
"Kenapa mereka begitu tega sama aku,," teriak Syeila sambil membanting barang-barang yang ada disekitarnya.
Syeila terus menangis sambil sesekali teriak karena mengingat kejadian semalam,, Syeila terlihat tampak frustasi.
Sementara Ela di rumahnya...
"Hmm senyum terus anak mama ini,, bahagia banget yah,,," ucap mama Ela begitu di meja makan bersama Ela dan ayah Ela.
"Iya pastinya tuh ma,, nggak lihat tuh biar piring aja dia udah mau makan,," ucap Ayah Ela juga sambil menahan tawanya.
"Ishhh nggak gitu juga ayah,, apaan sih ayah,,," ucap Ela.
"Nggak nyangka yah anak kita ini dapatnya orang seperti Juan,, wah hebat juga nih anak kita pa bisa meluluhkan hati orang seperti Juan," ucap mama Ela yang tidak habis pikir.
"Iya dong ma,, usaha ma,, usaha ku nggak mengkhianati hasil,," ucap Ela sambil mengingat dirinya yang mengejar-ngejar Juan waktu itu dan sudah hampir menyerah karena tantenya yang menyukai Juan juga.
Oh yah tante Syeila apa kabar yah? batin Ela yang langsung teringat pada Syeila.
Rumah nenek Raka....
Elsa datang pagi-pagi ke rumah Raka seperti biasanya...
__ADS_1
Kak Raka nggak pacaran beneran dengan Salsa,, kasihan nih nenek kalau sampai tau,, batin Elsa sambil berjalan masuk ke dalam rumah Raka.
"Elsa sayang,," ucap nenek Raka begitu melihat Elsa yang sedang berjalan sambil tersenyum pada Nenek Raka.
Elsa benar-benar semakin tidak tega pada nenek Raka.
"Nenek," ucap Elsa begitu berada di dekat nenek Raka sambil tersenyum.
"Elsa udah sarapan pagi?" tanya nenek Raka.
"Belum nek,, nih Elsa datang buat sarapan pagi bersama nenek dan kak Raka,," ucap Elsa sambil tersenyum.
"Oh iya Kak Raka belum bangun nek?" tanya Elsa sambil melihat ke sekelilingnya.
"Belum sayang,, dia itu memang sudah sangat membutuhkan istri untuk membantu dirinya bangun pagi,, kalau nggak punya istri gini nih jadinya,, dia itu susah banget bangun pagi,," ucap nenek Raka.
"Bagus kalau dia segera menikah dengan Sinta,, biar ada yang mengurus dia," ucap nenek Raka yang membuat Elsa terkejut.
Aduh kasian nenek,, dia sudah sangat berharap banyak dengan hubungan Salsa dan Kak Raka,, sementara hubungan Salsa dan kak Raka nggak ada akur-akurnya sama sekali,, batin Elsa sambil mengingat bagaimana Salsa dan Raka semalam.
"Nek bukannya itu terlalu cepat,, lagian Sinta masih terlihat belum dewasa nek,, gimana nanti kalau dia mendadak nggak suka lagi sama kak Raka,," ucap Elsa.
__ADS_1
"Nggak mungkin sayang,,," ucap nenek Raka lagi.
Mati lah kau kak Raka,, sekarang gimana caranya kamu menyelesaikan masalah kamu ini,, batin Elsa.
"Eh Elsa,," ucap Raka tiba-tiba.
Elsa dan nenek Raka sedikit terkejut begitu mendengar suara Raka yang tiba-tiba.
Raka langsung memberikan isyarat pada Elsa agar tidak memberitahukan apa-apa kepada neneknya dan Elsa pun sudah sangat mengerti itu.
"Ayo sarapan semuanya,," ucap Raka lagi.
"Raka,, kapan Sinta kesini lagi?
Raka dan Elsa langsung saling pandang begitu mendengar pertanyaan neneknya.
"Raka kamu dengar nggak pertanyaan nenek,, nenek pengen kalian cepat-cepat ke jenjang yang lebih serius,, kamu sudah nggak perlu lama-lama berpacaran,,, umur sudah tua begitu," ucap Nenek Raka lagi.
Deg....
Raka langsung keringat dingin begitu mendengar ucapan neneknya.
__ADS_1