
Begitu Kenan ingin memberikan pelajaran lagi pada Dafa,, tiba-tiba tangan Kenan ditahan oleh Friska.
Kenan langsung melihat ke arah orang yang menahan tangannya dengan marah tapi begitu melihat Friska yang sedang menahan tangannya seketika itu ekspresi nya berubah begitu lembut menatap Friska.
Sedangkan Friska sudah siap apabila akan disiksa juga oleh Kenan makanya Friska tidak berpikir dua kali untuk menghentikan Kenan,, namun tanpa disangka Friska,, Kenan malah melihatnya dengan tatapan mata kelembutan,, membuat Friska benar-benar dilema,, Dafa mengatakan jika Kenan sangat jahat tapi mengapa Kenan menatap dirinya penuh kelembutan seperti sekarang ini.
"Ka...ka..kamu jangan memukul Riki,," ucap Friska terbata-bata.
Kenan mengernyitkan dahinya begitu mendengar ucapan Friska.
"Sayang nama dia ini Dafa bukan Riki," ucap Kenan.
Friska juga sebenarnya sudah mendengar tadi Samuel mengatakan nama Riki itu Dafa,, tapi karena Friska sudah terbiasa memanggil Dafa dengan nama Riki membuatnya kembali mengatakan nama Riki.
Friska tidak punya waktu untuk menanyakan pada Dafa mengapa Dafa mengatakan pada dirinya namanya Riki, karena dipikiran Friska saat ini membantu Dafa,, biar bagaimanapun selama ini Dafa sangat baik padanya,, tentu Friska tidak mungkin membiarkan Dafa terluka.
"Iya terserahlah,, tapi jangan memukul Dafa lagi aku mohon,, atau pukul aku juga,, kita berdua sama-sama salah disini," ucap Friska memohon pada Kenan.
"Jangan,, jangan,, kamu tidak boleh mengatakan itu,, aku bisa terima semuanya,, jangan mengatakan hal itu,, dia pria yang jahat," ucap Dafa yang tidak mau Friska memohon pada Kenan meminta dirinya ikut dipukul juga dan juga Dafa ingin membuat Friska membenci Kenan.
Kenan benar-benar merasa cemburu dan juga marah.
Satu tendangan kembali mengenai perut Dafa.
Friska teriak histeris melihat Dafa yang sudah berdarah.
__ADS_1
"Jangan,, jangan pukul dia,,,," ucap Friska lagi sambil menatap Kenan.
"Kenapa kamu melarang ku sayang? dia sudah membawa mu pergi dari hidupku,, sudah membuat mu keguguran, tidak mungkin aku memaafkan dia,, membiarkan dia lolos begitu saja,, bahkan aku akan menghilangkan nyawanya,," ucap Kenan lagi.
Friska benar-benar tersentak kaget begitu mendengar ucapan Kenan. Saat ini Friska bingung harus percaya siapa begitu mendengar bahwa Dafa lah yang menyebabkan dirinya keguguran. Sementara yang dikatakan Dafa juga lain. Tapi bagi Friska keselamatan Dafa sangat penting untuk saat ini. Apalagi melihat Kenan saat ini,, Friska yakin Kenan benar-benar pria yang sangat kejam dan juga jahat.
"Jangan menangis," ucap Kenan sambil menghapus air mata Friska.
Kenan benar-benar cemburu berat melihat istrinya menangisi keselamatan pria lain dan juga sangat melindungi pria itu,, terlebih pria itu sudah membawanya pergi dan juga sudah membuat istrinya kehilangan janinnya.
"Kamu pria yang jahat jangan sok baik padaku,, aku tidak akan memaafkan kamu jika kamu menghilangkan nyawa Dafa,," ucap Friska sambil berusaha menjauh dari Kenan,, Friska juga sudah memutuskan tidak ingin ikut dengan Kenan,, jika dia menghilangkan nyawa Dafa,, Friska juga akan ikut mati daripada harus ikut dengan Kenan.
Sialan kamu Dafa,, sejauh mana kamu mempengaruhi istriku? batin Kenan.
Raka dan Juan saling pandang tidak tau harus berbuat apa, Kenan mungkin bisa melawan siapapun,, tidak mendengarkan siapapun tapi kalau Friska sudah pasti Kenan akan menuruti kemauan istrinya itu. Raka dan Juan bisa melihat betapa cemburunya Kenan saat ini.
"Kamu tidak bohong padaku?" tanya Friska dengan tatapan mata penuh selidik pada Kenan.
"Jangan per..," Dafa tidak berbicara lagi begitu Raka menutup mulut Dafa menggunakan kaos tangannya.
"Aku tidak akan berbohong padamu sayang,, keselamatan Dafa ada ditangan mu," ucap Kenan lalu mengecup bibir Friska sejenak,, Kenan benar-benar gemas melihat istrinya yang tampak berpikir hingga tidak tahan lagi untuk menciumnya.
Friska melihat Kenan dengan tatapan mata kesalnya membuat Kenan menahan tawanya.
Kalau tidak hilang ingatan juga pasti kamu nyosor-nyosor istriku,, batin Kenan gemas pada ekspresi istrinya itu.
__ADS_1
"Ayo berikan keputusan mu sayang,, atau aku siksa dia lagi nih?" ucap Kenan yang sudah ingin menyiksa Dafa lagi.
"Jangan!!! iya aku ikut,, aku ikut dengan kamu," ucap Friska membuat Kenan tersenyum senang.
"Baiklah bawa mereka ke Indonesia semua yang terlibat dalam kekacauan ini,, kecuali Samuel dan pacarnya itu,, biarkan mereka kembali ke Negara tempatnya tinggal selama ini,, beritahu dokter untuk merawat wanita itu sampai sembuh total,," ucap Kenan kepada anak buahnya.
Para anak buah Kenan pun segera mengikuti perintah Kenan.
"Raka,, Juan kalian juga pulang saja duluan,," ucap Kenan.
"Kamu tidak ikut pulang ke Indonesia Kenan? mau tinggal disini?" tanya Raka yang kepo.
"Aku mau istirahat dulu di hotel,, bentar nyusul,, aku capek banget,,," ucap Kenan dengan senyum evil nya yang membuat Juan dan Raka seketika itu mengerti dengan maksud Kenan ingin istirahat di hotel.
Sementara Friska hanya planga-plongo saja melihat ketiga pria itu dan juga melihat tangannya yang digenggam erat oleh Kenan.
"Raka,, Juan kalian tau kan apa selanjutnya yang perlu kalian lakukan?" ucap Kenan lagi sambil memberikan kode pada kedua pria itu.
Raka dan Juan tentu mengerti dengan maksud Kenan,, Kenan tidak mungkin melepaskan begitu saja Dafa,, pasti Kenan akan membuat Dafa menderita ketika menjadi sandera nya.
Raka dan Juan pun mengangguk mengerti.
"Baiklah aku pergi dulu kalian pulang lah sekarang, ayo istriku sayang biar aku gendong saja karena sebentar kamu akan sangat kelelahan,," ucap Kenan lalu dengan segera menggendong tubuh Friska yang tersentak kaget karena tiba-tiba Kenan menggendong tubuhnya.
Kenan menyetir sendiri kendaraan yang baru dibeli ketika mencari istrinya di Negara ini.
__ADS_1
########,,,,,,,,,#########