semakin bahagia mendengar pertanyaan Friska yang sangat langka itu menurutnya.


"Sayang aku tanya loh ini" ucap Friska lagi karena tidak mendapatkan respon dari Kenan.


"Bukan dong sayang, kalau kamu nggak percaya kita video call ajah kebetulan aku sangat rindu sama kamu nih" ucap Kenan gemas.


Ya ampun ternyata ada hari juga dimana tuan Kenan bucin, dan aku termasuk orang beruntung bisa melihat pengusaha terkaya, dingin, jauh dari gosip tentang wanita jadi bucin seperti ini, aku benar-benar penasaran wanita yang mana yang bisa meluluhkan hati tuan Kenan sampai bucin seperti ini batin dokter itu lalu tertawa di dalam hatinya.


"Nggak usah deh sayang aku percaya sama kamu, lagian kalau aku lihat wajahmu, aku takut nanti aku nggak kuat" ucap Friska.


"Nggak kuat apa sayang?" tanya Kenan penasaran.


"Nggak kuat menahan rindu, kamu kan lagi jauh tuh dengan aku dan buat datang kesini pasti membutuhkan waktu jadi lebih baik aku tidak melihat wajahmu biar bisa tahan sampai kamu datang kesini" ucap Friska yang entah darimana mendapatkan kata-kata itu.


Kenan langsung senyum-senyum tidak jelas setelah mendengar ucapan Friska membuat dokter itu merinding.


Bagaimana bisa tuan Kenan bersikap seperti ini, kalau ini di lihat oleh karyawannya pasti mereka tidak akan segan lagi pada tuan Kenan yang terlihat sangat dingin di luar ini, ternyata kalau sama wanita yang dia cintai langsung seperti hello kitty batin dokter itu lagi-lagi sambil tertawa di dalam hatinya.


"Kamu semakin pintar merayu yah sayang, jangan pernah katakan itu pada laki-laki lain, sama aku saja kamu bilangnya" ucap Kenan gemas.


"Iya kalau nggak lupa" ucap Friska enteng.


"Apa!!! teriak Kenan yang membuat dokter itu terlonjak kaget.


"Bercanda suamiku sayang aku pasti hanya katakan pada kamu saja, mau pada siapa lagi kan kamu suamiku yang tersayang" rayu Friska agar Kenan tidak kumat lagi berpikiran macam-macam karena Friska baru mengingat tujuan dia menelepon Kenan untuk meminta izin.


Kenan lagi-lagi tersenyum bahagia mendengar ucapan istrinya itu.

__ADS_1


Ya ampun tadi teriak, sekarang senyum-senyum lagi batin dokter itu sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Sayang aku nelfon mau izin loh sama kamu" ucap Friska lembut karena dia sedang ingin meminta izin.


"Iya sayang aku tahu kok kamu kalau bicara lembut, imut-imut di tambah embel-embel merayu sudah pasti kamu ada maunya, ayo mau izin apa sayang?" tanya Kenan lembut pura-pura tidak tahu padahal dia sudah tahu Friska ingin izin untuk apa.


Ya ampun mereka romantis sekali pakai izin segala kayak suami istri ajah batin dokter itu lagi.


"Ihh aku nggak gitu yah" ucap Friska tidak terima.


"Iya-iya kamu nggak gitu hanya gitu banget, ayo mau izin apa sayang?" tanya Kenan gemas.


"Heem ini sayang, aku mau keluar rumah hari ini bareng sahabat-sahabat aku, boleh nggak, boleh yah." ucap Friska.


"Itu izin atau maksa sih sayang" ucap Kenan sambil menahan tawanya.


"Izin kok sayang, jadi gimana suamiku tersayang boleh atau nggak?" tanya Friska.


"Emang mau keluar kemana sayang?" tanya Kenan.


Kalau istriku keluar aku susah ngawasinnya, lebih baik dia di rumah ajah batin Kenan.


"Ya udah sayang boleh mereka ke rumah ajah, kamu nggak perlu keluar rumah" ucap Kenan.


Haa maksudnya tuan Kenan apaan yah, ke rumah berarti mereka serumah? batin dokter itu lagi yang masih setia jadi pendengar.


"Oke sayang" ucap Friska senang.


"Ingat jangan centil-centil"


"Nggak kok sayang" ucap Friska cepat.


"Aku akan menghukummu kalau ketahuan centil" ancam Kenan yang tentu saja hukumannya berbeda kalau kepada Friska.


"Iya, lagian aku juga nggak akan centil, udah dulu yah sayang, aku tutup dulu telfonnya, bye suamiku. Aku merindukanmu" ucap Friska lalu cium jauh melalui ponsel membuat Kenan semakin gemas.


"Kenapa dia sangat imut" ucap Kenan sambil memperhatikan ponselnya dan senyum-senyum sendiri.

__ADS_1


Kenan pun teringat dengan perawatannya.


"Apa masih lama?" tanya Kenan pada dokter yang sedang duduk memperhatikan Kenan yang sedang terkena virus jatuh cinta akut.


"Lumayan tuan" jawab dokter itu.


"Apa!!! kok lama sih, aku pengennya cepat" ucap Kenan.


Itu karena anda tuan yang asik telfonan batin dokter itu.


"Akan saya usahakan tuan biar bisa cepat dan hasilnya bagus" ucap dokter itu.


Kenan pun teringat dengan Juan yang merayu istrinya, dia pun segera menelepon Juan lagi, dan tidak menggubris dokter itu.


Ya ampun aku menyesal bilang akan mengusahakan tadi kalau kerjaannya tuan Kenan telfonan sudah pasti tidak bisa cepat batin dokter itu.


Juan yang melihat panggilan telfon dari Kenan segera mengangkatnya.


"Hallo tuan lagi dimana? istri tuan menanyakan anda tadi," tanya Juan langsung.


"Iya sudah tahu dan kamu menggunakan kesempatan itu untuk merayunya, iyakan?" tanya Kenan balik.


Juan seketika bingung mau menjawab apa.


Nona Friska tega banget sih anda batin Juan ngenes.


"Kenapa diam? kaget darimana aku mengetahuinya, apapun yang berhubungan dengannya sudah pasti aku tahu" ucap Kenan kesal.


Ya ampun tuan Kenan sedang cemburu baru kali ini aku melihatnya cemburu, mengerikan batin dokter itu.


Juan masih saja terus diam sambil memikirkan alasan yang tepat.


Juan-Juan ini kesalahanmu yang mencari gara-gara, kenapa aku mengatakan itu tadi, secara kamu sudah tahu Kenan itu cemburu dan posesif diam-diam kepada istrinya sudah pasti dia terus mengawasi istrinya. Ini pasti dia tahu sendiri nih bukan Nona Friska yang memberitahunya, sekarang pikirkanlah alasan yang tepat batin Juan.


"Juan sekarang selain menggodanya kamu juga sudah berani diam yah ketika aku bertanya" cerocos Kenan lagi yang malah lucu dimata dokter pribadinya.


Seandainya Juan disini pasti seru banget, wanita itu pasti sangat dicintai tuan Kenan, sampai-sampai pada Juan pun dia cemburu, Juan berani juga yah merayu wanita tuan Kenan batin dokter itu lagi sambil tertawa yang tentu hanya di dalam hatinya saja.

__ADS_1


__ADS_2