Cinta Presdir Tampan

Cinta Presdir Tampan
Apa!!!


__ADS_3

Kenan melihat lagi siapa yang menelepon istrinya malam-malam begini dan dia pun langsung kesal melihat nama kontak yang menelpon istrinya itu.


Kenan langsung saja mengangkat panggilan telfon dari Rio.


"Kenapa?" Tanya Kenan langsung begitu mengangkat panggilan telfon dari Rio.


Rio pun sedikit tersentak mendengar suara Kenan.


"Friska mana, ini masih nomor ponsel Friska kan?" Tanya Rio berusaha biasa saja padahal sebenarnya dia kesal bahwa Kenan yang mengangkat panggilan telfonnya, Rio menginginkan Friska yang mengangkat panggilan telfonnya.


"Friska sudah tidur, oh iya jangan telfon keponakan saya lagi" Ucap Kenan lalu menutup panggilan telfonnya dengan Rio karena dia benar-benar kesal mendengar suara Rio dan juga Kenan tahu kalau Rio menyukai Friska juga.


Dan Kenan tetap berpura-pura tidak mengetahui hubungan Rio dan Adelia demi kemulusan rencananya, Kenan tetap bersikap seperti orang bodoh yang tidak mengetahui apa-apa dan orang yang sangat mencintai Adelia walaupun sebenarnya dia sudah sangat jijik dengan Adelia dan perasaannya juga sudah tidak ada buat Adelia.


Rio pun mengernyitkan keningnya bingung dengan kelakuan Kenan.


"Kenapa dengan orang itu melarang aku menghubungi Friska, semuanya dia mau ambil" Ucap Rio.


#####


Friska yang sudah selesai mandi dan sudah memakai pakaian tidurnya berjalan ke dekat Kenan sambil mengeringkan rambutnya.


"Om kenapa muka om suntuk begitu?" Tanya Friska sambil melihat Kenan.


Kenan tidak menyadari kedatangan Friska lantaran masih kesal sama laki-laki yang mendekati Friska, begitu Kenan mendengar suara Friska Kenan pun langsung melihat ke arah Friska lalu tersenyum manis, mukanya yang suntuk tadi langsung berubah cerah.


Kenapa sih ini suami aku, aneh banget ya Allah batin Friska.


"Duduklah disini biar aku yang mengeringkan rambut kamu" Ucap Kenan sambil menepuk tempat tidur.


Friska pun mengikuti ucapan Kenan.


"Nggak usah om biar aku saja, oh iya om belum jawab pertanyaan aku loh" Ucap Friska.


"Biar aku saja" Ucap Kenan sambil mengambil handuk dari tangan Friska.


"Muka aku seperti itu karena ponsel kamu seperti asrama putra tahu nggak" Ucap Kenan sambil mengeringkan rambut Friska.


Friska pun mengernyitkan keningnya bingung mendengar ucapan Kenan.


"Maksud om gimana sih, asrama putra?" Tanya Friska bingung.


"Iya sejak tadi kamu di telfon dengan cowok terus tahu nggak padahal kamu itu sudah punya suami dan aku harus mendengar cowok itu menanyakan istriku" Ucap Kenan.


"Haa cowok, aku di telfon sama siapa memangnya om?" Tanya Friska.


Kenan pun kesal mendengar ucapan Friska.

__ADS_1


"Kamu kenapa kepo sih seharusnya kamu nggak usah tanyain siapa yang nelfon kamu istriku" Ucap Kenan.


"Aku harus tahu dong om dan om ngapain angkat sih kalau mereka salah paham gimana" Ucap Friska panik.


"Biarin" Ucap Kenan.


"Iishh om" Ucap Friska sambil melihat Kenan.


Kenan pun langsung mencium bibir Friska.


"Kenapa?" Tanya Kenan begitu selesai mencium bibir Friska.


"Siapa yang telfon aku terus ponsel aku mana om?" Tanya Friska sambil menahan malunya karena Kenan selalu saja menciumnya secara tiba-tiba dan Friska merasakan jantungnya berdebar tak karuan.


"Raka dan Rio, dan ini ponsel kamu sama aku" Ucap Kenan sambil memperlihatkan ponsel Friska.


Friska pun langsung terkejut mendengar ucapan Kenan.


"Om nggak ngomong macam-macam kan, mereka nggak tahu kan om?" Tanya Friska panik sendiri.


"Nggak kok istriku" Ucap Kenan.


Tapi besok pasti Raka akan tahu hubungan kita dan Rio sudah tahu sejak dulu tapi dia masih saja mau mengejarmu batin Kenan.


Friska pun bernafas lega.


Kenan pun memberikan ponsel Friska lalu pergi menyimpan handuk.


Setelah Kenan menyimpan handuk, Kenan pun mengambil sisir lalu berjalan kembali ke dekat Friska lalu menyisir rambut Friska membuat Friska lagi-lagi bingung dengan kelakuan Kenan yang sangat berbeda.


"Om tumben banget sweet begini seperti film-film romantis yang aku nonton" Ucap Friska jujur.


Kenan pun tersenyum mendengar ucapan Friska.


"Perasaan kamu ajah aku memang romantis orangnya dan lagian kamu istri aku jadi nggak ada salahnya romantis sama istri sendiri" Ucap Kenan.


Friska pun hanya manggut-manggut sambil berpikir setelah mendengar ucapan Kenan.


Om kapan romantis sama aku perasaan nggak pernah deh kalau marah-marah rajin batin Friska.


Setelah Kenan selesai menyisir rambut Friska, Kenan pun segera pergi menyimpan sisir itu pada tempatnya lalu datang kembali ke dekat Friska dan duduk di belakangnya lalu memeluk tubuh Friska dari belakang.


Kamu memang sangat cantik istriku, walaupun kamu tidak pakai bedak sama sekali dan kenapa aku baru menyadarinya sekarang, heem kalau aku punya anak pasti anak aku ganteng-ganteng dan cantik-cantik, benar yang dikatakan Raka lebih baik aku buat anak yang banyak bersama istriku batin Kenan sambil tersenyum dan menghirup aroma tubuh Friska.


"Emm sayang kamu kapan ujian nasionalnya?" Tanya Kenan sambil memeluk mesra Friska.


Friska lagi-lagi terkejut mendengar Kenan yang memanggilnya sayang.

__ADS_1


"Sayang" Ucap Kenan lagi karena Friska hanya diam.


"Om sehatkan? om nggak lagi hilang ingatankan sekarang?" Ucap Friska sambil melirik Kenan yang lagi memeluknya sambil menyandarkan dagunya di bahu Friska.


"Nggak kok" Ucap Kenan lalu mengecup pipi Friska.


"Terus kenapa om manggil aku sayang?" Tanya Friska dengan polosnya.


"Aku kan bukan Adelia pacar om" Ucap Friska lagi.


"Iya sayang kamu memang bukan Adelia jangan pernah samakan diri kamu dengan Adelia karena Adelia tidak pantas, dan mulai sekarang aku memang akan memanggil kamu dengan panggilan sayang karena kamu istriku yang paling aku sayang dan juga kamu jangan memanggil aku dengan sebutan om terus panggil aku dengan sebutan sayang juga" Ucap Kenan.


"Tapi aku tidak biasa, gimana dong om, tuh kan aku memanggil om lagi" Ucap Friska sambil cemberut.


Kenan benar-benar gemas kepada Friska.


"Coba kamu lihat aku" Perintah Kenan.


Friska pun mengikuti ucapan Kenan.


"Coba kamu bilang sayang" Ucap Kenan sambil menatap Friska dengan tatapan lembut.


Friska benar-benar merasa jantungnya seperti mau copot begitu pun dengan Kenan namun mereka berdua berusaha terlihat biasa saja.


"Sa..yang" Ucap Friska sedikit terbata-bata.


"Yang ikhlas dong" Ucap Kenan lagi sambil mendekatkan wajahnya kepada Friska.


"Sayang" Ucap Friska sambil melihat Kenan.


Kenan pun langsung mencium bibir Friska lagi setelah mendengar ucapan Friska.


"Begitu dong dan kamu nggak usah memikirkan Adelia, mulai sekarang belajarlah menerima aku sebagai suami kamu dan kamu juga tidak usah menahan diri untuk bersikap manja sama aku, jadilah diri kamu sendiri yang manja, aku tahu kamu itu sebenarnya sangat manja kan dan mintalah apapun yang kamu mau sama aku yang penting kamu senang asal jangan kamu meminta cerai sayang karena aku nggak akan pernah mau" Ucap Kenan.


"Beneran om aku boleh minta yang aku mau" Ucap Friska dengan mata berbinarnya.


Kenan pun tidak menjawab dan hanya menatap Friska. Friska pun sadar dengan panggilannya kepada Kenan.


"Beneran sayang aku boleh minta yang aku mau" Ucap Friska sambil memeluk Kenan dengan manjanya.


Kenan sangat senang dengan kelakuan Friska.


Gimana mau marah kalau seperti ini batin Kenan.


"Iya sayang, oh iya kamu belum jawab pertanyaan aku loh, kapan kamu ujian nasionalnya sayang?" Tanya Kenan sambil mengelus rambut Friska.


"Masih tiga bulan lebih lagi sepertinya sayang" Jawab Friska sambil masih memeluk Kenan.

__ADS_1


"Apa!!! Teriak Kenan.


__ADS_2