Cinta Presdir Tampan

Cinta Presdir Tampan
Aku terima kak


__ADS_3

"Kenapa tuh si Ela?" tanya Haris yang sedikit mengencangkan suaranya.


"Kak Juan pengen bicara sama dia," jawab Salsa.


"Gila si Ela, sampai segitunya pak Juan sama dia," ucap Haris.


"Gue ajah kaget sumpah, itu si Ela habis minum air nenek kali yah sampai kak Juan sebegitunya sama dia," ucap Salsa asal.


"Loe tuh sembarangan ajah, perasaan Ela neneknya udah nggak ada deh," ucap Haris.


"Emang," ucap Salsa lalu tertawa.


"Ini juga Farel nyanyi mulu, gue juga kali bisa nyanyi," ucap Salsa.


"Ini loe minum ajah, nggak usah ribut," ucap Jojo sambil memberikan minuman kepada Salsa.


"Loe ambilin juga, makasih Jojo," ucap Salsa.


"Iya, kalau gue nggak ambilin loe pasti ributkan," ucap Jojo.


"Nggak juga," ucap Salsa lalu nyengir.


"Bohong banget," ucap Jojo.


"Ya udah sini kalau gitu kembaliin ke gue itu minuman biar gue minum," ucap Jojo lagi.


"Eitts jangan dong, loe udah ambilin gue, yah gue tuh menghargai jadi gue bakalan minum," ucap Salsa lalu meminumnya cepat, sedangkan Jojo hanya menggelengkan kepalanya saja.


"Pacaran ajah kalian berdua, cocok banget tahu," ucap Haris yang sejak tadi memperhatikan kedua sahabatnya itu.

__ADS_1


"Ihh ngomong apaan sih loe Haris," ucap Jojo cepat.


"Iya nih Haris, kalau ngomong tuh harus di filter dulu," ucap Salsa juga.


"Terserah deh sama kalian berdua di bilangin juga," ucap Haris.


"Iya..iya terserah kita," ucap Salsa.


#######


"Hallo kak Juan, ada apa mau bicara dengan aku?" tanya Ela santai seperti air mengalir seakan tidak habis terjadi apa-apa antara dirinya dan Juan, padahal Ela tadi tidak ingin bicara dengan Juan, dan Juan juga sejak tadi kesal terus sampai-sampai ponselnya sudah rusak satu.


"Santai banget kamu ngomongnya seperti itu, kenapa tadi kamu nggak mau bicara dengan aku?" tanya Juan.


"Kenapa nomor ponsel kamu nggak aktif-aktif? dan juga tadi kamu dengan sengaja menutup panggilan telfon dari aku, kenapa kamu begitu?" tanya Juan lagi.


Ini kak Juan kenapa sih, kayak pacar yang posesif ajah, aku nggak ada hubungan juga dengan dia jadi wajar-wajar ajah aku seperti itu kan batin Ela.


"Duh abis aku mau jawab apa sih kak, emang salah aku begitu kita nggak ada hubungan kan dan juga kakak nelfon pertama tadi itu aku lagi di jalan, terus kak Juan nelfon ke Salsa juga tadi tuh aku lagi ngemil, lagi makan dan lagi malas bicara," ucap Salsa.


"Kamu ngapain di jalan?" tanya Juan.


"Pergi beli balon kak bareng Farel tadi hanya aku nggak enak ajah kalau angkat telfon karena pasti Farel akan berhenti atau memelankan bawa motornya sementara kita juga di tungguin," ucap Ela yang lagi bohong padahal sebenarnya dia hanya tidak mau ada bicara apa-apa lagi sama Juan, takut nanti Ela berharap lagi.


Juan benar-benar kesal setelah mendengar ucapan Ela, entah kenapa dia benar-benar tidak suka mendengar Ela jalan dengan cowok lain.


"Kenapa kamu pergi beli balon lagi, bukannya kita sudah siapkan waktu itu?" tanya Juan berusaha tahan amarahnya yang ingin sekali keluar.


"Oh itu Haris dan Salsa ngasih picah balonnya," jawab Ela.

__ADS_1


"Terus kenapa malah kamu yang pergi beli bersama Farel, kenapa bukan mereka berdua yang pergi beli, kan mereka berdua yang picahin," omel Juan seperti pacar yang sedang cemburu.


"Yah karena Farel narik aku buat pergi beli, ya udah aku pergi dong," ucap Ela yang terlalu santai padahal Ela sudah mendengar Juan yang sedang marah-marah hanya Ela tidak mengerti sama sekali.


"Kamu pakai apa pergi belinya?" teriak Juan, membuat Ela menjauhkan ponsel Salsa dari telinganya.


Ini kak Juan kenapa sih, aku belum budeg juga dia pakai teriak-teriak segala lagi, ngeselin banget sih batin Ela.


"Motor lah kak, mana mungkin pakai sepatu doang," jawab Ela.


"Kamu itu memang centil banget yah, ngapain boncengan dengan cowok," omel Juan.


"Memangnya kenapa sih kak itukan hak aku, aku mau boncengan dengan siapapun itu hak aku, lagian aku jomblo gini juga nggak ada yang bisa larang-larang aku," ucap Ela yang membuat Juan langsung terdiam karena memang benar juga yang di katakan Ela.


Kenapa aku bisa semarah ini, benar juga yang dia katakan, aku nggak ada hubungan apa-apa sama dia, tapi aku sangat marah begitu tahu dia jalan dengan laki-laki lain, aku benar-benar tidak suka, aku kenapa sih tidak mungkin kan aku jatuh cinta sama anak SMA, nggak mungkin batin Juan.


"Benarkan yang aku bilang," ucap Ela.


"Kamu memang benar tapi seharusnya kamu tidak perlu sombong sama aku, nggak angkat telfon dari aku, aku sudah menganggap kamu sebagai adik aku sendiri jadi aku khawatir kalau kamu tiba-tiba berubah seperti itu, aku pikir kamu kenapa-kenapa," ucap Juan.


Kenapa aku berbicara seperti itu, tapi memang gitu kok Ela hanya sebagai adik, aku nggak mungkin jatuh cinta nggak mungkin, aku marah-marah karena aku nggak biasa ajah Ela seperti itu padaku, biasanya dia tidak seperti itu batin Juan.


Ela tersenyum ikhlas mendengar ucapan Juan, karena dia memang sudah tahu kalau Juan tidak mungkin membalas cintanya selama ini, cinta Ela hanya bertepuk sebelah tangan sekarang dia benar-benar sudah yakin sekali untuk tidak mengharapkan Juan lagi.


Awalnya aku agak senang tadi kalau kak Juan bela-belain telfon Salsa hanya untuk berbicara sama aku, karena nomor ponselku nggak aktif dan dia nelfon lagi disaat aku nggak mau bicara dengan dia tadi, lagi-lagi aku jatuh dalam harapanku sendiri, kenapa aku selalu berharap, kenapa Ela kamu selalu berharap. Tapi sekarang aku Ela nggak akan berharap lagi sama kak Juan, mau bagaimanapun kak Juan beri harapan sama aku, aku nggak akan mau berharap lagi dan akan biasa ajah pada kak Juan. Perasaanku benar-benar sampai disini saja buat kak Juan batin Ela.


"Ela kamu dengarkan sama apa yang aku katakan?" tanya Juan karena Ela hanya diam saja.


"Iya dengar kok kak, aku nggak bermaksud buat sombong sama kak Juan, tadi itu aku hanya sedang tidak ingin di ganggu ajah dan mungkin akan seterusnya, aku nggak akan juga mengejar kak Juan lagi, aku terima kak Juan menganggap aku sebagai adik saja, mulai sekarang aku nggak akan maksa-maksa kak Juan lagi, ataupun centil-centil pada kak Juan lagi," ucap Ela.

__ADS_1


"Aku tutup dulu telfonnya kak, maaf kalau selama ini aku sering bersikap kelewatan pada kak Juan" ucap Ela lalu segera menutup panggilan telfonnya dengan Juam, tanpa menunggu jawaban dari Juan.


Dasar Juan bodoh batin Kenan.


__ADS_2