
Juan benar-benar terkejut mendengar ucapan bosnya yang sangat langkah menurutnya, bagaimana tidak Adelia adalah karyawan yang sangat enak kerjaannya di kantor ini, di tambah lagi dia yang selalu seenaknya namun tak pernah mendapat teguran dari Kenan dan sekarang Kenan sendiri yang menyuruhnya untuk memberikan sanksi kepada Adelia, Juan berharap ini bukanlah mimpi atau dia yang salah dengar.
"Apa benar yang tuan katakan tadi atau saya hanya salah dengar?" Tanya Juan ulang sekedar memastikan dan berharap itu adalah kenyataan bukan dia yang salah dengar.
"Iya benar Juan" Jawab Kenan.
"Bisakah tuan menurunkan jabatan Adelia saja karena dia benar-benar tidak cocok dengan jabatannya tuan, dia tidak ada pengalaman sama sekali dan juga tidak tahu apa-apa tuan yang dia tahu hanya bersantai saja" Curhat Juan mengambil kesempatan mengeluarkan unek-uneknya yang sudah lama dia pendam.
"Iya saya tahu Juan, dan ide kamu boleh juga, urus saja semuanya dan kamu pilihkan pekerjaan yang cocok buat dia" Ucap Kenan.
"Baik tuan" Ucap Juan dengan perasaan bahagia.
Kenan pun kembali ke ruangannya dengan perasaan bahagia mengingat istrinya tak lupa dengan senyum-senyum sendirinya.
Juan sebenarnya bingung dengan kelakuan Kenan hari ini namun dia juga tak tahu apa penyebabnya, tapi bisa di bilang Juan juga manusia yang bahagia hari ini mengingat orang yang sangat jengkel dia lihat dan juga suka semena-mena terhadap dirinya bisa dia balas.
Adelia yang datang ke kantor dengan perasaan kesal namun tetap sombong selama berjalan dan menuju ke ruangannya membuat karyawan di sana yang melihatnya benar-benar kesal terhadap Adelia namun mereka tak bisa berbuat apa-apa karena mereka bukan bos.
Kenan yang berada di dalam ruangannya hanya memikirkan Friska dan mencari tahu di google tentang cara mendapatkan hati wanita sebenarnya dia ingin menanyakan itu kepada Juan namun pasti percuma karena Juan pasti tidak tahu apa-apa mengenai itu, mengingat perjalanan cintanya yang belum pernah terwujud jadilah Kenan mencari di google saja.
Masih asik-asik membaca tiba-tiba Adelia masuk ke dalam ruangan Kenan dengan tidak ada sopan-sopannya sama sekali membuat Kenan sedikit tersentak karena ulah Adelia.
Kenan pun berusaha biasa saja seperti tak mengetahui apa-apa padahal dia benar-benar sudah jijik melihat Adelia namun di paksanya untuk tetap terlihat natural.
"Ada apa Adelia, kenapa wajah kamu sepertinya sedang kesal?" Tanya Kenan pura-pura padahal dia sudah tahu alasan Adelia memasang wajah kesal seperti itu pastilah karena Kenan tak menggubris Adelia yang menelepon.
__ADS_1
"Kamu masih menanyakan kenapa aku kesal, harusnya kamu tahu dong alasannya karena ini semua salah kamu" Ucap Adelia masih dengan wajah kesalnya namun Kenan sama sekali tidak perduli, berbeda jika Friska yang memasang wajah seperti itu pastilah dia sangat perduli.
"Aku benar-benar nggak tahu apa-apa dan kenapa kamu datang di jam seperti ini padahal aku saja sudah datang sejak tadi" Ucap Kenan.
"Kamu nggak usah mengalihkan pembicaraan Kenan, kemana kamu semalam kenapa kamu nggak mengangkat panggilan telfon dari aku dan juga kamu langsung menonaktifkan ponsel kamu setelah menolak panggilan telfon dari aku" Ucap Adelia dengan ekspresi wajah yang semakin emosi.
"Aku lagi sibuk semalam makanya nggak bisa mengangkat panggilan telfon dari kamu" Ucap Kenan santai.
"Kamu sendiri kenapa mata kamu bengkak seperti itu?" Tanya Kenan lagi.
Adelia pun langsung terdiam setelah mendengar ucapan Kenan, Adelia tidak mungkin bilang alasan sebenarnya kepada Kenan padahal Kenan sudah tahu itu pasti gara-gara Rio.
"Ini gara-gara kamu sayang nggak mengangkat panggilan telfon dari aku jadi aku merasa sedih banget lalu aku menangis karena di pikiran aku pasti kamu selingkuh dan udah nggak sayang lagi sama aku makanya kamu bersikap seperti itu padaku" Ucap Adelia sambil mendekati Kenan.
Aku benar-benar jijik sama wanita bermuka dua seperti kamu Adelia dan juga bukan perempuan suci lagi tapi perempuan murahan padahal kamu masih belum menikah kasihan sekali yang jadi suami kamu nanti batin Kenan.
"Kenapa kamu datang terlambat?" Tanya Kenan lagi.
"Bagaimana mungkin aku nggak boleh membahas itu disini dan masalah aku datang terlambat nggak apa-apa dong lagian kamu pacar aku kan yang punya perusahaan ini" Ucap Adelia dengan bangganya dan juga dengan tidak tahu malunya padahal Kenan benar-benar sangat ingin menampar Adelia namun di tahannya.
"Lebih baik kamu keluar dari ruangan aku Adelia dan segera temui Juan, ada sesuatu yang ingin Juan beritahukan kepada kamu" Ucap Kenan.
"Kenan kamu kok tega sih mengusir aku dari ruangan kamu dan menyuruh aku menemui Juan" Ucap Adelia semakin kesal.
"Aku lagi marah Kenan dan kamu tahu kalau aku marah pasti susah baiknya lagi kecuali di ajak pergi jalan-jalan sama kamu" Ucap Adelia memberikan kode kepada Kenan agar Kenan membawa dia lagi untuk belanja sepuasnya namun itu tidak akan terjadi lagi karena Kenan sudah mengetahui semua kebusukan Adelia yang di sembunyikannya rapat-rapat selama ini.
__ADS_1
"Aku nggak ada waktu buat membawa kamu jalan-jalan, aku sangat sibuk sekarang" Ucap Kenan.
"Lebih baik kamu pergi menemui Juan karena sejak tadi Juan pasti sudah menunggu kamu" Ucap Kenan lagi sengaja mengusir Adelia karena dirinya mau fokus membaca cara mendapatkan hati wanita.
"Kenan kok kamu berubah sih sekarang" Ucap Adelia.
"Nggak kok perasaan kamu saja, lebih baik kamu keluar dan pergi ke ruangan Juan sekarang" Usir Kenan lagi.
Namun Adelia tak mau mendengarkan Kenan dan malah semakin mendekati Kenan.
"Adelia jangan lewati batasan kamu, kalau aku bilang nggak mau kamu dekat berarti aku nggak mau" Ucap Kenan tegas dan membuat Adelia langsung berhenti berjalan.
"Kenan kamu kenapa sih, kenapa kamu berubah seperti ini?" Tanya Adelia.
"Nggak kok perasaan kamu saja, pergilah ke ruangan Juan sekarang juga" Perintah Kenan dan terlihat betul kalau Kenan tak mau di bantah.
Adelia pun langsung keluar dari ruangan Kenan dengan perasaan yang teramat kesal. Adelia pun segera ke ruangan Juan dan langsung masuk saja beserta kelakuannya yang tidak ada sopan-sopannya.
Juan yang melihat Adelia benar-benar merasa kesal apalagi sikap Adelia yang sangat tidak sopan sama sekali dan juga sombong.
Kenan lanjut membaca di google lagi.
Tak lama Adelia masuk lagi ke ruangan Kenan dengan membanting pintu ruangan Kenan membuat Kenan benar-benar kaget.
"Maksud kamu apa Kenan menurunkan jabatan aku menjadi cleaning service?" Tanya Adelia dengan perasaan marahnya yang sudah meluap-luap.
__ADS_1