
Friska sedikit shock begitu mendapatkan lamaran tiba-tiba dari Riki,, Friska memang diberitahu bahwa mereka sangat dekat,, dulu mereka telah berpacaran bahkan ingin menikah hanya saja Kenan hadir diantara mereka membuat rencana indah itu tertunda,, Friska berpikir Riki akan melamarnya ketika ingatannya kembali,, namun ternyata salah Riki melamarnya sekarang.
Riki yang melihat Friska hanya diam saja menjadi sangat takut apabila Friska menolak lamarannya. Tapi Riki sudah berpikir apabila ditolak lamarannya,, Riki akan berusaha lagi.
"Kamu nggak mau?" tanya Riki dengan perasaan cemas luar biasa.
"Emm bukan begitu,, aku shock aja karena kamu melamar aku tiba-tiba,, aku pikir kamu akan melamar aku disaat ingatan ku kembali,," ucap Friska.
Mana mungkin sayang,, ingatanmu tidak akan kembali lagi,, aku juga tidak akan membiarkan ingatan mu kembali lagi,, karena jika ingatan mu kembali kamu pasti meninggalkan aku dan kembali pada orang yang depresi berat itu,, batin Riki.
"Aku nggak perduli mau kamu mengingat aku yang dulu atau tidak,, yang terpenting bagiku itu sekarang,, aku sayang dan cinta sama kamu,, meskipun kamu hilang ingatan saat ini aku tidak perduli,, aku akan terima kamu apa adanya,," ucap Riki sambil tersenyum menatap Friska dengan tatapan lembut penuh cinta.
"Tapi,, aku belum pernah bertemu orang tua ku sampai saat ini,, bagaimana kita akan menikah? lalu Kenan pria jahat itu bagaimana bukankah kata kamu dia itu suamiku?" ucap Friska lagi.
"Sayang,, aku nggak pernah bermaksud untuk tidak mempertemukan kamu dan orang tua mu,, tapi orang tua mu saat ini bekerjasama dengan Kenan,, kamu tau kan bahaya nya,, bisa-bisa kamu di celakai lagi oleh Kenan pria jahat itu,, dan juga tidak usah perdulikan pernikahan mu dengannya karena dia sudah menceraikan kamu disaat dia ingin membunuh mu,," ucap Riki bohong. Seketika itu tatapan mata Friska langsung penuh kebencian begitu mendengar ucapan Riki. Tiap hari Riki selalu membuat Friska semakin membenci Kenan dengan menceritakan kebohongan pada Friska.
"Tapi kamu tenang saja,, aku akan usahakan agar kamu bertemu dengan orang tua mu setelah aku pastikan semuanya aman dari Kenan,," ucap Riki yang telah memiliki orang tua palsu untuk Friska agar Friska semakin percaya padanya.
__ADS_1
"Jadi,, maukah kamu menjadi istri ku?" tanya Riki lagi.
Friska tersenyum cerah sambil menganggukkan kepalanya pertanda mau.
"Iya aku mau," ucap Friska.
Riki benar-benar sangat bahagia lalu segera memasangkan cincin dijari Friska serta memeluk Friska dengan perasaan bahagia luar biasa.
"Aku akan mempertemukan kamu dan orang tua mu dihari pernikahan kita,, aku akan usahakan itu,, kita akan menikah beberapa hari ke depan aku ingin kamu menjadi istriku secepatnya,," ucap Riki yang masih memeluk Friska.
Friska terlihat sangat bahagia.
"Terima kasih yah," ucap Friska yang tak henti-hentinya tersenyum bahagia.
"Iya sayang,," ucap Riki sambil mengelus lembut rambut Friska yang tengah memeluknya.
#####################
__ADS_1
Sudah berbulan-bulan lamanya hingga hari ini Kenan masih saja terpuruk,, mama Kenan benar-benar bingung harus berbuat apa,, jika saja Friska ada disini pasti Kenan tidak akan seperti ini,, Kenan pasti langsung sembuh namun sampai saat ini menantunya tak kunjung ditemukan,, bahkan jejaknya pun tidak ditemukan. Lalu tiba-tiba Mama Kenan mempunyai ide.
"Kenan,, mau sampai kapan kamu seperti ini? mau sampai istrimu diambil orang? apa kamu tau istrimu hilang meskipun banyak kemungkinan yang bisa saja terjadi tapi ada juga kemungkinan istri mu di bawa oleh orang yang menyukai dia,, karena istrimu itu cantik,, dan kamu hanya bisa seperti ini? bagaimana bisa kamu menemukan dia kalau kamu seperti ini?" ucap Mama Kenan berharap akan ada respon dari anaknya itu.
Benar saja Kenan langsung bereaksi.
"Istriku dimana? siapa yang akan mengambilnya siapa? bukankah dia sudah meninggal? aku mau ikut bersama dia,, tapi kalian selalu menolong ku,," ucap Kenan sambil menggoyangkan bahu mamanya. Kenan benar-benar tidak mau hidup sendiri tanpa Friska disisinya,, bahkan ruangan Kenan saat ini tidak ada benda-benda tajam ataupun yang lainnya yang bisa membuat Kenan bunuh diri. Itu semua mama Kenan lakukan karena tidak ingin anaknya melakukan bunuh diri lagi.
Mama Kenan takut dengan anaknya yang seperti itu. Dan juga Mama Kenan yakin jika menantunya memang dibawa pergi oleh orang lain, maka orang itu benar-benar teliti karena tidak meninggalkan jejak sedikit pun. Pasti rencana itu sudah direncanakan sejak lama.
"Tidak tau istrimu dimana belum ada petunjuk apapun sampai saat ini,, makanya kamu jangan seperti ini terus ayo semangat cari istrimu,, kalau kamu seperti ini terus mana mungkin bisa bertemu dia lagi,, istrimu itu belum meninggal,, kamu mau dia diambil Raka,,, jika Raka menemukan istrimu?" ucap Mama Kenan karena mengingat Kenan dan Raka selalu saja tidak cocok jika mengenai Friska,, maka dari itu mama Kenan menggunakan Raka untuk memancing respon Kenan.
"RAKA? JANGAN HARAP!!!," ucap Kenan dengan tatapan tajamnya seperti biasa.
Mama Kenan tersenyum cerah begitu melihat ekspresi Kenan,, ekspresi yang dulu selalu dilihatnya akhirnya kembali lagi.
Inilah yang aku harapkan,, kenapa sejak dulu aku tidak memancingnya dengan saingan cintanya? kenapa baru kepikiran sekarang? tapi sudahlah yang penting anakku bisa keluar dari keterpurukannya,, lalu bisa mencari istrinya yang sudah berbulan-bulan hilang,, batin mama Kenan.
__ADS_1