Cinta Presdir Tampan

Cinta Presdir Tampan
Malas gerak


__ADS_3

"Om kok gendong aku?" tanya Friska.


"Karena kamu terlalu lama, aku nggak suka kamu peluk, nyari-nyari kesempatan banget sih kamu" ucap Kenan sambil naik ke tempat tidur lalu memeluk tubuh Friska dan mulai mencium lekukan leher Friska lagi.


Aku nggak mungkin sampai bilang kan kalau aku udah nggak sabar pengen peluk-peluk entar kamu nertawain aku lagi, gengsi dong aku. Aku juga heran kenapa aku suka sekali memeluk anak kecil ini padahal waktu sama Adelia aku paling nggak mau, mungkin karena anak kecil ini sudah jadi istriku kali yah, kalau Adelia kan waktu itu belum menjadi istriku. Seandainya disini Adelia pasti aku tambah bahagia batin Kenan.


"Om bisa nggak peluk saja, jangan mencium leherku, geli banget om" ucap Friska.


"Nggak mau. Kamu harus membiasakan diri, kamu ajah suka nyosor mencium bibirku aku nggak geli" ucap Kenan sambil melanjutkan lagi aktivitasnya.


"Ya ampun om itu lain kali, iyalah cium bibir nggak geli. Lagian om suka juga tuh" ucap Friska.


"Kapan aku bilang suka, kegeeran banget kamu anak kecil" ucap Kenan.


"Om kan nggak pernah ngelarang kalau aku cium berarti om suka" ucap Friska lagi.


"Itu karena aku nggak mau liat anak kecil nangis kasian" ucap Kenan.


"Iihh om itu yah paling bisa ngeles" ucap Friska.


"Iyain ajah daripada kamu nangis" ucap Kenan sambil tertawa. Oh iya makanan kita pesan online saja dulu yah, di rumah ini belum ada apa-apa yang bisa dimasak tambah Kenan lagi.


"Okelah om atau kita pergi belanja sekarang ajah om" usul Friska.


"Emang kamu tahu belanja urusan dapur gitu?" tanya Kenan sambil masih sibuk dengan aktivitasnya.


"Iya dong om aku tahu, di rumah aku kan suka pergi belanja dengan mama aku, jadi aku tahu, ayo om kita pergi" ajak Friska.


"Aku lagi malas gerak sekarang, bentar sore ajah, makan siangnya kita pesan online saja dulu" ucap Kenan yang tidak melepaskan Friska sedikit pun.


"Iya deh om, beneran yah bentar sore" ucap Friska kegirangan karena dia juga sudah membayangkan akan membeli cemilan yang banyak.


"Iya, kamu mau pesan apa buat makan siang?" tanya Kenan.


"Samain ajah sama om" ucap Friska.


"Heem kamu itu suka banget ngikutin aku" ucap Kenan.


"Biar om nggak repot" ucap Friska sambil tersenyum.


"Heem iya deh, terus kamu mau berapa pembantu di rumah kita ini istriku?" tanya Kenan sambil membawa kepala Friska di dadanya kemudian memeluknya lagi.


"Nggak usah deh om pakai pembantu, aku sudah biasa di rumah nggak pakai pembantu, cukup untuk bersih-bersih saja om yang pakai pembantu karena rumah ini sangat luas bisa mati berdiri aku kalau membersihkannya dan nanti aku yang atur jadwalnya om cukup carikan aku ajah pembantunya dan jangan yang masih muda" ucap Friska sambil mengelus-ngelus dada Kenan.


Kenan mengernyitkan keningnya mendengar ucapan Friska.


"Emang kenapa kalau masih muda, bagus dong tenaganya masih kuat untuk membersihkan rumah ini" ucap Kenan sambil mengelus rambut Friska.


"Nanti om tergoda lagi, aku ajah nggak bisa goda om. Nggak mau aku kalau sampai om tergoda sama mereka" ucap Friska sambil mengerucutkan bibirnya.


"Pasti sekarang kamu lagi cemberut kan" ucap Kenan sambil menyentuh bibir Friska.


"Om kok tahu, aku kan nggak bilang dan om juga nggak lihat" ucap Friska sambil melihat ke Kenan.


"Iyalah dari nada suaramu kentara banget, lagian kamu ini ada-ada ajah mana mungkin aku bakalan tergoda sama mereka, aku itu setia banget sama kekasih aku" ucap Kenan sambil tertawa.


"Oh iya aku lupa om, om aku boleh nanya nggak?" tanya Friska.


"Sejak kapan kamu minta izin biasanya juga kamu nyerocos ajah tuh" ucap Kenan sambil mencium rambut Friska lalu mengelus-ngelus rambut Friska lagi.


"Om jangan marah yah" ucap Friska.


"Iya nggak kok, tapi tergantung juga sih sama pertanyaan kamu" ucap Kenan.


"Ihh tuh kan nggak jadi deh, nanti om marah nggak kasih makan aku lagi" ucap Friska.


"Hahah nggak mungkin lah, udah kamu tanya ajah aku nggak bakalan marah" ucap Kenan.


"Beneran?" tanya Friska lagi memastikan sambil melihat Kenan.

__ADS_1


"Iya benar anak kecil" ucap Kenan gemas sambil mencubit pipi chubby Friska.


"Kenapa kekasih om menghilang?" tanya Friska. Dia diculik yah om? tanya Friska lagi.


"Kirain kamu mau nanyain apa ternyata itu, aku juga nggak tahu kenapa dia menghilang tanpa jejak gitu ajah, tetapi sebelumnya dia memutuskan aku dulu terus dia menghilang, aku nggak tahu dia itu diculik atau nggak" ucap Kenan.


"Haa dia mutusin om, bukannya om sangat mencintai dia" ucap Friska bingung.


"Iya aku sangat mencintai dia, dan aku yakin dia juga mencintai aku mungkin dia mutusin aku karena suatu ancaman makanya aku terus mencari dia sampai sekarang selain aku masih sangat mencintai dia, aku juga ingin tahu kenapa dia menghilang begitu saja dan memutuskan aku begitu saja" ucap Kenan.


"Ya ampun om sweet banget sih, aku juga mau cari cowok yang sweet kalau perlu yang lebih sweet dari om" ucap Friska sambil tersenyum manis.


Entah kenapa Kenan tidak suka mendengar kata-kata Friska barusan.


"Kamu itu sekolah saja dulu yang benar nggak usah urusin cowok dulu" ucap Kenan datar.


"Iya aku urusin kok sekolah aku om, cowok itu kan sebagai penyemangat om" ucap Friska lagi.


"Nggak usah bawel kalau di kasitau" kata Kenan semakin datar.


"Iya deh om iya, perasaan om yang bawel" ucap Friska sambil mengelus-ngelus dada Kenan seenaknya.


"Biarin aku yang bawel, kamu nggak usah komentar itu semua demi kebaikanmu" ucap Kenan.


Heem dasar om ini kadang nggak jelas banget, perasaan perjanjiannya aku boleh ngelakuin apa ajah dia nggak bakalan urusin batin Friska.


*****


Setelah makan siang mereka pun tidur siang sebentar dengan Kenan yang masih betah di kamar Friska sambil memeluk Friska ketika tidur.


Sore harinya mereka pun pergi belanja bersama, benar saja Friska membeli banyak sekali cemilan, Kenan hanya menggelengkan kepalanya melihat Friska yang memilih banyak cemilan namun dia tidak melarangnya.


Tiba di rumah Friska pun memasak dan Kenan ke ruang kerjanya bersama Juan. Yah Juan datang ke rumah Kenan setelah pulang kantor sekaligus membawa semua kelengkapan sekolah Friska.


Sesudah memasak dan menata rapi makanan di atas meja, Friska pun pergi memanggil Kenan dan Juan di ruangan kerja Kenan.


Friska pun mengetuk pintu terlebih dulu.


Friska pun masuk.


"Ada apa istriku?" tanya Kenan.


Heem pasti Kenan mau pamer lagi mentang-mentang sudah menikah, tidak di telfon tidak di sini pamer terus, hargain aku dikit dong yang jomblo ini batin Juan.


"Heem ini om makanannya sudah siap, ayo makan malam dulu, om Juan juga ayo kita makan" ajak Friska. Aku tunggu di bawah yah om sambung Friska lagi sambil berjalan keluar dari ruang kerja Kenan.


Juan pun lagi-lagi tersenyum mendengar panggilan Friska ke Kenan.


"Kamu senyumin apa Juan?" tanya Kenan dengan sinisnya, yang sebenarnya sudah mengetahui apa yang Juan senyumkan.


"Emm tidak ada tuan" ucap Juan.


"Ayo kita ke bawah" ajak Kenan.


Juan pun mengikuti Kenan.


Tiba di meja makan, Juan benar-benar kaget melihat makanan yang sudah tertata rapi di meja makan dia tidak menyangka Friska yang menyiapkan semuanya.


"Wahh kamu pintar masak yah ternyata" ucap Juan kagum sambil duduk.


"Iya dong om" ucap Friska sambil tersenyum.


Kenan yang mendengar percakapan mereka merasa jengkel apalagi melihat Friska yang tersenyum manis kepada Juan.


"Makanya kamu cepat nyari istri juga jangan jomblo terus supaya kamu bisa memuji istrimu dan dimasakkan juga" ucap Kenan datar.


Juan yang mendengar itu langsung diam, dia tahu kalau Kenan sepertinya lagi cemburu hanya pasti Kenan tidak mau mengakuinya.


Yang nyariin dia istri seperti Friska kan kedua orang tuanya dasar Kenan batin Juan.

__ADS_1


Friska hanya menggelengkan kepalanya mendengar ucapan Kenan, kemudian Friska pun mengambilkan makan buat Kenan dan ketika dia mau mengambilkan juga buat Juan. Kenan ngomel lagi.


"Sudah dia bisa ambil sendiri, dia bukan anak kecil" ucap Kenan lagi semakin datar.


"Tapi kan tadi aku ambilin juga buat om berarti om anak kecil dong" ucap Friska.


"Itu beda aku kan suamimu" ucap Kenan dengan wajah datarnya.


"Iya nona Friska biar saya ambil sendiri saja" ucap Juan sambil mengambil makanan sendiri.


Mereka pun makan bersama, ketika Juan merasakan masakan Friska untuk pertama kalinya, Juan ngoceh lagi.


"Wahh masakan nona Friska enak sekali" ucap Juan dengan senyumnya.


"Benarkah!! makasih om. Kalau gitu makanlah yang banyak om" jawab Friska dengan senangnya.


"Iya nona dengan senang hati" ucap Juan.


Juan pun merasa ada aura-aura panas di dekatnya dan benar saja Juan sudah melihat Kenan seperti ingin memutilasi dirinya di detik itu juga. Juan pun langsung fokus ke makanannya.


Cemburu tapi gengsi cibir Juan. Tapi Kenan ngeri juga kalau cemburu batin Juan.


Setelah selesai makan malam bersamanya Juan pun pamit pulang, dan Friska pun sudah selesai beres-beres di dapur.


Friska pun dengan segera ke kamar membersihkan dirinya begitupun juga Kenan.


Di saat Friska lagi tiduran Kenan pun masuk ke kamar Friska dan langsung tiduran di samping Friska sambil memeluk dan mulai lagi aktivitas yang sangat di sukainya.


Haduh kenapa aku lupa sih kunci pintu kamar batin Friska.


"Om ngapain di kamar aku?" tanya Friska.


"Mau peluk" ucap Kenan santai.


Friska pun hanya pasrah saja percuma di lawan Kenan nggak mau ngalah kalau masalah peluk.


"Kamu itu emang kuat makan yah" ucap Kenan yang semakin memeluk Friska karena Friska tidak bawel dan tak lupa sesekali mengecup leher Friska.


"Emang iya om" ucap Friska.


"Kenapa kamu nggak bawah pulang saja isi toko tadi itu, semua cemilannya kamu bawah pulang" ucap Kenan sambil tertawa yang mengingat Friska sangat bersemangat membeli cemilan tadi.


Friska pun melihat Kenan yang tertawa langsung saja mencium bibir Kenan.


"Biar om diam" ucap Friska sambil tersenyum.


Kenan pun langsung mencium lekukan leher Friska lagi tapi ciuman itu berbeda seperti biasanya karena Kenan sudah menindih tubuh Friska sambil menciumi setiap inci leher Friska.


"Om kok gini sih?" tanya Friska dengan polosnya di sela-sela aktivitas Kenan.


Kenan pun menutup bibir Friska menggunakan jari telunjuknya.


"Kamu diam dan nikmati saja" ucap Kenan kemudian melanjutkan aktivitasnya.


Aku mau nikmati apa, orang aku kegelian gini batin Friska.


Tangan Kenan pun mulai menjalar kemana-mana. Friska pun bersuara lagi.


"Om" ucap Friska.


"Istriku kamu diam saja" ucap Kenan kemudian melanjutkan lagi aktivitasnya.


Om ini ngapain sih megang perut aku, dia mau mijitin apa, tapikan aku nggak sakit perut batin Friska.


Hingga tangan Kenan sudah mulai tidak terkendali. Friska benar-benar kaget dan langsung saja berbicara.


"Om kok megang-megang itu sih, itu kan untuk suami aku ajah kita kan nanti bakalan cerai" ucap Friska sambil menahan tangan Kenan.


Kenan yang mendengarnya benar-benar sangat marah. Entah kenapa dia sangat marah mendengar kata cerai dari Friska dan juga penolakan Friska.

__ADS_1


"Aku ini suamimu Friska kamu sadar nggak itu hak aku, tubuh kamu ini semua hak aku. Bibirmu itu berani-beraninya bilang cerai. Bentak Kenan kemudian keluar menuju kamarnya tak lupa sambil membanting pintu kamar Friska.


__ADS_2