
Kenan tersenyum begitu melihat istrinya masuk ke dalam kamar yang menandakan bahwa urusan istrinya dan sahabat-sahabatnya sudah selesai,, saat ini Kenan tengah duduk di sofa sambil fokus dengan laptopnya tapi begitu melihat istrinya,, Kenan langsung menyimpan laptop nya lalu merentangkan tangannya untuk sebagai tanda agar istrinya datang ke dalam dekapannya.
Friska pun melakukan itu sambil tersenyum manis,, Friska tau sangat susah mendapatkan izin jadi dia harus pandai mengambil hati.
"Gimana? udah ngobrol sama teman mu?" tanya Kenan sambil mendekap erat tubuh istrinya itu yang sedang manja padanya.
Friska pun menganggukkan kepalanya sambil berpikir bagaimana caranya memulai pembicaraan untuk izin.
"Dia tidak ada masalah kan dengan suaminya?" tanya Kenan lagi,, karena kalau sampai ada masalah Juan pasti akan kena hukumannya massa barusan nikah udah marahan aja.
Friska lagi-lagi menggelengkan kepalanya.
"Nggak ada kok," ucap Friska sambil bergelayut manja pada Kenan.
"Baguslah,, tidak baik kalau barusan nikah tapi udah marahan aja,," ucap Kenan.
"Hmm,,, apa kamu lupa kalau pertama nikah,, kita berdua parah banget nggak akurnya," ucap Friska sambil mengingat masa-masa di awal dirinya menikah dengan Kenan.
__ADS_1
Kenan pun langsung nyengir begitu mengingat hal itu.
"Itu kan dulu sayang,, kita nikahnya kan karena perjodohan,, terus kamu juga labil banget,,, berbeda pembawaannya dengan aku," ucap Kenan sambil terkekeh jika mengingat betapa di awal-awal dia sangat tidak menyukai tingkah istrinya,, hingga lama kelamaan merindukan tingkah itu dan akhirnya bucin akut.
"Hmm bukan karena itu,, tapi karena kamu yang masih tergila-gila dengan Tante girang,," ledek Friska.
"Ampun sayang jangan ingatkan masa kelam ku itu," ucap Kenan yang benar-benar menyesali dirinya yang pernah sangat bodoh sekali mencintai Adelia. Kenan bahkan sampai jijik sendiri.
"Selama hidup itulah hal terbodoh yang pernah aku lakukan,," ucap Kenan sambil bergidik ngeri.
Friska tertawa terbahak-bahak melihat ekspresi suaminya itu. Kenan memang terlihat sangat menyesali hal itu.
Kenan pun menganggukkan kepalanya sambil menatap gemas istrinya.
"Iya apapun yang kamu mau,, asalkan yang tidak berbahaya,, tidak bertemu dengan pria lain,, pokoknya banyak deh sayang syaratnya,, hanya aku yang tau, istriku mau apa memangnya?" tanya Kenan lalu mencium gemas pipi Friska,, kemudian mengecup sekilas bibir Friska.
Friska langsung mendengus begitu mendengar ucapan Kenan.
__ADS_1
"Bulan madunya di tunda yah sayang,, minggu depan aja,, nggak usah besok," ucap Friska.
Kenan kebingungan terlihat jelas Kenan tidak terima,, massa harus menunda sementara itulah yang paling dia tunggu.
"Kok minggu depan sayang? besok aja yah lebih cepat lebih baik," ucap Kenan.
"Nggak bisa sayang karena Ela lagi datang bulan,,, kasihan mereka kalau pergi tapi tidak bisa ngapa-ngapain juga palingan cuma jalan-jalan doang," ucap Friska yang langsung membuat tawa Kenan pecah.
"Aku sekarang tau mengapa si Juan itu uring-uringan,, malangnya nasibnya,, baiklah minggu depan aja sayang,, begitu mendengar alasan mu,, aku setuju,," ucap Kenan.
"Makasih suamiku,, oh yah ada lagi,," ucap Friska.
"Sayang mau apa lagi hem?" tanya Kenan sambil menatap istri manjanya itu.
"Aku mau keluar nongkrong hari ini bersama sahabat-sahabat ku, tapi mau naik motor sendiri-sendiri," ucap Friska.
"Oke,, ayo pakaian kita naik motor,, aku yang bonceng,, kamu cukup duduk dan memeluk ku saja,,," ucap Kenan.
__ADS_1
"Tidak ada penolakan istriku sayang,," ucap Kenan lagi,, lalu bangkit dari duduknya dan pergi memilih pakaian yang cocok untuk mereka gunakan.