Cinta Presdir Tampan

Cinta Presdir Tampan
Langganan,,,


__ADS_3

"Halo,,, nenek udah makan?" tanya Raka yang memang selalu memperhatikan jadwal makan neneknya.


"Lagi sementara makan,, kenapa Raka?" tanya nenek Raka.


"Oh baguslah aku cuma mau memastikan saja nek,," jawab Raka.


"Oh begitu,, nenek pikir kamu akan membawa calon kamu kesini buat makan bareng,, atau kamu sama Elsa aja,, dia sangat perhatian sama nenek,, pasti dia juga perhatian sama kamu kalau dia menjadi istri kamu,,, Elsa juga nggak ada pasangan,, kamu juga nggak ada pasangan,, jadi cocok kan,, Elsa juga cantik,," ucap Nenek Raka lagi.


Elsa tampak tersenyum malu-malu begitu mendengar ucapan nenek Raka.


Iya nek aku mau banget menjadi istri kak Raka,, aku pasti akan menjadi istri yang baik untuk dia,, aku tidak akan pernah membuat dia sakit hati,, batin Elsa.


Raka tampak menarik nafasnya lalu membuangnya kembali sambil menggelengkan kepalanya.


Aku nggak bisa nek,, sampai saat ini belum ada wanita yang bisa membuat aku jatuh cinta selain Friska,, aku masih mencintai dia istri dari teman aku sendiri,, tapi aku bisa apa,, itulah yang aku rasakan sekarang,, hanya dia yang aku cintai tidak ada yang lain,, batin Raka yang mulai pusing dengan neneknya karena terus menanyakan pasangan Raka,, neneknya ingin juga Raka menikah.


"Raka kamu kok diam?" tanya nenek Raka karena tidak mendengar respon dari Raka sedikit pun.


"Yah abis nenek masa begitu sih,, Raka itu nggak suka nek sama Elsa,, Raka hanya menganggap Elsa itu seperti adik saja nggak lebih nek,, jadi yah nggak bisa dong Raka menikahi dia kalau nggak ada cinta,, Raka nggak bisa maksa perasaan Raka,, nanti lah nek kalau aku sudah menemukan yang pas untuk Raka,,, pasti Raka akan langsung menikah nek,," ucap Raka.


"Yah tapi kapan Raka,, masa kamu nggak suka sama Elsa yang baik ini,, kamu mau cari wanita yang kayak bagaimana lagi Elsa ini sudah miliki semuanya,, nenekmu ini sudah tua,, pengen lihat kamu menikah loh ini,, tega banget kamu sama nenek yah," ucap nenek Raka.


Kak Raka kenapa sih nggak pernah mau mencoba untuk membuka hatinya buat aku,, sedikit saja,, kenapa susah padahal benar kata nenek aku ini kurang apa coba perasaan aku sudah miliki semuanya dan aku juga sangat mencintai dia bukankah bagus dicintai daripada mencintai seseorang karena sudah pasti dia akan bahagia,, di prioritaskan,, tapi kenapa dia nggak suka sama aku sih,, hemmm tapi aku nggak bakalan menyerah,, aku akan selalu berusaha untuk membuat kak Raka mencintai aku,, batin Elsa.


"Aduhhh nenekku sayang aku tuh nggak bermaksud tega sama nenek yah,, nenek jangan nuduh sembarangan dong,, mana ada cucu yang mau tega sama neneknya sendiri sih apalagi neneknya baik banget,, Raka itu sayang banget sama nenek,, dan Raka memang nggak suka sama Elsa nek,, Raka nggak bisa memaksakan perasaan Raka sama dia,, Raka nggak nyaman nek,, lagian dia juga nggak suka kok sama Raka,, bisa aja kan diam-diam dia sudah punya pacar,," ucap Raka.


"Elsa kamu udah punya pacar?" tanya nenek Raka langsung kepada Elsa.


Astaga nenek aku ini,, kok malah dia tanyakan sih,, duhh menyesal aku nelfon nenek seharusnya tadi aku menelepon pelayan saja untuk tau nenek sudah makan atau belum,, batin Raka.


"Belum nek," jawab Elsa.


"Nah dengar sendiri kan Raka,, Elsa belum punya pacar,, kamu belum punya pacar,, jadi cocok banget,," ucap nenek Raka lagi.


"Astaga nek jangan begitu dong,, aku nggak mau di jodoh-jodohkan nek,, aku balik nih ke orang tua aku," ancam Raka yang sangat ampuh.


"Jangan dong,, tega kamu ninggalin nenek disini sendiri,," ucap nenek Raka cepat yang membuat Raka tersenyum penuh kemenangan.


"Nah makanya jangan jodoh-jodohkan Raka yah nek,, Raka nggak mau di jodohkan biar Raka cari sendiri saja," ucap Raka lagi.


"Iya mana-mana saja yang menurut kamu bagus, nenek mengalah aja,," ucap nenek Reno.


Yah,, butuh perjuangan banget nih untuk bisa bersama dengan kak Raka,, batin Elsa begitu mendengar ucapan nenek Raka.


"Raka sayang sama nenek,, nenek lanjut makan lagi kalau gitu yah terus minum obatnya,, tadi aku tuh sebenarnya nelfon hanya mau tanyakan itu,, tapi nenek sudah bahas lagi tentang menikah akhirnya waktu makan nenek terganggu lama deh,," ucap Raka.


"Kamu nggak ganggu kok,, kamu lagi di kantor sekarang?" tanya nenek Raka.


"Iya nek,," jawab Raka.


"Ya udah kamu lanjut juga kerja nya dan jangan terlalu capek santai saja yah kamu kerjanya," ucap nenek Raka.


"Iya nek,," ucap Raka.


"Raka tutup dulu yah telfonnya kalau gitu," ucap Raka.


"Iya sayang,," ucap nenek Raka sambil tersenyum.

__ADS_1


Raka pun segera menutup panggilan telfonnya begitu mendengar ucapan neneknya.


Nenek Raka menggelengkan kepalanya sambil melihat ponselnya.


"Kenapa nek?" tanya Elsa karena melihat ekspresi wajah nenek Raka.


"Ini Raka,, nenek heran dia itu belum punya pacar sama sekali,,, nenek takut dia akan menjadi perjaka tua,," ucap nenek Raka yang langsung membuat Elsa tertawa.


"Loh kamu kok tertawa?" tanya Nenek Raka sambil mengernyitkan dahinya.


"Abis nenek masa khawatir kak Raka akan jadi perjaka tua,,, aku yakin kok nek dia nggak akan jadi perjaka tua,,, dia pasti akan menemukan nanti wanita yang dia cintai dan akan menikahi wanita itu,, jadi nenek jangan mikir macam-macam yah,," ucap Elsa sambil tersenyum.


"Tapi nenek itu khawatir loh,, abis dia itu nggak pernah bawa wanita satu orang pun,, atau cerita tentang wanita gitu sama nenek,, ehh tapi pernah sih dia curhat sama nenek tentang seorang wanita sepertinya Raka suka sama wanita itu,, hanya saja sekarang dia nggak pernah cerita lagi,, iya nenek baru ingat,," ucap nenek Raka yang tiba-tiba teringat dengan curhatan Raka waktu itu mengenai Friska hanya saja Raka tidak menyebutkan nama Friska pada neneknya.


"Namanya siapa nek cewek itu?" tanya Elsa penasaran sekaligus merasa hatinya sakit.


"Hemm itu dia nenek nggak tau karena Raka nggak sebutin nama wanita itu,, karena nanti kalau udah jelas baru dia beritahu dan bawa ke rumah ini,, tapi sampai sekarang Raka nggak bawa-bawa juga wanita itu,, jangan-jangan dia nggak jadi lagi, sekarang cucuku itu nggak pernah curhat lagi" ucap Nenek Raka.


Semoga saja nggak jadi,, batin Elsa.


"Iya mungkin nek nggak jadi,, karena kalau jadi sudah pasti kak Raka akan membawanya kesini,, dan juga pasti curhat sama nenek,, ini kan nggak pasti nggak jadi tuh,," ucap Elsa.


"Tapi semoga kak Raka bisa mendapatkan wanita lain yang baik yah nek,, yang sayang sama nenek dan juga sama kak Raka," ucap Elsa.


"Iya sayang semoga yah," ucap nenek Raka sambil tersenyum.


"Oh iya kamu udah kuliah atau belum?" tanya nenek Raka.


"Belum nek,, aku baru mau daftar kalau lulus,, aku baru selesai ujian nek,," jawab Elsa.


"Di Indonesia atau di Luar? biasanya kan kalau anak orang kaya pasti lanjutnya di luar,," ucap Nenek Raka lagi.


"Emmm aku di Indonesia aja nek,, yang dekat dengan orang tua,," jawab Elsa.


Dan juga dekat dengan kak Raka,,, batin Elsa.


"Oh begitu,, kamu nggak bisa jauh-jauh yah," ucap nenek Raka sambil tersenyum.


"Iya begitulah nek,, aku emang nggak bisa jauh dari orang tua aku,, sedangkan disini saja mereka sibuk terus,, pasti kalau aku kuliah ke luar Negeri mungkin nanti aku udah sarjana baru bertemu mereka,," ucap Elsa lalu nyengir.


"Nggak mungkin dong sayang,, pasti mereka akan pergi menemui kamu atau kalau libur kan kamu bisa balik," ucap Nenek Raka lagi.


"Iya juga sih nek,, tapi lebih senang aja kalau dekat dengan orang tua,, aku kan juga cewek,," ucap Elsa lagi.


"Iya sayang," ucap nenek Raka yang sudah menganggap Elsa itu sudah seperti cucu sendiri.


Elsa pun tersenyum.


"Ayo nenek makan lagi," ucap Elsa sambil ingin menyuapi nenek Raka lagi dan nenek Raka pun segera makan lagi.


Sementara Raka kembali menelepon Salsa. Dan nomor Salsa sudah tidak sibuk lagi,, namun Salsa tidak mengangkat panggilan telfon dari Raka karena dia masih di jalan untuk pulang ke rumahnya.


"Oh sekarang dia tidak angkat,, tadi nomor ponselnya sibuk,, sengaja pasti nih anak karena nggak mau di perintah,, awas kamu yah,, aku bakalan telfon sampai kamu angkat," ucap Raka lalu menelepon Salsa lagi.


Salsa yang sudah dekat rumahnya tiba-tiba mendengar bunyi ponselnya yang berdering,, dia pun berhenti sebentar untuk melihat siapa yang menelepon dirinya dan dia langsung lemas seketika begitu melihat yang menelepon dirinya ternyata Raka,, orang yang tidak dia harapkan sama sekali untuk menelepon dirinya. Karena Raka sama saja merusak hari indahnya.


Malas banget deh di telfon sama orang ini,, aku nggak usah angkat aja kali yah,, nanti aku alasan aja sama dia kalau dia tanya kenapa aku nggak angkat panggilan telfon dari dia,, tapi kalau dia marah bisa-bisa gawat juga,, heemmm pusing,, kenapa sih aku mesti berurusan dengan orang ini,, batin Salsa.

__ADS_1


Salsa masih terus membiarkan sampai panggilan telfon Raka di tutup. Namun lagi-lagi ponselnya berdering dan dengan terpaksa Salsa mengangkat panggilan telfon dari Raka.


"Halo,, maaf baru dengar panggilan telfon dari kamu," ucap Salsa.


"Hemm alasan aja,, kamu pikir aku nggak tau,, bocah seperti kamu ini,, pasti pintar buat alasan,, kamu pasti sengaja kan nggak mengangkat panggilan telfon dari aku,," ucap Raka.


"Nggak,, kamu ini main tuduh-tuduh sembarangan aja,, nggak ada bukti juga,, aku tuh nggak dengar beneran panggilan telfon dari kamu,, nggak usah ngegas deh," ucap Salsa.


"Oh berani kamu yah begitu sama majikan kamu," omel Raka.


"Yah maaf lupa kalau kamu itu majikan aku," ucap Salsa sambil nyengir.


"Lupa,, lupa,, aku tau kamu sengaja,, mana ada kamu bisa lupa,,, sedangkan sebelum mengangkat panggilan telfon dari aku saja kamu sudah mengumpat terlebih dahulu,," ucap Raka lagi tak mau kalah.


"Astaga nggak tau lah,, salah mulu aku sama kamu,," ucap Salsa.


"Ngapain nelfon aku? aku nggak kangen yah sama kamu,, aku nggak suka suami orang,," ucap Salsa lagi dengan kepedean maksimalnya.


"Ngeri sekali bocah ini,, siapa juga yang mau kamu kangenin,, haduhh amit-amit yah,, kamu ini nggak sopan banget sama orang yang lebih tua,, dan lebih penting lagi aku ini majikan kamu berani sekali berbicara seperti itu sama majikan kamu," ucap Raka.


"Iya deh maaf,," ucap Salsa.


Abis aku kesal banget,, ngapain dia nelfon disaat yang tidak tepat begini,, aku kan mau mempersiapkan diri buat bertemu dengan kak Jeki,, tapi dia malah menelepon aku,, pasti dia mau menyuruh ini,, aku yakin banget pasti dia mau menyuruh aku,, batin Salsa.


"Udahlah aku malas dengar permintaan maaf kamu yang nggak ikhlas itu,, sekarang kamu belikan aku pizza karena aku lagi mau makan pizza di dalam ruangan aku,, terus kamu antarkan ke kantorku,, alamat kantorku nanti aku WhatsApp dan juga alamat tempat langganan aku beli pizza nanti aku WhatsApp juga,, ingat ini baik-baik kamu yang antar sendiri,, aku nggak mau kamu menyuruh bang ojol,, mengerti?" ucap Raka yang langsung membuat Salsa kesal mendadak.


Tuh kan apa aku duga emang nggak salah dugaan aku,,, isshhh baru juga mau sampai rumah,, ehh nggak jadi masuk,, ngeselin banget sih nih orang,, batin Salsa meronta-ronta.


"Hello, masih ada orang? Sinta kamu masih bernafas kan?" ucap Raka sambil menahan tawanya,, dia tau sekarang pasti Salsa sedang kesal.


Salsa masih suka bingung ketika Raka memanggilnya Sinta tapi kemudian dia ingat kalau dia mengarang namanya pada Raka.


"Iya masih,, tapi bisa tidak aku pulang ke rumah dulu,, bisa kan?" ucap Salsa pada akhirnya.


"Nggak bisa lah,, cepat lakukan apa yang aku perintahkan,, aku pengen makan pizza itu,, jadi cepat kamu belikan aku,, jangan pakai lama,, mau kamu aku berikan tugas yang lebih susah lagi?" ancam Raka.


"Yah nggak mau lah,," ucap Salsa cepat.


"Makanya cepat lakukan yang aku perintahkan sebelum aku marah banget,," ucap Raka.


"Iya,, iya,, ribut banget sih,, cepat kirimkan aku alamat,," ucap Salsa lalu segera menutup panggilan telfonnya dengan Raka karena terlalu kesal dan itu malah membuat Raka tertawa.


"Asik nih kerjain dia,, aku kasih lah alamat yang jauh, antara penjual pizza dan kantor aku," ucap Raka lalu segera mengirimkan alamat kepada Salsa.


Salsa melongo tak percaya begitu melihat alamat yang dikirimkan oleh Raka.


"Yang benar saja ini,, alamat nya jauh banget,, ujung pukul ujung sih ini namanya,, astaga capek banget nih,, mana panas lagi,, mau jalan dengan kak Jeki langsung terlihat kusam aku ini gara-gara kena matahari sekarang," omel Salsa namun tetap mengikuti perintah Raka karena tidak ada pilihan lain untuk dia.


Yang benar saja orang ini,, disini tempat langganan dia,, biasa aja nih tempat,, aku pikir bakalan mewah banget,, atau jangan-jangan dia sengaja lagi mau ngerjain aku,, batin Salsa begitu selesai membeli pizza sambil melihat tempat dia membeli pizza itu lalu dia segera ke kantor Raka lagi.


#############


Mampir ke novel baru author Yee...


"Dendam dan Cinta"


klik profil ku aja,, mksh sebelumnya 🙏 😊

__ADS_1


__ADS_2